Maroko dan Kisah Sepasang Waliyullah Gunakan Bola sebagai Media Komunikasi
Jum'at, 09 Desember 2022 - 17:46 WIB
loading...
A
A
A
Namun, cinta mereka kandas karena tidak direstui oleh kedua orang tua 'Aicha Bahria maka pulanglah Molay Bouchouaib ke Maroko dengan patah hati. Berkat cinta yang terpendam di dalam hati 'Aicha Bahri pada Molay Bouchouaib sangat dalam, maka ia memutuskan berkelana ke Maroko untuk menemui sang pujaan hati di Azemmur.
Tetapi nahas, sebelum Lalla 'Aicha Bahriah sampai ke Azemmour ia keburu dijemput ajal dengan sebuah kecelakaan perahu tenggelam di laut menjelang memasuki dermaga Azemmour, dan langsung di makamkan di sana.
Mengetahui kekasihnya meninggal dunia setelah susah payah mencari dirinya, Molay Bouchouaib dirundung penyesalan yang mendalam sehingga ia mengikrarkan dalam hatinya untuk hidup membujang selamanya. Ia berwasiat bila suatu saat ia meninggal dunia agar dimakamkan berdekatan dengan makam Lalla 'Aicha Bahriah kekasih sejatinya itu.
Dr Meh Hatta menceritakan, karena melegendanya kisah cinta Lalla 'Aicha dengan Molay Bouchouaib, meskipun tidak "Happy Ending", dan kesalehan serta keteladanan keduanya membuat makamnya ramai didatangi pengunjung lokal dan manca negara. Bahkan penziarahnya tidak terbatas pada umat Islam saja tetapi diziarahi pula oleh umat agama lain.
Yang lebih unik lagi, kata Meh Hatta, makam Lalla 'Aicha Bahriah yang bersebelahan dengan makam Molay Buoucouaib di Azemmour ini lebih khusus diziarahi oleh (umumnya) perawan tua. Yaitu para perempuan yang sudah lama menanti jodohnya tapi belum kunjung datang. Mereka meyakini bahwa keramat Lalla 'Aicha Bahriah dapat mempertemukan jodohnya dan menikah.
Berbeda dengan peziarah makam Molay Bouchouaib pengunjungnya biasanya pasangan-pasangan yang menginginkan anak laki-laki atau keturunan.
Demikian sekelumit kisah unik sepasang Wali yang makamnya selalu ramai dikunjungi di Maroko. Wallahu A'lam.
Baca Juga: Fakta Unik Maroko, Negara Islam yang Melahirkan 6 Tarekat Besar di Dunia
Tetapi nahas, sebelum Lalla 'Aicha Bahriah sampai ke Azemmour ia keburu dijemput ajal dengan sebuah kecelakaan perahu tenggelam di laut menjelang memasuki dermaga Azemmour, dan langsung di makamkan di sana.
Mengetahui kekasihnya meninggal dunia setelah susah payah mencari dirinya, Molay Bouchouaib dirundung penyesalan yang mendalam sehingga ia mengikrarkan dalam hatinya untuk hidup membujang selamanya. Ia berwasiat bila suatu saat ia meninggal dunia agar dimakamkan berdekatan dengan makam Lalla 'Aicha Bahriah kekasih sejatinya itu.
Dr Meh Hatta menceritakan, karena melegendanya kisah cinta Lalla 'Aicha dengan Molay Bouchouaib, meskipun tidak "Happy Ending", dan kesalehan serta keteladanan keduanya membuat makamnya ramai didatangi pengunjung lokal dan manca negara. Bahkan penziarahnya tidak terbatas pada umat Islam saja tetapi diziarahi pula oleh umat agama lain.
Yang lebih unik lagi, kata Meh Hatta, makam Lalla 'Aicha Bahriah yang bersebelahan dengan makam Molay Buoucouaib di Azemmour ini lebih khusus diziarahi oleh (umumnya) perawan tua. Yaitu para perempuan yang sudah lama menanti jodohnya tapi belum kunjung datang. Mereka meyakini bahwa keramat Lalla 'Aicha Bahriah dapat mempertemukan jodohnya dan menikah.
Berbeda dengan peziarah makam Molay Bouchouaib pengunjungnya biasanya pasangan-pasangan yang menginginkan anak laki-laki atau keturunan.
Demikian sekelumit kisah unik sepasang Wali yang makamnya selalu ramai dikunjungi di Maroko. Wallahu A'lam.
Baca Juga: Fakta Unik Maroko, Negara Islam yang Melahirkan 6 Tarekat Besar di Dunia

(rhs)
Lihat Juga :