Imam Syafi'i Tumbuh dalam Pelukan Ibu yang Mencintai Al-Qur'an

Sabtu, 17 Desember 2022 - 14:03 WIB
loading...
Imam Syafii Tumbuh dalam...
Jika di hati seorang Ibu sudah tertancap Al-Quran maka anaknya akan tumbuh dalam perlindungan, penjagaan, dan pendidikan dari Allah Subhanahu wa Taala, inilah yang tumbuh di dalam diri Imam Syafii Rahimahullah. Foto ilustrasi/ist
A A A
Seorang ibu yang sangat mencintai Al-Qur'an akan memberi dampak luar biasa kepada anaknya. Jika di hati seorang Ibu sudah tertancap Al-Qur'an maka anaknya akan tumbuh dalam perlindungan, penjagaan, dan pendidikan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Inilah yang ditunjukkan oleh ibunda Imam Syafi'i Rahimahullah , imamnya para imam kaum muslimin. Dalam didikan ibunya, Imam Syafi'i tumbuh dan terkenal dengan kecerdasan dan kekuatan hafalannya semenjak kecil.

Ibunya sangat paham bahwa anaknya harus tumbuh dalam lingkungan yang mencintai Al-Quran, harus menimba ilmu dari paara ulama. Imam Syafi’i kecil giat menghafal Al Qur’an dan hadis serta mempelajari berbagai disiplin ilmu yang tak terlepas dari motivasi ibunda. Sang ibu telah menanamkan sejak dini bahwa Syafi’i adalah hamba Allah yang istimewa. Ia bukan orang biasa. Ia akan tumbuh menjadi ulama. Doa menjadi senjata ibunya agar Allah Ta'ala selalu membimbing sang putra.

Baca juga: 9 Fakta Kecerdasan Imam Syafi'i Saat Belajar di Masa Kecil

Dalam Manhaj al-Imam asy-Syafi'i Rahimahullah Ta'ala fii Itsbaat al-'Aqidah yang didudun oleh Syaikh Muhammad bin A.W. Al-'Aqil, disebutkan bahwa Imam Syafi'i adalah Muhammad bin Idris bin al-Abbas bin Utsman bin Syafi’ bin as-Saa’ib bin Ubaid bin Abd bin Yazid bin Hasyim bin al-Muthalib bin Abdi Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Luay bin Ghalib, Abu Abdillah al-Quraisy asy-Syafi'i al-Makki, keluarga dekat Rasulullah Shallalahu 'Alaihi wa Sallam dan putra Pamannya.

Al-Muthalib adalah saudara Hasyim, ayah dari Abdul Muthalib. Kakek Rasulullah Shallalahu 'Alaihi wa Sallam dan kakek Imam Syafi'i berkumpul atau bertemu nasabnya pada Abdi Manaf bin Qushay, kakek Rasulullah yang ketiga. Kitab Manhaj al-Imam asy-Syafi'i Rahimahullah Ta'ala fii Itsbaat al-'Aqidah tersebut menukil Imam Nawawi Rahimahullah yang berkata, Imam Syafi'i adalah Quraisy (berasal dari suku Quraisy) dan Muthalibi (keluarga besar Muthalib), yakni beradasarkan ijma' (kesepakatan) para ahli riwayat dai semua golongan, sedangkan Ibunya berasal dari suku Azdiyah.

Beliau Imam Syafi'i lahir di Gazza yaitu sebuah kota yang letaknya berada ditengah-tengah negeri Syam dari arah Mesir dan selatan Palestina, pada tahun 150 H tepatnya pada bulan Rajab yang bertepatan dengan tahun wafatnya Imam Abu Hanifah Rahimahullah. Ini adalah riwayat yang populer. Sadangkan ada riwayat yang menyebutkan beliau lahir di Kota Asqalan, sedangkan pendapat lain mengatakan beliau lahir di Yaman.

Sedangkan ibunya bernama Fatimah binti Ubaidillah Azdiyah, yang masih ada jalur keluarga Rasulullah Shallalhu 'Alaihi wa Sallam dari jalur Ubaidillah bin Hasan bin Husein bin Ali bin Abi Thalib. Fatimah adalah sosok yang taat, penyabar, ahli ibadah, mencintai Al-Qur'an, dan senang akan keilmuan (senang pada ulama). Suaminya, Idris bin Abbas wafat di Gaza, saat anak beliau berusia 2 tahun. Fatimah pun terpaksa harus membesarkan Imam Syafi’i sendirian, tanpa harta warisan dan serba kekurangan. Oleh karena itu, berkumpullah pada diri Imam Syafi'i kondisi kefakiran, keyatiman, dan keterasingan dari keluarga besar.

Kondisi serba kekurangan itu tidak membuat perjuangan Ibu Imam Syafi'i berhenti dan putus asa. Beliau selalu memberikan yang terbaik untuk putranya. Ibunya berharap anaknya kelak menjadi seorang yang faqih ilmu agama dan ilmunya bermanfaat bagi semua orang. Untuk mewujudkan cita-cita itu, akhirnya Ibunda Imam Syafi'i memilih kota Mekah al Mukaramah suci Syafi’i kecil bisa bertemu dengan keluarga besarnya dari Suku Quraisy.

Imam Syafi’i diarahkan agar belajar bahasa Arab langsung dari Suku Hudzail yang terkenal akan kefasihannya berbahasa Arab. Di Mekah beliau belajar Al Qur’an dan berhasil menghafalkannya di usia 7 tahun dengan fasih dan mutqin. Imam Syafi’i juga pernah mengkhatamkan hafalan Qur’annya sebanyak 16 kali saat melakukan perjalanan dari Mekkah ke Madinah. Setahun kemudian kitab Al-Muwatha’ karya Imam Malik dngan 1720 hadits pilihan, juga sudah diselesaikan beliau dengan sempurna.

Imam Syafi'i menceritakan soal dirinya tentang didikan ibundanya, "Aku hidup sebagai yatim di dalam asuhan ibuku. Ibuku tidak mampu membayar guru ngajiku. Tapi guruku ridho dan senang kepadaku. Guruku bahkan memintaku sebagai penggantinya (untuk mengajari teman-temanku)."

Dalam kesempatan lain, beliau juga bercerita, “Aku berada bersama para pencatat kitab, disana aku mendengar ustad sedang mengajari ayat al-Qur’an pada anak-anak kecil, maka aku langsung dapat menghafalnya. Dan sebelum ustad tadi selesai mendikte ayat pada mereka aku telah menghafal semua yang di diktekan tadi. Pada suatu hari beliau berkata padaku, “Tidak halal bagiku untuk menghalangimu sedikitpun”.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ketika Imam Syafii Berdebat...
Ketika Imam Syafi'i Berdebat dengan Orang Bodoh : Diamku dari Orang Hina adalah Jawaban
10 Ayat Al Quran untuk...
10 Ayat Al Quran untuk Menenangkan Hati, Simak di Sini!
Kisah Dua Imam Mazhab...
Kisah Dua Imam Mazhab : Tertawa Bersama Menyikapi Datangnya Rezeki
Mengapa Al Quran Banyak...
Mengapa Al Quran Banyak Mencantumkan tentang Kisah-kisah?
Keberkahan Al Quran...
Keberkahan Al Qur'an : Beri Syafaat dari Penghapal Qur'an bagi Keluarganya
15 Ayat Al-Quran tentang...
15 Ayat Al-Qur'an tentang Masa Sulit dan Solusinya
Rekomendasi
Bandara Kansai Bakal...
Bandara Kansai Bakal Hilang Ditelan Air Laut, Ini Bukti Ilmiahnya
Fenomena Alam St. Elmos...
Fenomena Alam St. Elmo's Fire Menyelimuti Pesawat Airbus di Udara
Gas Inti Bumi Terdeteksi...
Gas Inti Bumi Terdeteksi Bocor, Penduduk Dunia Diminta Waspada
Artikel Terkini
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Kisah Tobat Nabi Adam...
Kisah Tobat Nabi Adam Diterima Allah pada 10 Muharram, Setelah 300 Tahun Memohon Ampunan
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Di Hari Asyura, Nabi Idris AS Diangkat ke Langit
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Sakral bagi Syiah? Jejak Berdarah Tragedi Karbala
Infografis
Gunung Pelangi China,...
Gunung Pelangi China, Fenomena Alam yang Disebut dalam Al-Quran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved