Ketika Eropa Anggap Dinasti Utsmaniyah sebagai Teror Dunia Masa Kini

Jum'at, 23 Desember 2022 - 16:55 WIB
loading...
Ketika Eropa Anggap...
Muhammad al-Fatih penakluk Konstaninopel: Eropa anggap sebagai musuh utama. Foto/Ilustrasi: Ist
A A A
Pengamat Islam yang akademisi Italia-Amerika, John Louis Esposito, mengatakan tak lama setelah Perang Salib berlalu, Eropa harus berhadapan dengan ancaman kekuatan kaum Muslim yang berupa kerajaan Utsmaniyah .

Dalam buku berjudul "The Islamic Threat: Myth or reality?" John L. Esposito menjelaskan Dinasti Utsmaniyah adalah salah satu di antara tiga kesultanan besar Muslim abad pertengahan: Utsmaniyah, Safawiyah di Iran, dan Mogul di India.

C.E. Bosworth dalam buku berjudul "The Historical Background Of Islamic Civilization" menulis lebih daripada kerajaan lain sejak masa awal penaklukan dan ekspansi Arab, "Orang Turki Utsmaniyah telah menimbulkan ketakutan di hati Eropa Kristen, sehingga Richard Knollys, ahli sejarah Turki di masa Elizabeth mengungkapkannya sebagai 'teror dunia masa kini.'"

Baca juga: Hubungan Muslim-Kristen dan Perang Salib Menurut John L Esposito

Menurut Ira Lapidus dalam "A History of Islamic Societes", setelah merebut Konstantinopel pada tahun 1453, Utsmaniyah mulai membangun negara besar yang benar-benar terorganisasi, hirarkis dan efisien. Ibukota kerajaan, Istanbul, dengan penduduk yang tumbuh menjadi 700.000 -dua kali lebih besar dari negara lawan, Eropa- menjadi pusat kekuasaan dan kebudayaan internasional.

Utsmaniyah menjadi pasukan besar Islam yang menciptakan kerajaan dunia yang meliputi pusat Muslim yang utama seperti Kairo, Baghdad, Damaskus, Mekkah, dan Madinah. Mereka mengancam Eropa selama hampir dua abad.

Deretan sultan-sultan yang cakap (seperti Mehmet Sang Penakluk 1451-81 , Sulaiman Yang Agung 1520-66), memimpin angkatan darat dan laut Utsmaniyah yang menguasai sebagian besar Mediterania dan Samudera India. Mereka menciptakan kerajaan yang ukuran, kemakmuran, pemerintahan, dan kebudayaannya menyaingi Abbasiyah.

Kerajaan Utsmaniyah menguasai negara-negara Balkan yang Kristen dan juga sebagian besar Timur Tengah serta Afrika Utara. Seperti pada awal penaklukan Arab, kebijaksanaan mereka terhadap Kristen Ortodoks dan minoritas agama lainnya seringkali diterima dengan baik oleh penduduk:

"Kebijaksanaan 'hidup dan biarkan hidup' ini sangat kontras dengan kefanatikan negara-negara Kristen pada saat itu. Kaum petani Balkan pada masa Mehmet seringkali berucap: 'Lebih baik turban Turki daripada tiara Paus,'" ujar Arthur Goldschmidt, Jr. dalam A Concise History of the Middle East. Namun, kalau di Balkan banyak orang menganggap Utsmaniyah sebagai pembebas, Eropa tampaknya mengalami trauma.

Baca juga: John Louis Esposito: Islam Terbukti Merupakan Agama yang Lebih Toleran

Para penulis dan ahli agama berusaha memperbaharui kecaman-kecaman terhadap musuh yang menjadi ciri masa Perang Salib... Kardinal Bessanon, yang menulis kepada The Doge of Venice setelah jatuhnya Kollstantinopel, menentukan nada bagi perlakuan buruk selama satu abad: "Sebuah kota yang sedemikian maju... kemuliaan dan keagungan Timur... tempat segala keindahan, telah direbut, dirusak, dan benar-benar dirampas oleh bangsa barbar yang paling tidak manusiawi... oleh binatang buas yang paling menakutkan... Bahaya mengancam Italia, belum lagi tempat-tempat lainnya, jika musuh besar barbar yang sangat menakutkan itu tidak dicegah," demikian dikutip Paul Coles dalam The Ottoman Impcat on Europe.

Kata-kata yang kasar dan propaganda dipopulerkan oleh karya terlaris Bartholomew Gregevich dari Kroasia, Miseries and Tribulations of the Christians Held in Tribute and Slavery by the Turks.

John L. Esposito mengatakan Turki yang bermusuhan, yang lebih banyak diinformasikan dengan hawa nafsu daripada dengan nalar, mengalahkan kalangan suara minoritas diplomat dan ilmuwan yang benar-benar melihat Turki atau mempelajari Turki dengan adil dan, seperti ahli filsafat politik Perancis, Jean Bodin, yang dapat mencatat:
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Benarkah Islam Agama...
Benarkah Islam Agama Perang? Simak Sejarah Turunnya Perintah Berperang dalam Al-Qur'an
Siap-siap Menyambut...
Siap-siap Menyambut Bulan Safar : Sejarah, Kedudukan, Mitos hingga Amalan Sunahnya
Sejarah Kiswah Kakbah:...
Sejarah Kiswah Kakbah: Dari Beragam Warna hingga Hitam yang Mendunia
Dibangun Lebih dari...
Dibangun Lebih dari Rp1.500 Triliun! 20 Fakta Menakjubkan Masjidil Haram
Jejak Para Singa Allah:...
Jejak Para Singa Allah: Deretan Panglima Perang Terhebat dalam Sejarah Islam
Inilah Penyebab Utama...
Inilah Penyebab Utama Iran Menjadi Negara Syiah
Rekomendasi
Astronot Tangkap Aurora...
Astronot Tangkap Aurora Merah Muda Flamingo yang Sulit Dipahami
Asal-usul Gumpalan Raksasa...
Asal-usul Gumpalan Raksasa di Samudra Pasifik Akhirnya Terungkap
Ilisionis Sebut Lokasi...
Ilisionis Sebut Lokasi Tabut Perjanjian Suci yang Pernah Diburu Adolf Hitler
Artikel Terkini
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Kisah Menakjubkan dalam...
Kisah Menakjubkan dalam Al-Qur'an: Orang-Orang yang Diselamatkan Allah dari Berbagai Musibah
Tak Hanya untuk Rebo...
Tak Hanya untuk Rebo Wekasan, 12 Doa Tolak Bala Bisa Diamalkan Kapan Saja
Apa Itu Ayat Salamun...
Apa Itu Ayat Salamun Rebo Wekasan?
Asal Usul Rebo Wekasan,...
Asal Usul Rebo Wekasan, Hukum Salat Sunnah dan Sedekah Tolak Bala Menurut Islam
Populer di Bulan Safar...
Populer di Bulan Safar : Mengapa Ada Tradisi Rebo Wekasan di Indonesia?
Infografis
7 Ilmuwan Islam Paling...
7 Ilmuwan Islam Paling Berpengaruh Sepanjang Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved