Alasan Mengapa Nabi Isa Dipilih untuk Membunuh Dajjal
Jum'at, 30 Desember 2022 - 05:10 WIB
loading...
Ilustrasi Dajjal dengan satu matanya yang terhapus. Sosok maanusia pembawa fitnah besar ini akan dibunuh oleh Nabi Isa pada akhir zaman. Foto/dok Channel Information M3loma
A
A
A
Mungkin banyak yang bertanya mengapa Allah memilih Nabi Isa 'alaihissalam untuk membunuh Dajjal. Mengapa bukan Nabi Muhammad SAW yang melakukannya. Mari simak penjelasan berikut.
Untuk diketahui, Dajjal (Al-Masih Ad-Dajjal) adalah sosok manusia kafir dan pembawa fitnah (ujian) terbesar bagi umat manusia. Tidak ada seorang Nabi kecuali telah memberi peringatan tentang seorang manusia pembohong yang matanya buta sebelah itu. Selain buta sebelah, di antara kedua matanya tertulis ك ف ر (kaf-fa-ra) yang makanya kafir.
Baca Juga: Penyebab Dajjal Takut dengan Surat Al-Kahfi
Saat kemunculannya di akhir zaman, Dajjal akan menyesatkan manusia dengan kemampuannya yang super dashyat. Tujuannya agar iman manusia goyah dan menjadi pengikut setianya.
Di antara kemampuannya, dia dapat menurunkan hujan dan menghidupkan manusia sesuka hatinya. Rasulullah SAW bersabda: "Dajjal membawa fitnah besar dengan memerintahkan langit untuk menurunkan hujan. Hujan pun turun dalam penglihatan manusia. Ia membunuh dan kemudian menghidupkan kembali dalam penglihatan seseorang kemudian menghidupkannya kembali dalam penglihatan manusia yang tidak mungkin ditandingi orang lain." (HR Imam Ahmad)
Mengapa Nabi Isa yang dipilih untuk membunuh Dajjal? Dalam Hadis sahih dijelaskan bahwa Nabi Isa bin Maryam akan diturunkan pada akhir zaman di antaranya untuk membunuh Dajjal.
Mengutip keterangan KH Wakid Yusuf dalam satu kajiannya, Nabi Isa tidaklah dibunuh dan disalib sebagaimana persangkaan orang-orang Yahudi dan Nasrani. Beliau diangkat oleh Allah Ta'ala. Sedangkan orang yang disalib saat itu adalah laki-laki yang diserupakan dengan Nabi Isa.
Artinya: "Dan karena ucapan mereka (orang-orang Yahudi): Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah. Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka..." (QS An-Nisa ayat 157)
Nabi Isa akan hidup di bumi pada akhir zaman selama 40 tahun. Inilah pendapat yang paling sahih. Beliau akan memberi dua opsi kepada manusia yang masih hidup di zaman itu: beriman dengan ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wasallam atau diperangi. Dalam kurun waktu 40 tahun itu, 33 tahun dilalui dengan huru-hara akhir zaman dan 7 tahun dalam kedamaian.
Rasulullah SAW juga pernah bersabda:
إِنْ يَخْرُجِ الدَّجَّالُ وَأَنَا حَىٌّ كَفَيْتُكُمُوهُ وَإِنْ يَخْرُجِ الدَّجَّالُ بَعْدِى
Artinya: "Jika Dajjal telah keluar dan saya masih hidup maka saya akan membela (menjaga) kalian, namun Dajjal keluar sesudahku." (HR Ahmad)
Turunnya Nabi Isa di Akhir Zaman
Turunnya Nabi Isa di akhir zaman akan menjadi bukti kebenaran firman Allah dan menjungkirbalikkan keyakinan orang-orang Nasrani.
Untuk diketahui, Dajjal (Al-Masih Ad-Dajjal) adalah sosok manusia kafir dan pembawa fitnah (ujian) terbesar bagi umat manusia. Tidak ada seorang Nabi kecuali telah memberi peringatan tentang seorang manusia pembohong yang matanya buta sebelah itu. Selain buta sebelah, di antara kedua matanya tertulis ك ف ر (kaf-fa-ra) yang makanya kafir.
Baca Juga: Penyebab Dajjal Takut dengan Surat Al-Kahfi
Saat kemunculannya di akhir zaman, Dajjal akan menyesatkan manusia dengan kemampuannya yang super dashyat. Tujuannya agar iman manusia goyah dan menjadi pengikut setianya.
Di antara kemampuannya, dia dapat menurunkan hujan dan menghidupkan manusia sesuka hatinya. Rasulullah SAW bersabda: "Dajjal membawa fitnah besar dengan memerintahkan langit untuk menurunkan hujan. Hujan pun turun dalam penglihatan manusia. Ia membunuh dan kemudian menghidupkan kembali dalam penglihatan seseorang kemudian menghidupkannya kembali dalam penglihatan manusia yang tidak mungkin ditandingi orang lain." (HR Imam Ahmad)
Mengapa Nabi Isa yang dipilih untuk membunuh Dajjal? Dalam Hadis sahih dijelaskan bahwa Nabi Isa bin Maryam akan diturunkan pada akhir zaman di antaranya untuk membunuh Dajjal.
Mengutip keterangan KH Wakid Yusuf dalam satu kajiannya, Nabi Isa tidaklah dibunuh dan disalib sebagaimana persangkaan orang-orang Yahudi dan Nasrani. Beliau diangkat oleh Allah Ta'ala. Sedangkan orang yang disalib saat itu adalah laki-laki yang diserupakan dengan Nabi Isa.
وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ
Artinya: "Dan karena ucapan mereka (orang-orang Yahudi): Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah. Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka..." (QS An-Nisa ayat 157)
Nabi Isa akan hidup di bumi pada akhir zaman selama 40 tahun. Inilah pendapat yang paling sahih. Beliau akan memberi dua opsi kepada manusia yang masih hidup di zaman itu: beriman dengan ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wasallam atau diperangi. Dalam kurun waktu 40 tahun itu, 33 tahun dilalui dengan huru-hara akhir zaman dan 7 tahun dalam kedamaian.
Rasulullah SAW juga pernah bersabda:
إِنْ يَخْرُجِ الدَّجَّالُ وَأَنَا حَىٌّ كَفَيْتُكُمُوهُ وَإِنْ يَخْرُجِ الدَّجَّالُ بَعْدِى
Artinya: "Jika Dajjal telah keluar dan saya masih hidup maka saya akan membela (menjaga) kalian, namun Dajjal keluar sesudahku." (HR Ahmad)
Turunnya Nabi Isa di Akhir Zaman
Turunnya Nabi Isa di akhir zaman akan menjadi bukti kebenaran firman Allah dan menjungkirbalikkan keyakinan orang-orang Nasrani.
Lihat Juga :