Kisah Hikmah : Jangan Berdusta Walaupun Hal Ringan
Minggu, 08 Januari 2023 - 14:40 WIB
loading...
A
A
A
Asma binti Umais menikah dengan Ja’far bin Abut Thalib. Setelah memeluk Islam, keduanya hijrah ke Habasyah. Di sanalah putra-putra mereka Abdullah, Aun, dan Muhammad lahir. Setelah Ja’far syahid di Perang Mu’tah, Abu Bakar meminang Asma. Dari pernikahan keduanya, lahirlah seorang anak yang bernama Muhammad. Sepeninggal Abu Bakar, Ali bin Abi Thalib menjalin rumah tangga dengannya. Lahirlah anak-anak yang bernama Yahya dan Aun. Dalam satu riwayat disebutkan namanya Muhammad. Karena itu beliau berlaqob Ummu Muhammadain, ibu dua orang Muhammad.
Asma memiliki hubungan yang dekat dengan keluarga Rasullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia adalah pembantu putri Rasulullah, Fatimah. Dan juga saudara -beda ayah- dari istri Rasulullah Maimunah binti al-Harits. Dan tentu saja istri dari dua orang sepupu Rasulullah, Ja’far bin Abu Thalib kemudian adiknya, Ali bin Abu Thalib.
Asma adalah seorang wanita yang cerdas. Kondisi ini terlihat dari kisah yang diriwayatkan dari Ummu Ja’far, Fatimah berkata pada Asma binti Umais, “Aku merasa tidak nyaman dengan apa yang dilakukan terhadap jenazah wanita. Mereka dibalut dengan suatu kain, lalu kain itu membentuk lekuk-lekuk tubuhnya.”
Asma menanggapi, “Wahai putri Rasulullah, maukah kutunjukkan apa yang kulihat saat di Habasyah”? Ia minta diambilkan pelepah kurma yang masih basah. Lalu kutempelkan padanya. Setelah itu baru ditempeli kafan.
Fatimah mengatakan, “Bagus sekali idemu. Kalau aku meninggal nanti, engkau yang memandikan aku. Dan jangan izinkan seorang pun masuk.”
Asma binti Umais termasuk salah satu shahabiyah yang juga meriwayatkan beberapa hadis. Wafatnya diperkirakan pada tahun 38 Hijriyah dan ada juga yang berpendapat setelah tahun 60 Hijriyah.
Baca juga: Kisah Hikmah : Mengajarkan Anak Berbhakti kepada Orang Tua
Wallahu A'lam
Asma memiliki hubungan yang dekat dengan keluarga Rasullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia adalah pembantu putri Rasulullah, Fatimah. Dan juga saudara -beda ayah- dari istri Rasulullah Maimunah binti al-Harits. Dan tentu saja istri dari dua orang sepupu Rasulullah, Ja’far bin Abu Thalib kemudian adiknya, Ali bin Abu Thalib.
Asma adalah seorang wanita yang cerdas. Kondisi ini terlihat dari kisah yang diriwayatkan dari Ummu Ja’far, Fatimah berkata pada Asma binti Umais, “Aku merasa tidak nyaman dengan apa yang dilakukan terhadap jenazah wanita. Mereka dibalut dengan suatu kain, lalu kain itu membentuk lekuk-lekuk tubuhnya.”
Asma menanggapi, “Wahai putri Rasulullah, maukah kutunjukkan apa yang kulihat saat di Habasyah”? Ia minta diambilkan pelepah kurma yang masih basah. Lalu kutempelkan padanya. Setelah itu baru ditempeli kafan.
Fatimah mengatakan, “Bagus sekali idemu. Kalau aku meninggal nanti, engkau yang memandikan aku. Dan jangan izinkan seorang pun masuk.”
Asma binti Umais termasuk salah satu shahabiyah yang juga meriwayatkan beberapa hadis. Wafatnya diperkirakan pada tahun 38 Hijriyah dan ada juga yang berpendapat setelah tahun 60 Hijriyah.
Baca juga: Kisah Hikmah : Mengajarkan Anak Berbhakti kepada Orang Tua
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :