Kisah Hikmah : Jangan Berdusta Walaupun Hal Ringan
Minggu, 08 Januari 2023 - 14:40 WIB
loading...
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam mengingatkan umatnya agar tidak berdusta walaupun hal ringan. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Ada kisah ringan dari seorang shahabiyah (sahabat perempuan Nabi SAW) Asma binti Umais . Ia adalah salah seorang wanita yang pertama memeluk Islam. Ia telah mengikrarkan syahadatnya sebelum Rasulullah berdakwah di Darul Arqom. Ia membaiat Rasulullah. Turut berhijrah ke Habasyah dan ke Madinah.
Baca juga: 9 Cara Menghindari Dosa Dusta dan Ghibah
Asma bercerita, suatu hari ia mendapat teguran dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam agar tidak berdusta walaupun hal ringan. Asma binti Umais mengatakan,
“Aku adalah orang yang mendandani Aisyah dan menyerahkannya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Saat itu Nabi ada beberapa perempuan yang hadir. Kami tidak melihat di sisi beliau ada jamuan. Kecuali hanya satu teko berisi susu. Beliau mengambilnya dan minum darinya. Kemudian beliau suguhkan kepada Aisyah. Tapi Aisyah malu-malu. Ku katakan, ‘Jangan kau tolak uluran tangan Rasulullah’. Aisyah pun mengambilnya dan meminumnya.
Beliau berkata kepadaku, ‘Beri susu ini untuk teman-temanmu.”
Asma menjawab, “Kami tidak menginginkannya.”
Nabi menanggapi kata-kata Asma ini, “Jangan kalian gabungkan dusta dan rasa lapar.”
Asma berkata lagi, “Jika seorang dari kami mengatakan sesuatu yang dia inginkan, tapi malah yang diucapkan tidak ingin, apakah itu termasuk dusta”?
Nabi Shallallahu alaihi wa sallam menjawab, “Sesungguhnya satu kedustaan tercatat sebagai dusta , hingga dusta ringan, juga akan tercatat dusta ringan.”
Siapa Asma binti Umais?
Dirangkum dari berbagai sumber, nama dan nasabnya adalah Asma binti Umais bin Ma’d radhiallahu ‘anha. Nasabnya berujung pada Khats’am al-Khats’amiyah. Ibunya adalah Hind, yaitu Khaulah binti Auf bin Zuhair bin al-Harits.
Baca juga: 9 Cara Menghindari Dosa Dusta dan Ghibah
Asma bercerita, suatu hari ia mendapat teguran dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam agar tidak berdusta walaupun hal ringan. Asma binti Umais mengatakan,
“Aku adalah orang yang mendandani Aisyah dan menyerahkannya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Saat itu Nabi ada beberapa perempuan yang hadir. Kami tidak melihat di sisi beliau ada jamuan. Kecuali hanya satu teko berisi susu. Beliau mengambilnya dan minum darinya. Kemudian beliau suguhkan kepada Aisyah. Tapi Aisyah malu-malu. Ku katakan, ‘Jangan kau tolak uluran tangan Rasulullah’. Aisyah pun mengambilnya dan meminumnya.
Beliau berkata kepadaku, ‘Beri susu ini untuk teman-temanmu.”
Asma menjawab, “Kami tidak menginginkannya.”
Nabi menanggapi kata-kata Asma ini, “Jangan kalian gabungkan dusta dan rasa lapar.”
Asma berkata lagi, “Jika seorang dari kami mengatakan sesuatu yang dia inginkan, tapi malah yang diucapkan tidak ingin, apakah itu termasuk dusta”?
Nabi Shallallahu alaihi wa sallam menjawab, “Sesungguhnya satu kedustaan tercatat sebagai dusta , hingga dusta ringan, juga akan tercatat dusta ringan.”
Siapa Asma binti Umais?
Dirangkum dari berbagai sumber, nama dan nasabnya adalah Asma binti Umais bin Ma’d radhiallahu ‘anha. Nasabnya berujung pada Khats’am al-Khats’amiyah. Ibunya adalah Hind, yaitu Khaulah binti Auf bin Zuhair bin al-Harits.
Lihat Juga :