5 Keutamaan Orang yang Sakit
Senin, 13 Juli 2020 - 17:12 WIB
loading...
A
A
A
Tidak ada yang menimpa mukmin melainkan menjadi penghapus dosa. Wabah penyakit ini bisa jadi menjadi sebab anda masuk ke surga. Mau mencari kesembuhan silakan. Kalau obat sudah pas dengan penyakit akan sembuh, maka sampai saat ini corona belum ada vaksinnya. Vaksin itu adalah obat yang pas untuk sebuah penyakit. Sekarang menjadi permainan, mereka yang buat penyakitnya, mereka yang buat vaksinnya.
Orang-orang yang ketika di dunia tertimpa penyakit saat di surga diperlihatkan balasan pahala atas kesabarannya saat sakit, maka ia menyesal ketika mengetahui balasan pahala atas kesabaran ketika sakit menimpa. Maka ia berkata andaikan saja aku sakit seumur hidup pasti balasan pahalanya akan lebih besar lagi.
Maka banyak kita lihat orang yang di akhir hayat sakit berat, padahal itu adalah penghapus dosa. Sampai dia memanggil anak, istrinya, padahal itu kalau ikhlas akan diampuni. Maka orang yang benar sudah wafat akan masuk ke alam lain. Kita sudah melewati alam ruh ketika sebelum berada di rahim ibu kita. Kemudian berada di rahim ibu kita, dan akhirnya kita berada di alam dunia saat ini. Setelah meninggal dunia kita akan memasuki alam barzah.
Kata ulama alam barzah untuk orang beriman seperti salat 2 rakaat, sedangkan bagi orang kafir sangatlah berat. Ketika orang beriman masuk ke alam barzah ditanya: "Man Rabbuka dan seterusnya", dan diperlihatkan tempat kita kelak. Ketika dia diperlihatkan surga tempatnya, maka dia minta dipercepat hari kiamat. Kalau orang kafir ditanya "Man Rabbuka" dia tidak tahu dan diperlihatkan neraka sebagai tempatnya, dia bilang ya Allah, jangan datangkan hari kiamat, kalau di alam dunia saja sudah berat, apalagi di alam akhirat. Maka orang yang sakit ketika di surga berharap tetap sakit karena besarnya pahalanya.
3. Mendapat Ridha Allah Ta'ala.
Apabila dia maksiat maka dia akan kembali kepada Allah. Penyakit menimpa orang berbeda-beda sesuai dengan kadar keimanan. Sesungguhnya besarnya pahala sama dengan besarnya penyakit. Penyakit seperti kanker pahalanya sangat besar.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ
"Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barang siapa yang ridha, maka ia yang akan meraih ridha Allah. Barang siapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka". (HR. Ibnu Majah No. 4031)
4. Orang yang Sakit Dekat dengan Allah.
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda dalam hadits Qudsi: "Sesungguhnya Allah (dalam hadits qudsi) berfirman:"Hai anak cucu Adam, aku sakit tetapi kamu tidak menjenguk-ku". Lalu berkata (anak cucu adam): "Ya Rab, bagaimana aku menjenguk-Mu, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?" Allah menjawab: "Apakah engkau tidak mengetahui, sesungguhnya ada hamba-Ku fulan sedang sakit tetapi engkau tidak menjenguknya, tidakkah engkau tahu sesungguhnya ketika engkau menjenguknya aku pun berada di sisinya". (Kemudian Allah kembali berfirman): "Hai anak cucu Adam, aku kelaparan tetapi engkau tidak memberi-ku makan". Menjawab (anak cucu adam): "Ya Rabb, bagaimana aku memberi-Mu makan sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?”
Allah menjawab: "Apakah engkau tidak mengetahui sesungguhnya kelaparan hamba-Ku si fulan tetapi engkau tidak memberinya makan, tidakkah engkau tahu sesungguhnya ketika engkau memberinya makan di sana juga aka aku". (lalu Allah berfirman): "Hai anak cucu Adam, aku haus tetapi engkau tidak memberi-Ku minum".
Orang-orang yang ketika di dunia tertimpa penyakit saat di surga diperlihatkan balasan pahala atas kesabarannya saat sakit, maka ia menyesal ketika mengetahui balasan pahala atas kesabaran ketika sakit menimpa. Maka ia berkata andaikan saja aku sakit seumur hidup pasti balasan pahalanya akan lebih besar lagi.
Maka banyak kita lihat orang yang di akhir hayat sakit berat, padahal itu adalah penghapus dosa. Sampai dia memanggil anak, istrinya, padahal itu kalau ikhlas akan diampuni. Maka orang yang benar sudah wafat akan masuk ke alam lain. Kita sudah melewati alam ruh ketika sebelum berada di rahim ibu kita. Kemudian berada di rahim ibu kita, dan akhirnya kita berada di alam dunia saat ini. Setelah meninggal dunia kita akan memasuki alam barzah.
Kata ulama alam barzah untuk orang beriman seperti salat 2 rakaat, sedangkan bagi orang kafir sangatlah berat. Ketika orang beriman masuk ke alam barzah ditanya: "Man Rabbuka dan seterusnya", dan diperlihatkan tempat kita kelak. Ketika dia diperlihatkan surga tempatnya, maka dia minta dipercepat hari kiamat. Kalau orang kafir ditanya "Man Rabbuka" dia tidak tahu dan diperlihatkan neraka sebagai tempatnya, dia bilang ya Allah, jangan datangkan hari kiamat, kalau di alam dunia saja sudah berat, apalagi di alam akhirat. Maka orang yang sakit ketika di surga berharap tetap sakit karena besarnya pahalanya.
3. Mendapat Ridha Allah Ta'ala.
Apabila dia maksiat maka dia akan kembali kepada Allah. Penyakit menimpa orang berbeda-beda sesuai dengan kadar keimanan. Sesungguhnya besarnya pahala sama dengan besarnya penyakit. Penyakit seperti kanker pahalanya sangat besar.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ
"Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barang siapa yang ridha, maka ia yang akan meraih ridha Allah. Barang siapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka". (HR. Ibnu Majah No. 4031)
4. Orang yang Sakit Dekat dengan Allah.
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda dalam hadits Qudsi: "Sesungguhnya Allah (dalam hadits qudsi) berfirman:"Hai anak cucu Adam, aku sakit tetapi kamu tidak menjenguk-ku". Lalu berkata (anak cucu adam): "Ya Rab, bagaimana aku menjenguk-Mu, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?" Allah menjawab: "Apakah engkau tidak mengetahui, sesungguhnya ada hamba-Ku fulan sedang sakit tetapi engkau tidak menjenguknya, tidakkah engkau tahu sesungguhnya ketika engkau menjenguknya aku pun berada di sisinya". (Kemudian Allah kembali berfirman): "Hai anak cucu Adam, aku kelaparan tetapi engkau tidak memberi-ku makan". Menjawab (anak cucu adam): "Ya Rabb, bagaimana aku memberi-Mu makan sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?”
Allah menjawab: "Apakah engkau tidak mengetahui sesungguhnya kelaparan hamba-Ku si fulan tetapi engkau tidak memberinya makan, tidakkah engkau tahu sesungguhnya ketika engkau memberinya makan di sana juga aka aku". (lalu Allah berfirman): "Hai anak cucu Adam, aku haus tetapi engkau tidak memberi-Ku minum".
Lihat Juga :