QS. Fussilat Ayat 10

وَجَعَلَ فِيۡهَا رَوَاسِىَ مِنۡ فَوۡقِهَا وَبٰرَكَ فِيۡهَا وَقَدَّرَ فِيۡهَاۤ اَقۡوَاتَهَا فِىۡۤ اَرۡبَعَةِ اَيَّامٍؕ سَوَآءً لِّلسَّآٮِٕلِيۡنَ
Wa ja'ala fiihaa rawaa siya min fawqihaa wa baaraka fiihaa wa qaddara fiihaaaa aqwaatahaa fiii arba'ati ayyaamin sawaaa'al lissaaa'iliin
Dan Dia ciptakan padanya gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dan kemudian Dia berkahi, dan Dia tentukan makanan-makanan (bagi penghuni)nya dalam empat masa, memadai untuk (memenuhi kebutuhan) mereka yang memerlukannya.
Juz ke-24
Tafsir
Dan setelah menciptakan bumi, Dia ciptakan pula padanya gunung-gunung yang kokoh di atasnya yang menjadi pasak bagi bumi. Dan kemudian Dia berkahi bumi itu sehingga layak menjadi tempat kehidupan bagi makhluk tumbuhan, hewan, dan manusia, dan Dia pula yang tentukan makanan-makanan bagi para penghuni-nya. Semua itu tercipta dalam empat masa. Penjelasan ini sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang bertanya tentang penciptaan alam raya, serta mereka yang memerlukannya.
Pada ayat ini diterangkan keindahan penciptaan dan hukum-hukum yang berlaku pada bumi. Dia telah menjadikan gunung-gunung di permukaan bumi, ada yang tinggi ada yang sedang, ada yang merupakan dataran tinggi saja, ada yang berapi, dan gunung yang merupakan pasak atau paku bumi. Dengan adanya gunung, permukaan bumi menjadi indah, ada yang tinggi dan ada yang rendah. Tumbuh-tumbuhan pegunungan pun berbeda dengan tumbuh-tumbuhan yang ada di dataran rendah demikian pula binatang-binatangnya. Dengan adanya gunung-gunung, maka ada sungai-sungai yang mengalir dari dataran tinggi ke dataran rendah, dan akhirnya bermuara ke laut. Seakan-akan gunung itu merupakan tempat penyimpanan air yang terus-menerus mengalir memenuhi keperluan manusia.

Selanjutnya Allah menerangkan bahwa Dia menciptakan bumi ini sebagai tempat yang penuh keberkahan bagi manusia, dan penuh dengan keindahan. Bumi juga dilengkapi dengan segala macam kebutuhan yang diperlukan manusia untuk kelangsungan hidupnya dan keperluan makhluk-makhluk lain. Sejak dari udara yang dihisap setiap saat, makanan-makanan yang diperlukan, tempat-tempat yang sejuk dan nyaman, lautan yang luas, barang tambang yang terpendam di dalam tanah dan banyak lagi nikmat yang lain yang disediakan-Nya yang tidak terhitung macam dan jumlahnya.

Dia pula yang telah menentukan ukuran dan kadar segala sesuatu. Mengadakan makanan yang dapat mengenyangkan sesuai dengan keadaan binatang atau manusia yang memerlukannya. Untuk manusia disediakan padi, gandum, dan sebagainya. Untuk binatang ternak disediakan-Nya rumput dan sebagainya. Betapa banyak jumlah manusia, betapa banyak ikan di laut, burung yang beterbangan, binatang-binatang yang hidup di dalam rimba, semuanya disediakan Allah rezeki dan keperluan hidupnya, sesuai dengan keadaan masing-masing.

Allah menerangkan bahwa Dia menciptakan bumi dan gunung-gunung yang ada padanya dalam dua masa dan menciptakan keperluan-keperluan, makanan, dan sebagainya dalam dua masa pula. Semuanya dilakukan dalam empat masa. Dalam waktu empat masa itu, terciptalah semuanya dan dasar-dasar dari segala sesuatu yang ada di alam ini, sesuai dengan masa dan keadaan dalam perkembangan selanjutnya.

Tafsiran ilmiah empat hari, bisa jadi tercermin empat masa dalam kurun waktu geologi yakni: Proterozoikum, dimana kehidupan masih sangat tidak jelas; Paleozoikum di mana kehidupan mulai jelas yang ditandai antara lain oleh amfibi, reptil, ikan-ikan besar, dan tumbuhan paku; Mesozoikum, kehidupan pertengahan yang ditandai dengan berlimpahnya vegetasi dan binatang laut, antara lain hewan laut, komodo, pohon daun lebar; dan Kenozoikum, kehidupan baru, dimana ditandai oleh banyaknya kehidupan di zaman Kenozoikum yang punah. Pada masa Kenozoikum ditandai oleh munculnya gajah, dan pepohonan semakin berkembang dan paling penting adalah kemunculan manusia.
sumber: kemenag.go.id
Keterangan mengenai QS. Fussilat
Surat Fushshilat terdiri atas 54 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Mu'min. Dinamai Fushshilat (yang dijelaskan) karena ada hubungannya dengan perkataan Fushshilat yang terdapat pada permulaan surat ini yang berarti yang dijelaskan. Maksudnya ayat-ayatnya diperinci dengan jelas tentang hukum-hukum, keimanan, janji dan ancaman, budi pekerti, kisah, dan sebagainya. Dinamai juga dengan Haa Miim dan As Sajdah karena surat ini dimulai dengan Haa Miim dan dalam surat ini terdapat ayat Sajdah.
Nasib Abu Lahab Ditulis Dalam Surat Al-Lahab
Nasib Abu Lahab Ditulis Dalam Surat Al-Lahab

Nasib Abu Lahab ditulis dalam Surat Al-Lahab ayat 1-5. Abu Lahab bin Abdul Muthalib bin Hasyim merupakan salah satu paman Nabi SAW. Nama aslinya adalah Abdul Uzza. Lahab berarti 'yang menyala-nyala.'

Jadwal Puasa Sunnah Agustus 2021 Bertepatan dengan Puasa Asyura
Jadwal Puasa Sunnah Agustus 2021 Bertepatan dengan Puasa Asyura

Jadwal puasa sunnah Agustus 2021 bertepatan dengan Muharram 1442 Hijriyah. Di bulan Muharram terdapat satu hari yang sangat dianjurkan berpuasa yaitu 10 Muharram ('Asyura).

Umar Bin Khattab Marah Saat Paman Nabi Menolak Digusur Demi Perluasan Masjid Nabawi
Umar Bin Khattab Marah Saat Paman Nabi Menolak Digusur Demi Perluasan Masjid Nabawi

Pada saat perluasan Masjid Nabawi, semua bangunan yang ada disekitarnya sudah dibeli kecuali rumah Abbas bin Abdul Muththalib. Khalifah Umar menawari Abbas ganti rugi. Begini jawaban paman Nabi itu.

Kisah Surat Thaha dan Umar Bin Khattab yang Mengagumkan
Kisah Surat Thaha dan Umar Bin Khattab yang Mengagumkan

Kisah Surat Thaha dan Umar Bin Khattab tak pernah bosan untuk diulas mengingat hikmah berharga yang terkandung di dalamnya. Sosok khalifah kedua ini memeluk Islam setelah membaca Surat Thaha.

Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir di Surat Al-Kahfi
Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir di Surat Al-Kahfi

Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir di Surat Al-Kahfi tepatnya di ayat 60-82. Pada ayat ini dijelaskan Allah SWT membimbing Nabi Musa supaya terlepas dari kesombonganya

Ayat Taqwa Khutbah Jumat Surat Ali Imron
Ayat Taqwa Khutbah Jumat Surat Ali Imron

Ayat taqwa khutbah Jumat Surat Ali Imron adalah kalimat yang sering dibaca para khatib ketika naik mimbar. Ayat ini sangat populer karena termasuk satu dari rukun khutbah.

Umar Saja Tak Berani Memindahkan Pancuran Air yang Diletakkan Nabi SAW
Umar Saja Tak Berani Memindahkan Pancuran Air yang Diletakkan Nabi SAW

Umar bin Khattab tidak ingin mengubah-ubah peninggalan Rasulullah SAW. Salah satu contoh adalah pancuran air yang diletakkan Nabi di dekat rumah Abbas bin Abdul Muthalib.

Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak