Ramadhan Melatih Kedermawanan (Bagian 1)

Sabtu, 26 Mei 2018 - 15:00 WIB
Ramadhan Melatih Kedermawanan...
Ramadhan Melatih Kedermawanan (Bagian 1)
A A A
Mahmud Budi Setiawan
Alumni Universitas Al-Azhar Kairo

Salah satu pelajaran paling penting yang terkandung dalam bulan Ramadhan adalah etos kedermawanan. Di bulan penuh berkah ini, jika ditilik dari kisah nabi, para sahabat dan orang-orang saleh setelahnya, nilai ini begitu kuat sehingga contoh kongkret terkait dengannya begitu melimpah.

Nabi Muhammad SAW sendiri misalnya, digambarkan dalam hadits-hadits shahih adalah figur yang berada di garda depan dalam aspek kedermawanan. Anas bin Malik memberi kesaksian, “Rasulullah adalah orang yang paling berani dan sangat dermawan.” (Al-Bukhari, Muslim).

Kedermawanan beliau semakin melejit di bulan Ramadhan sebagaimana yang termaktub dalam “Shahiih” Bukhari dan Muslim. Di dalam kitab ini digambarkan bahwa Rasulullah SAW adalah sosok yang sangat dermawan, terlebih di bulan Ramadhan ketika bertemu dengan Jibril di tiap malam.

Dengan sangat puitis, kedermawan sang nabi digambarkan laksana angin yang berhembus. Dalam catatan Ahmad bin Hanbal ada tambahan menarik: siapapun yang meminta sesuatu kepada beliau di bulan suci ini pasti diberi. Pada realita sehari-hari, memang selama beliau punya, tidak pernah menolak permintaan siapapun.

Begitu pentingnya nilai kedermawanan ini, tak lupa beliau tuangkan dalam pesan verbal, “Barangsiapa yang memberi makan (untuk berbuka) bagi orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahalah orang yang berpuasa tanpa mengurangi ganjaran puasanya sedikit pun.” (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Bila dibahasakan dengan bahasa saat ini adalah berbagi takjil dan makanan berbuka. Para sahabatnya pun meneladani kedermawanan beliau di bulan Ramadhan. Salah satu contohnya adalah Abu Bakar Ash-Siddiq RA. Beliau ini adalah sahabat yang bisa masuk surga dari berbagai pintu. Bapak Aisyah Ra ini adalah sahabat yang terdepan dalam ladang amal kebaikan; terkhusus dalam hal kedermawanan.

Dalam catatan sejarah, beliau pernah menginfakkan seluruh hartanya untuk kepentingan perjuangan Islam. Ketika berpuasa –sebagaimana riwayat Muslim- beliau mampu mengamalkan banyak amalan: menziarahi jenazah, memberi makan orang miskin, menjenguk orang sakit.

Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam tafsirnya (1422: II/176) menyebutkan contoh kedermawanan sahabat lainnya. Figur agung seperti Abdullah bin Umar Ra tidak akan berbuka melainkan bersama anak-anak yatim dan orang-orang miskin. Artinya, setiap hari beliau menyiapkan makanan berbuka untuk anak-anak yatim dan orang-orang miskin.

Orang-orang setelah para sahabat juga mempraktikkan kedermawanan di bulan Ramadhan. Dalam sejarah digambarkan bahwa sosok agung sekaliber Imam Az-Zuhri ketika memasuki bulan Ramadhan, beliau berujar, “Bulan Ramadhan adalah bulan untuk membaca Alquran dan berbagi makanan.” (Ibnu Rajab, 2004: 171). (Bersambung ke Bagian 2)
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
5 Wasiat Nabi Adam kepada...
5 Wasiat Nabi Adam kepada Putranya Nabi Syith
Hikmah Ramadhan: Perempuan...
Hikmah Ramadhan: Perempuan Pezina yang Bertobat Akhirnya Disalatkan Nabi
Kisah Rasulullah SAW...
Kisah Rasulullah SAW Bersama 10.000 Pasukan Bebaskan Mekkah di Bulan Ramadhan
Pemuda Tajir Itu Memilih...
Pemuda Tajir Itu Memilih Memeluk Islam dan Menjadi Miskin
Penghulu Wanita di Surga,...
Penghulu Wanita di Surga, Sayyidah Fatimah Wafat di Bulan Ramadhan
Kisah Rasulullah dan...
Kisah Rasulullah dan Perempuan Tua yang Membenci Beliau
Rekomendasi
Cumi-cumi Raksasa Laut...
Cumi-cumi Raksasa Laut Dalam Lahirkan Spesies Baru yang Lebih Besar
Sebelum Columbus, Abu...
Sebelum Columbus, Abu Bakar Saudara Mansa Musa Telah Temukan Benua Amerika
Patahan Bumi Keluarkan...
Patahan Bumi Keluarkan Gelembung, Ilmuwan Minta Waspadai Bencana Alam Besar
Artikel Terkini
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved