Penyebab Doa Tidak Dikabulkan

Minggu, 27 Mei 2018 - 20:37 WIB
Penyebab Doa Tidak Dikabulkan
Penyebab Doa Tidak Dikabulkan
A A A
Imam Shamsi Ali
Presiden Nusantara Foundation

Dan jika hamba-hambaKu bertanya kepadaMu tentang Aku, sampaikan bahwa Aku sangat dekat. Aku menerima doa siapa yang meminta jika meminta kepadaKu. Maka hendaklah mereka memenuhi ajakanKu dan mengimaniKu. Semoga mereka mendapat petunjuk” (Alquran).

Ada satu hal yang menarik ketika Alquran menyampaikan tentang puasa. Ayat-ayat tentang puasa ada di Surah Al-Baqarah antara 183-187. Tapi menariknya ada satu ayat yang ditempatkan di antara ayat-ayat itu, selintas nampak tidak ada relevansinya dengan puasa itu sendiri. Ayat itu yang saya kutip di awal tulisan ini. Pada ayat itu ada dua poin penting yang di sampaikan oleh Allah SWT kepada hamba-hambaNya.

Pertama, “Dan jika hamba-hamba Aku bertanya kepadamu tentang AKU, sampaikan kalau AKU dekat”. Sebuah penekanan kepada Rasul SAW agar meyakinkan umatnya bahwa Allah itu benar-benar dekat kepada mereka. Tentu penekanan ini sekaligus menandakan perhatian Allah kepada hamba-hambaNya. Perhatian yang menggambarkan kasih sayang (rahmah) Allah SWT.

Pertanyaannya kenapa Kedekatan ini secara khusus diungkapkan di tengah-tengah ayat yang membicarakan puasa? Tentu jawabannya karena memang di sinilah relevansi antara puasa dan kedekatan (al-Qurbah) dengan Allah SWT. Bahwa puasa memang adalah ibadah yang menjadi instrumen terefektif dalam mendekatkan diri kepada sang Khaliq.

Selain memang puasa adalah ibadah yang paling “personal” antara seorang hamba dan Khaliqnya, juga puasa bermakna menekan atau mengesampingkan hawa nafsu duniawi. Dan pengekangan terhadap hawa nafsu inilah yang menjadi kunci kedekatan itu. Kenapa demikian? Karena memang Alquran sendiri mengingatkan bahwa kendala terbesar dalam relasi (salat) dan mengingat Allah (zikr) adalah “berlebihan dalam mencintai dunia”.

Berlebihan yang dikenal dalam bahasa Alquran sebagai “iitsaar al-hayat ad-dunya”. Surah Al-A’la menegaskan: “Beruntungkah dia yang mensucikan diri. Dan mengingat Asma Tuhannya dan salat. Tapi kamu berlebihan dalam hidup dunia. Sedangkan akhirat itu lebih baik bagi kamu” (Alquran).

Kegagalan manusia dalam mengingat Allah dan menegakkan salat (hubungan) denganNya adalah karena hatinya telah tertutupi oleh kecintaan dunia. Cinta dunia yang berlebihan itu menjadikan hatinya kehilangan sensitifitas keilahian, tumpul dalam zikir. Ketika hati telah kehilangan sensitifitas Ilahi, tumpul dalam mengingat Allah, maka dengan mudah terjatuh ke dalam dosa-dosa dan kesalahan.

Dosa-dosa inilah yang kemudian menjadi “hijaab” kedekatan antara seorang hamba dan Rabbnya. Oleh karena puasa memang substansinya mengindahkan hawa nafsu dunia sementara, maka di sinilah relevansinya kenapa puasa menjadi kunci kedekatan dengan Allah SWT (Al-Qurba minallah). Kedua, konsekwensi langsung dari kedekatan adalah “Aku mengabulkan doa hamba yang meminta”.

Maknanya bahwa kedekatan kepada Allah sebagai hasil dari “menahan diri” dari kecintaan dunia yang berlebihan tadi menjadikan doa itu dikabulkan oleh Allah SWT. Memang tidak dapat diingkari bahwa jika seorang hamba berdoa dengan ikhlas dan manis hati, Insya Allah dikabulkan.

Allah menjamin hal itu: “Mintalah kepadaKu, niscaya Aku kabulkan” (Alquran). Yang menjadi masalah kemudian adalah ketika kita berdoa, ada ketidakseriusan meminta. Dengan kata lain meminta tapi terkadang merasa bahwa hasil dari doa itu adalah kita yang menentukan. Atau biasa juga meminta tapi sekaligus mendikte Allah karena inginnya kita yang menentukan hasilnya. Padahal harusnya meminta itu juga berarti tahu diri. Meminta itu bukan memerintah, apalagi memaksa. Di sinilah Allah mengingatkan: “Maka hendaklah mereka memenuhi ajakanKu dan beriman kepadaKu”.

Memenuhi ajakan Allah untuk meminta dan memenuhi prasyarat permintaan itu. Jika anda meminta sesuatu dari atasan anda maka kemungkinan prasyarat untuk dia kabulkan permintaan anda adalah lakukan tugas dengan baik. Jadikah bawahan yang baik, disiplin, rajin, profesional, komitmen, berkarakter, dan seterusnya. Demikian pula ajakan Allah sebagai prasyarat terpenuhinya atau terkabulkannya doa.

Jadilah hamba yang baik, taat, penuh komitmen dan sungguh-sungguh dalam menjalankan ajaranNya. Sebab “bagaimana mungkin doanya dikabulkan jika makanan, minuman, pakaian dan semuanya yang dilakukannya haram” (Hadist). Lalu Allah juga mengingatkan: “Dan hendaklah mereka percaya kepadaKu” (Alquran). Kerap kali kita berdoa tapi setengah hati jika Allah menerima atau tidak. Percayalah Allah itu menyikapi hambaNya sesuai prasangka hamba itu. Kalau prasangka Allah itu jauh, Allah menjadi menjauh. Tapi jika sebaliknya berprasangka Allah dekat, Allah lebih mendekat dari yang disangkakan.

Oleh karenanya “trust” atau percaya dengan kekuasaan dan kemahabijakan Allah dalam memberikan apa yang kita minta adalah prasyarat terkabulkannya doa. Jangan sampai berdoa Tapi bermentalitas superman. Minta tapi merasa yang menentukan adakah diri sendiri.

Kesimpulannya di bulan puasa ini mari perbanyak doa. Karena di bulan inilah kita bermujahadah mendekatkan diri dengan mengesampingkan nafsu duniawi kita. Dan dengan kedekatan itu “doa orang yang berpuasa tidak ditolak” (Al-hadis). Insya Allah!
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Waktu Itu!
Waktu Itu!
Puasa adalah Pembuktian...
Puasa adalah Pembuktian Keimanan - Imam Shamsi Ali
Kembali ke Kehidupan...
Kembali ke Kehidupan Berorientasi Akhirat - Imam Shamsi Ali
Puasa Ramadhan, Jalan...
Puasa Ramadhan, Jalan Menuju Fitrah - Imam Shamsi Ali
Puasa Ramadhan, Jalan...
Puasa Ramadhan, Jalan Menuju Rahmah - Imam Shamsi Ali
Hikmah di Balik Corona,...
Hikmah di Balik Corona, Membangun Kebersamaan Global - Imam Shamsi Ali
Rekomendasi
Ini Prakiraan Cuaca...
Ini Prakiraan Cuaca 31 Provinsi di Indonesia yang Dilintasi Gerhana Matahari
Bagian Matahari yang...
Bagian Matahari yang Belum Pernah Dilihat Manusia Menampakan Wujudnya
Panas Matahari Bisa...
Panas Matahari Bisa Mempengaruhi Aktivitas Gempa Bumi
Artikel Terkini
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Islam Menganjurkan Pernikahan...
Islam Menganjurkan Pernikahan Diumumkan ke Publik, Begini Alasannya!
9 Hadis tentang Pernikahan,...
9 Hadis tentang Pernikahan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Ingin Menikah? Bulan...
Ingin Menikah? Bulan Zulhijjah dan Muharram Jadi Waktu yang Penuh Keberkahan
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Infografis
Beberapa Faktor Penyebab...
Beberapa Faktor Penyebab Tengkorak Kepala Tidak Rata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved