Tausiyah Ramadhan

Puasa Mengajarkan Tawakkal

loading...
Puasa Mengajarkan Tawakkal
Puasa Mengajarkan Tawakkal
Imam Shamsi Ali
Presiden Nusantara Foundation

“Dan barangsiapa yang bertawakkal maka cukuplah Dia (Allah) baginya” (Alquran). Keterbatasan manusia dan dorongan dunia yang tiada batas, seringkali menjadikan manusia kehabisan energi dalam menghadapi hidup itu sendiri.

Di sisi lain manusia sering pula lalai akan realita keterbatasannya. Akhirnya yang terjadi adalah kekecewaan bahkan frustrasi. Dalam pandangan iman alam semesta bergerak tiada henti dalam genggaman sang Pencipta. “Maha Suci Allah yang di tangganNya terletak segala kuasa dan berkuasa atas segala sesuatu” (Alquran).

“Bagi Allah kepemilikan langit dan bumi dan kepadaNya segala sesuatu dikembalikan”. (Alquran).

“Wahai Engkau yang memiliki kerajaan. Engkau memberikan kekuasaan kepada siapa yang Engkau kehendaki. Dan Engkau mengambil kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki. Dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tanganMu segala kebaikan dan sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu” (Alquran).

Semua informasi langit di atas sekaligus menjelaskan akan kenaifan, kelemahan dan keterbatasan makhluk. Bahwa kekuatan, kehebatan dan kesempurnaan semuanya ada dalam genggaman Pencipta, Pemilik dan Pengatur alam semesta.



Di sisi lain manusia diciptakan dengan keinginan yang tiada batas, dengan keterbatasan dirinya dan dunia itu sendiri. Artinya dalam hal keinginan manusia itu tiada batas. Tapi kemampuan dirinya untuk memenuhi keinginan itu terbatas. Dan dunia yang diharapkan untuk memenuhi keinginannya juga terbatas.

Maka jalan satu-satunya bagi manusia dalam merespons realita paradoks dalam hidupnya itu adalah dengan bersandar penuh kepada DIA yang Maha tiada batas (Maha Sempurna). Kesadaran bersandar (rely upon) kepadaNya inilah yang lebih dikenal dalam konsep agama dengan tawakkal.

Konsep tawakkal mengajarkan bahwa segala sesuatu Allah yang menentukan dan karenanya manusia harus menyerahkan sepenuhnya kepadaNya dalam penentuan. Manusia hanya diberikan kebebasan sekaligus kemampuan ikhtiyar. Tapi yang menjatuhlan palu ketentuan tetap Dia yang merajai langit dan bumi.
halaman ke-1
cover top ayah
لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الۡاَرۡضِ‌ؕ وَاِنۡ تُبۡدُوۡا مَا فِىۡۤ اَنۡفُسِكُمۡ اَوۡ تُخۡفُوۡهُ يُحَاسِبۡكُمۡ بِهِ اللّٰهُ‌ؕ فَيَـغۡفِرُ لِمَنۡ يَّشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَنۡ يَّشَآءُ‌ ؕ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ قَدِيۡرٌ
Milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu nyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu sembunyikan, niscaya Allah memperhitungkannya (tentang perbuatan itu) bagimu. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

(QS. Al-Baqarah:284)
cover bottom ayah
preload video