Catatan ke-10 Puasa Ramadhan

Puasa Itu Membangun Keseimbangan

Rabu, 15 Mei 2019 - 21:00 WIB
Puasa Itu Membangun...
Puasa Itu Membangun Keseimbangan
A A A
Imam Shamsi Ali
Presiden Nusantara Foundation

Manusia itu menjadi manusia karena tiga elemen dasar penciptaannya, yang menyatu dalam bangunan hidupnya. Saya menyebut tiga elemen ini sebagai pilar hidup. Manusia tidak menjadi manusia kecuali ketiganya menyatu (integratif) dalam hidupnya.

Jika tidak maka yang terjadi adalah seseorang nampak seperti manusia, tapi sejatinya mereka dalam karakternya berwujud lain. Boleh jadi mereka justeru berwujud 'bagaikan hewan-hewan, bahkan lebih jahat dari hewan-hewan' (Alqur'an).

Ketiga pilar hidup manusia itu adalah jasad, akal, dan ruh. Jasad dibentuk dari tanah liat (thiin), akal terbentuk dengan 'ta’lim' (al-ilm), dan ruh dengan ditiupkannya ruh kesucian (nafkhur ruh). (Baca Juga: Puasa Itu Kunci Terkabulnya Doa)

Ketiganya menyatu secara integratif sebagai pilar kehidupan manusia dalam menjalani hidupnya. Menyatunya ketiga pilar hidup dengan imbang (balance), menjadikan manusia sebagia ciptaan terbaik (ahsana taqwiim), bahkan menjadi makhluk yang termulia (karramna Bani Adam).

Karena posisi ini pula Allah memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepadanya sebagai simbol penghormatan dan pemuliaan.

Kelebihan-kelebihan itu juga yang menjadi dasar utama kenapa manusia menjadi makhluk yang dimuliakan. Dan karena kesempurnaan komposisi ini pula, manusia diberikan tanggung jawab kekhilafahan.

Yaitu tanggung jawab suci dalam membangun dan memakmurkan bumi ini demi terwujudnya kehidupan yang aman, damai, makmur dan berkeadilan.

Islam Agama Alami
Di sisi lain Islam sebagai agama yang sejalan dengan tabiat dasar penciptaan manusia, yang datang untuk menjadi petunjuk hidupnya, sejalan dan senyawa dengan ketiga pilar kehidupan manusia.

Islam tidak datang menjadi racun hidup, bahkan tidak pula menjadi penghalang bagi pengembangan ketiga pilar hidup itu. Untuk kehidulan fisik (materi) manusia, Islam mewajibkan mencari dunia. Tidak seperti yang dipahami secara salah, seolah Islam anti dunia.

Tugas khilafah tadi itulah esensi dasar kenapa Islam memerintahkan manusia untuk membangun dunia ini. Bahwa manusia sebagai 'khalifah' (inni jaa’ilun fil-ardhi khalifah) wajib berusaha keras untuk mewujudkan bumi yang makmur, sejahtera dan damai demi terwujudnya rumah sementara manusia yang nyaman.

Untuk kehidupan akal manusia Islam mewajibkannya untuk menumbuh suburkan pemikiran dan keilmuan. (Baca Juga: Puasa Itu Membangun Kesabaran)

Kata kedua yang paling sering terulang dalam Alquran setelah kata "Al-A’zhom" (Allah) adalah kata yang berkaitan dengan akal manusia. Ilmu, akal, fikir, tadabbur, dan semaknanya diulang di berbagai tempat dalam Alqur'an.

Tentunya yang paling nyata adalah bahwa ayat pertama yang diwahyukan kepada Rasulullah SAW adalah Iqra’ (bacalah).

Dan untuk kehidupan ruhiyah manusia, Allah sejak awal penciptannya maniupkan kesucian itu dalam dirinya. "Dan Kami tiupkan ke dalam diri manusia dari Ruhku".

Ayat ini menggambarkan urgensi spiritualitas manusia, seolah Allah meniupkan ruh-Nya sendiri ke dalam diri manusia.

Untuk menopang kebutuhan ruhiyah ini, semua amalan dalam Islam, baik yang bersifat sosial, apalagi yang memang bersifat ritual, sarat dengan kandungan ruhiyahnya.

Makan misalnya dimulai dengan doa: "Wahai Tuhan berikanlah barokah pada makanan yang Engkau berikan kami dan barokah pada minum kami, dan jagalah kami dari api neraka".

Permintaan "barokah" ketika makan menunjukkan bahwa pada makanan kita itu ada aspek ruhiyahnya. Bukan sekadar kelezatan materinya.

Apalagi memang amalan-amalan ritual. Sudah pasti ditujukan untuk menguatkan kehidupan ruhiyah manusia. Salat yang esensinya adalah "dzikir" atau mengingat Allah adalah amalan yang penuh dengan "spiritual nourishment" (makanan ruh).

Bahaya Melemahnya Ruhiyah
Ketika kehidupan ruhiyah termarjinalkan maka hidup manusia mengalami ketimpangan yang berbahaya. Hidup yang timpang melahirkan kebuasan prilaku. Bahkan lebih buas dari binatang buas sekalipun.

Di sinilah puasa menjadi sesuatu yang berharga mahal. Karena dengan puasa manusia bermujahadah mengembalikan hidupnya ke tabiat dasar itu. Yaitu hidup imbang dalam tiga pilar tadi.

Dengan puasa itu manusia mengesampingkan (menekan) sementara dorongan materinya. Sehingga memberikan ruang kepada aspek ruhiyahnya untuk tumbuh subur kembali.

Sekali lagi, puasa Ramadhan merupakan pupuk yang menumbuh suburkan jiwa, sehingga nilai-nilai keilahian tumbuh kuat. Dengan jiwa yang subur dengan nilai-nilai ilahiyah ini manusia akan menjaga keseimbangan hidupnya. Dengan keseimbangan hidup, prilaku manusia akan terbangun di atas kasih sayang, tenggang rasa, dan cinta. Semoga!
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Puasa adalah Pembuktian...
Puasa adalah Pembuktian Keimanan - Imam Shamsi Ali
Waktu Itu!
Waktu Itu!
Puasa Ramadhan, Jalan...
Puasa Ramadhan, Jalan Menuju Fitrah - Imam Shamsi Ali
Puasa Ramadhan, Jalan...
Puasa Ramadhan, Jalan Menuju Rahmah - Imam Shamsi Ali
Puasa adalah Pembuktian...
Puasa adalah Pembuktian Ketaatan - Imam Shamsi Ali
Puasa Sebagai Pembentuk...
Puasa Sebagai Pembentuk Akhlakul Karimah - Imam Shamsi Ali
Rekomendasi
Fenomena Alam Pusaran...
Fenomena Alam Pusaran Air Menari Terjadi di Italia
5 Mitos Aurora Borealis,...
5 Mitos Aurora Borealis, Roh-Roh di Cahaya Utara!
Jika Sumur Neraka Berpenghuni,...
Jika Sumur Neraka Berpenghuni, Sains Pastikan Bukan Makhluk Sembarangan
Artikel Terkini
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Infografis
7 Ilmuwan Islam Paling...
7 Ilmuwan Islam Paling Berpengaruh Sepanjang Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved