Hajj Journey-8

3 Cara Memulai Ibadah Haji (Bagian 3)

Rabu, 07 Agustus 2019 - 20:26 WIB
3 Cara Memulai Ibadah...
3 Cara Memulai Ibadah Haji (Bagian 3)
A A A
Imam Shamsi Ali
Presiden Nusantara Foundation
Pembimbing haji Nusantara USA

Setelah melakukan Thawaf secara sempurna, jika itu Thawaf haji atau umrah, maka sudah pasti akan diikuti oleh rukun haji selanjutnya. Yaitu melakukan Sa'i antara sofà dan Marwa.

Sa’i berasal dari kata sa'aa-yas'aa-sa'yun yang bermakna usaha keras. Kata ini sangat erat relevansinya dengan sejarah Ibunda nabi Ismail AS, Hajar, untuk menemukan air demi menyelamatkan hidupnya dan anaknya ketika itu.

Setelah beliau ditinggal oleh Ibrahim AS di lembah yang tiada tumbuh-tumbuhan itu, Hajar harus hidup mandiri. Perbekalan seadanya yang dibawa dari Jerusalem dalam perjalanan menuju Mekah itu semakin meminim. Hingga suatu hari perbekalan itupun habis.

Tentu saja Hajar panik. Beliau menengok kiri kanan dan yang nampak hanya gunung bebatuan. Beliau berlari ke salah satu bukit terdekat karena nampak di mata beliau seperti ada air yang mengalir. Bukti itulah yang dikenal "as-Shofa". Ternyata air itu hanya bentuk fatamorgana.

Beliau membalik wajah ke arah ujung di seberang sana. Nampak juga seperti ada air yang mengalir. Beliaupun berjalan ke arah itu (Al-Marwa). Sesampainya di ujung bukit seberang itu ternyata air juga tidak ada. Yang nampak hanya fatamorgana.

Demikian beliau mengelilingi kedua ujung Bukit As-Shofa dan Al-Marwa sebanyak 7 kali. Tiba-tiba saja beliau dikagetkan oleh tangisan bayinya Ismail.

Hajar AS segera berlari ke arah anaknya itu. Dan di luar dugaannya beliau menemukan air mengalir keluar dari bawah telapak kaki sang bayi, Ismail. Saking gembiranya beliau mengumpulkan atau menampung air itu secara bergumam "zumi, zumi". Belakangan di tempat keluarnya air itu terwujud sebuah sumur yang dikenal sumur "zamzam".

Itulah selintas latar belakang historis dari Sa'i yang hingga kini menjadi sebuah ritual baku dalam Islam. Sebuah praktek yang sekaligus membuktikan jika Islam bukan inovasi baru, bukan ciptaan Nabi Muhammad SAW .

Sa'i dimulai dari arah bukit Sofa. Angkat tangan ke arah Ka’bah dan ucapkan: "Bismillah Allahu Akbar". Lalu membaca ayat: "innasshofa walmarwata min sya'arillah. Faman hajjal awi'tamara falaa junaaha alaihi an yatthowafa bihima. Waman tathowwa'a khaeran fahuwa Khaerun lahu. Innallaha syaakirun aliim".

Mulailah berjalan hingga di antara dua lamp hijau di dinding. Pada batas ini pria yang sa'i (wanita tidak) disunnahkan "harwalah" atau lari-lari kecil sambil membaca: "Laa ilaaha illallahu shodaqa wa'dahu, wanashora abdahu, wa aazza jundahu, wa hazamal ahzaaba wahdahu."

Setelah selesai lampu hijau kembali berjalan normal hingga menaiki bukit Marwa seraya kembali membaca ayat yang dibaca di Sofa (innasshofa min sya'arillah....). Lalu berbalik ke arah Sofa seraya angkat tangan ke arah Ka’bah sambil membaca seperti di away di bukit Sofa (Bismillah Allahu Akbar).

Demikian dilakukan hingga tujuh putaran yang nantinya akan berakhir di Marwa. Satu hal yang meringankan para jamaah yang sa’i bahwasanya wudhu tidak disyaratkan. Walaupun para ulama kita menganjurkan untuk melakuian sa'i dalam keadaan suci (wudhu).

Hal lain yang perlu dicatat bahwa sa'i itu hanya bagian dari haji atau Umrah. Jadi tidak ada yang disebut sa'i sunnah. (bersambung)... [Baca Juga: 3 Cara Memulai Ibadah Haji (Bagian 2)]
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Rekomendasi
Astronom Temukan Sinyal...
Astronom Temukan Sinyal Radio Berusia 8 Miliar Tahun
Gunung Berapi Alaska...
Gunung Berapi Alaska Bergemuruh Berulang-ulang usai Tertidur 1 Abad
Misteri Penemuan Kerangka...
Misteri Penemuan Kerangka Manusia Raksasa yang Tak Terpecahkan
Artikel Terkini
9 Hadis tentang Pernikahan,...
9 Hadis tentang Pernikahan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Ingin Menikah? Bulan...
Ingin Menikah? Bulan Zulhijjah dan Muharram Jadi Waktu yang Penuh Keberkahan
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Cerita Unik Khalifah...
Cerita Unik Khalifah Al-Mahdi: Bangun Insfrastruktur Makkah dan Tradisi Parfum di Masjidil Haram
Data Kemenhaj, 6.333...
Data Kemenhaj, 6.333 Jemaah Haji Kembali ke Tanah Air
Infografis
Jadwal Puncak Ibadah...
Jadwal Puncak Ibadah Haji 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved