Hajj Journey-14

Ibadah Sa'i Bangun Kesadaran Bahwa Hidup Adalah Perjuangan

loading...
Ibadah Sai Bangun Kesadaran Bahwa Hidup Adalah Perjuangan
Ibadah Sa'i Bangun Kesadaran Bahwa Hidup Adalah Perjuangan
Imam Shamsi Ali
Presiden Nusantara Foundation
Pembimbing Haji Nusantara USA

Setelah melakukan Thawaf, membangun kesadaran akan tabiat hidup, bahwasanya hidup itu adalah pergerakan dan perputaran. Ketika pergerakan dan perputaran itu berhenti maka terhenti pulalah kehidupan semesta.

Kini, waktunya melakukan Sa'i. Secara bahasa Sa'i berarti usaha. Dengan Sa'i ini jamaah membangun kesadaran penuh bahwa hidup itu adalah perjuangan. Hal ini diekspresikan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya: "Al-hayaatu jihaadun" (hidup itu adalah jihad).

Seperti disebutkan terdahulu bahwa Sa'i ini terkait dengan pencarian air Ibunda Hajar untuk menyambung hidupnya dan anaknya. Pencarian air ini bermakna usaha untuk kehidupan.



Sa'i menggambarkan banyak hal. Salah satunya menjadi karakter dasar Islam bahwa Islam bukan agama apatisme. Di satu sisi mengajarkan jika semua hal, termasuk rezeki ada di tangan Allah. Tapi di sisi lain juga menekankan: "Dan berbuatlah (bekerjalah). Sungguh Allah akan melihat amalmu, dan RasulNya dan orang-orang yang Berlian".

Bekerja menjadi wasilah yang bersifat kewajiban. Berkali-kali amal menjadi perintah sadar dalam Alqur'an. Kita lihat di antaranya: "Maka barangsiapa yang beramal walau sebesar dzarroh dari kebajikan niscaya akan dilihatnya (di akhirat) kelak".

"Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh".



"Dan jika salat telah ditunaikan maka bertebaranlah kamu di atas bumi dan carikan keutamaan (rezeki) Allah".
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
وَاِذَا رَاَيۡتَهُمۡ تُعۡجِبُكَ اَجۡسَامُهُمۡ‌ ؕ وَاِنۡ يَّقُوۡلُوۡا تَسۡمَعۡ لِقَوۡلِهِمۡ‌ ؕ كَاَنَّهُمۡ خُشُبٌ مُّسَنَّدَةٌ   ‌ؕ يَحۡسَبُوۡنَ كُلَّ صَيۡحَةٍ عَلَيۡهِمۡ‌ ؕ هُمُ الۡعَدُوُّ فَاحۡذَرۡهُمۡ‌ ؕ قَاتَلَهُمُ اللّٰهُ‌ اَنّٰى يُـؤۡفَكُوۡنَ
Dan apabila engkau melihat orang-orang munafik, penampilan mereka akan mengagumkanmu. Dan jika mereka berkata, engkau mendengarkan tutur-katanya. Mereka seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa setiap teriakan ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh yang sebenarnya, maka waspadalah terhadap mereka. Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan dari kebenaran?

(QS. Al-Munafiqun:4)
cover bottom ayah
preload video