Hajj Journey-15

Wukuf di Arafah, Momen Menemukan Kembali Jati Diri

loading...
Wukuf di Arafah, Momen Menemukan Kembali Jati Diri
Wukuf di Arafah, Momen Menemukan Kembali Jati Diri
Imam Shamsi Ali
Presiden Nusantara Foundation
Pembimbing Haji Nusantara USA

Pada segala sesuatu ada yang paling mendasar dan menentukan. Bahkan menjadi identitas khusus dari sesuatu itu. Dengannya sesuatu itu teridentifikasi.

Nampaknya ibadah haji secara khusus teridentifikasi dengan ritual wukuf di Arafah. Ini yang kemudian menjadikan baginda Rasulullah SAW bersabda: "Haji itu adalah Arafah".

Arafah menjadi sangat penting dan mendasar karena dengannya manusia akan tersadarkan. Manusia yang gagal Arafah (sadar) adalah manusia yang 'lalai' yang akan dengan mudah dikendalikan oleh diri dan alam sekitarnya.



Konon awal penamaan Arafah itu karena di sanalah awal keyakinan Ibrahim tentang perintah Tuhan untuk menyembelih anaknya. Keyakinan tertinggi tentang sesuatu, khususnya dalam ilmu ladunni, disebut 'ma'rifat'.

Olehnya ketika Ibrahim telah sampai pada tingkatan keyakinan itu, bahwa memang Tuhan memang menyembelih anaknya maka hal itu dinamai 'ma'rifat'. Dan kebetulan bahwa keyakinan penuh itu terjadi di saat beliau berada di padang luas itu. Maka dinamailah padang itu Padang Arafah.

Versi lain dari penamaan ini adalah bahwa ketika Adam dan Hawa diturunkan ke bumi ini mereka terpisah. Mereka saling mencari dan akhirnya ketemu dan saling mengenal sebagai manusia di bumi ini. Pertemuan inilah yang menjadi dasar penamaan Arafah.



Pendapat lain mengaitkan kata Arafah dengan kesalahan Adam memakan buah terlarang. Ketika turun ke atas dunia ini Adam diingatkan oleh malaikat agar mengakui kesalahannya itu.
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
خُذِ الۡعَفۡوَ وَاۡمُرۡ بِالۡعُرۡفِ وَاَعۡرِضۡ عَنِ الۡجٰهِلِيۡنَ
Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang baik, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.

(QS. Al-A’raf:199)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video