Hajj Journey-16

Kisah Nabi Ibrahim Melawan Tipu Daya Setan

loading...
Kisah Nabi Ibrahim Melawan Tipu Daya Setan
Kisah Nabi Ibrahim Melawan Tipu Daya Setan
Imam Shamsi Ali
Presiden Nusantara Foundation
Pembimbing Haji Nusantara USA

Hidup manusia yang alami, suci dan mulia itu seringkali, bahkan menjadi sunnah (aturan) Allah bahwa dalam perjalanannya mengalami berbagai interupsi (gangguan, godaan, tantangan). Di sinilah manusia kemudian terbagi dua. Ada yang "Muhtadiin (tetap berada di atas fitrah) dan ada yang "dhoolliin" (tergelincir dari kefitrahan).

Hal ini sekaligus mengingatkan kita pertarungan antara kebenaran (al-haq) dan kejahatan (al-bathil) sejak awal penciptaan manusia. Adam yang diciptakan dengan karakter kemuliaan lebih itu oleh Allah Iblis diperintah untuk memuliakannya.

Perintah memuliakan itu tersimbolkan oleh perintah Allah kepada Iblis untuk bersujud kepada Adam. "Sujuud ikraam" (pemuliaan) atau "sujuud ihtiram" (penghormatan). Bukan "sujuud ta’abbud" (sujud penyembahan).



Dalam candaan saya biasa mengatakan bahwa sungkeman orang Jawa kepada orang tua itu adalah implementasi perintah Alqur'an. Di mana sang anak bersimpuh menunduk seolah sujud kepada orang tuanya. Menghormati yang lebih tua dengan cara itu secara substansi nampaknya sangat Qur'ani.

Kemuliaan dan kehormatan yang diberikan kepada Adam itu ternyata menjadikan Iblis tumbang. Tumbang ketaatannya yang selama ini setingkat ketaatan Malaikat. Iblis dengan keangkuhannya menolak perintah Tuhan untuk bersujud menghormati Adam AS.

Akibatnya, Iblis terusir dari rahmat Allah. Terusir keluar dari surga yang selama ini didiaminya dengan tenang. Iblis menjadi makhluk yang "rajiim" (terlaknat).



Kejatuhan Iblis itu menjadikannya semakin menjadi-jadi dalam dendam, irihati dan dengki kepada Adam AS. Maka sejak itu pula Iblis bertekad untuk menggoda dan menyesatkan anak cucu Adam.
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
وَكَذٰلِكَ جَعَلۡنَا فِىۡ كُلِّ قَرۡيَةٍ اَكٰبِرَ مُجۡرِمِيۡهَا لِيَمۡكُرُوۡا فِيۡهَا‌ ؕ وَمَا يَمۡكُرُوۡنَ اِلَّا بِاَنۡفُسِهِمۡ وَمَا يَشۡعُرُوۡنَ
Pada setiap negeri, Kami jadikan pembesar-pembesar yang jahat agar melakukan tipu daya di negeri itu. Tapi mereka hanya menipu diri sendiri tanpa menyadarinya.

(QS. Al-An’am:123)
cover bottom ayah
preload video