13 Adab Pernikahan Menurut Hadits Nabi

loading...
13 Adab Pernikahan Menurut Hadits Nabi
13 Adab Pernikahan Menurut Hadits Nabi
Pernikahan adalah sunnatullah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW). Dalam satu hadits yang diriwayatkan Imam Al-Baihaqi, Nabi Muhammad SAW pernah berpesan: Apabila seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.

Keutamaan menikah selain menyempurnakan separuh agama, juga memberikan ketentraman dan ketenangan. Dalam Kitab 'Adabul Islam' dijelaskan seputar adab-adab pernikahan.

Syeikh Ahmad Al-Mishri ('Ulama dari Mesir) menjelaskan adab-adab pernikahan saat menyampaikan tausiyahnya di Srengseng, Jakarta Barat, belum lama ini.

13 Adab-adab Pernikahan:


1. Orang yang Ingin Menikah Hendaklah Salat Istikharah Terlebih Dahulu.
Salat Istikharah dilakukan kapan saja tapi di luar waktu makruh salat. Dari Jabir Bin Abdullah Radhiyallahu ‘Anhu berkata: "Dahulu Rasulullah SAW pernah mengajari kami istikharah dalam memutuskan segala sesuatu, (sebagaimana mengajari kami) surat dalam Alqur'an, Beliau bersabda: Apabila salah seorang di antara kalian hendak melakukan sesuatu (yang membingungkan), maka lakukanlah salat sunnah 2 raka'at -selain salat wajib, kemudian Bacalah doa istikharah dan sebutkan hajat. "Ya Allah, jika menikah dengan yang baik mudahkanlah".

2. Orang yang Ingin Menikahi Wanita Melihat Apa yang Dia Ingin Pandang.

Pandangan yang diperbolehkan dalam Islam, yaitu telapak tangan dan wajah, bukan yang lainnya. Maka yang dianjurkan dilihat yang umum. Maka dianjurkan melihat wanita tidak ditentukan lamanya tergantung kebiasaan. Tidak bertemu tanpa mahram. Apakah diperbolehkan wanita dandan ketika mau bertemu laki-laki tersebut? Kata 'Ulama boleh asal jangan dandan berlebihan. Maka harus make up ringan agar tidak ada penipuan, tidak boleh pakai rambut palsu.

3. Memilih Wanita yang Memiliki Adab.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullaah SAW bersabda: "Wanita dinikahi karena 4 perkara, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung." (HR. Al-Bukhari)



Dari Abdullah bin Umar RA, Rasulullaah SAW bersabda: "Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalehah." (HR. Muslim)

4. Dianjurkan Menikahi Wanita yang Perawan.

Suatu ketika saat pulang dari perang, Jabir bin Abdillah ditanya oleh Rasulullah SAW. "Engkau sudah menikah Jabir?" tanya Rasulullah. "Iya," jawab Jabir. "Perawan ataukah janda?" tanya Rasulullah. "Janda," jawab Jabir.

Nabi kemudian bertanya, "Kenapa tidak menikahi perawan saja? Engkau bisa bermain dengannya dan ia bisa bermain pula denganmu". Jabir menjawab, "Aku ini memiliki adik perempuan yang banyak. Aku menikahi janda agar ada wanita yang merawat, mengurusi dan menyisiri rambut mereka".

Nabi pun menasehatinya, "Adapun jika engkau telah sampai di rumah, maka kumpulilah istrimu, kumpulilah istrimu". (HR. Al-Bukhari dan Muslim)



5. Dianjurkan Menikahi Wanita yang Penyayang.
Dari Anas bin Malik RA berkata, Rasulullah SAW memerintahkan untuk kita menikah dan melarang keras untuk membujang. Nabi SAW bersabda: "Nikahilah wanita yang sangat penyayang dan yang mudah beranak banyak (subur) karena aku akan berbangga dengan kalian di hadapan para Nabi pada hari kiamat." (HR Ibnu Hibban)
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
سُبۡحٰنَ الَّذِىۡ خَلَقَ الۡاَزۡوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنۡۢبِتُ الۡاَرۡضُ وَمِنۡ اَنۡفُسِهِمۡ وَمِمَّا لَا يَعۡلَمُوۡنَ‏
Mahasuci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.

(QS. Yasin:36)
cover bottom ayah
preload video