Syeikh Fikri: Orang yang Istiqamah Lebih Baik dari 1.000 Karamah

loading...
Syeikh Fikri: Orang yang Istiqamah Lebih Baik dari 1.000 Karamah
Syeikh Fikri Thoriq, Dai lulusan Hadhramaut Yaman. Foto/dok MRBJ
Ada banyak definisi tentang istiqamah. Namun secara bahasa, istiqamah berarti tegak, lurus, taat asas, atau kuat dalam pendirian. Secara umum istiqamah terbagi ke dalam tiga macam, yaitu istiqamah dengan lisan, istiqamah dengan hati, dan istiqamah dengan perbuatan.

Orang yang istiqamah adalah mereka yang kuat dalam pendirian dan terus-menerus melakukan ibadah dan ketaatan kepada Allah Ta'ala. Berbahagialah orang yang istiqamah dalam ketaatan, sebab ulama mengatakan "Istiqamah itu lebih baik daripada 1000 karamah". (Baca Juga: Inilah Dua Keutamaan dari Sikap Istiqamah)

Syeikh Fikri Thoriq, Dai lulusan Hadhramaut Yaman menyebutkan keutamaan istiqamahsaat kajian di Masjid Raya Bintaro, Tangerang Selatan belum lama ini. Syeikh Fikri bercerita, ada salah satu sahabatnya yang mengasuh pesantren. Setiap hari Senin, muridnya dilazimkan untuk puasa sunnah Senin kecuali yang lagi sakit. Sementara untuk hari Kamis dia tidak memaksanya, yang mau puasa silakan. Begitulah caranya mendidik muridnya untuk istiqamah.

"Kata Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, Allah Subhanahu wa Ta'ala itu paling suka dengan amal yang dikerjakan terus-menerus walaupun sangat sedikit," kata Syeikh Fikri.



Dari Ummul Mukminin 'Aisyah radhiyallahu 'anha, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

"Amalan yang paling dicintai Allah Ta'ala adalah amalan yang kontiniu (terus-menerus) walaupun itu sedikit." (HR Muslim No 783)



"Jadi jangan awal puasalangsung mau puasa Nabi Daud, tapi nanti setelah berminggu-minggu malah ditinggalkan karena belum kelasnya melakukan puasaDaud. Ada kalanya setan menggoda di saat kita beramal dengan amal saleh. Caranya diajaknya kita ibadah yang bukan kemampuan kita, supaya kita kapok," kata Syeikh Fikri.(Baca Juga: Hati-hati, Inilah Faktor-faktor yang Bisa Merusak Keistiqamahan)
halaman ke-1 dari 2
cover top ayah
وَ اِذۡ اَخَذَ رَبُّكَ مِنۡۢ بَنِىۡۤ اٰدَمَ مِنۡ ظُهُوۡرِهِمۡ ذُرِّيَّتَهُمۡ وَ اَشۡهَدَهُمۡ عَلٰٓى اَنۡفُسِهِمۡ‌ ۚ اَلَسۡتُ بِرَبِّكُمۡ‌ ؕ قَالُوۡا بَلٰى‌ ۛۚ شَهِدۡنَا ‌ۛۚ اَنۡ تَقُوۡلُوۡا يَوۡمَ الۡقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنۡ هٰذَا غٰفِلِيۡنَ
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab, "Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini. (keEsaan Tuhan)".

(QS. Al-A’raf:172)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video