Kisah Bilal dan Adzan Terakhir yang Menggetarkan Madinah

loading...
Kisah Bilal dan Adzan Terakhir yang Menggetarkan Madinah
Kisah Bilal dan Adzan Terakhir yang Menggetarkan Madinah
Bilal bin Rabbah RA, sahabat Nabi berkulit hitam dari Habsyah (Ethiopia) yang memeluk Islam ketika menjadi budak. Beliau dimerdekakan Sayyidina Abu Bakar saat disiksa kafir Quraisy.

Dalam sebuah hadits diceritakan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW), pernah mendengar suara terompa Bilal di surga. "Wahai, Bilal, mengapa engkau mendahuluiku masuk surga? Sesungguhnya ketika aku masuk surga tadi malam (malam Isra'), aku mendengar suara terompamu di hadapanmu".

Bilal menjawab: "Wahai Rasulullah, tidaklah sekali-kali aku menyerukan adzan, melainkan terlebih dahulu aku melakukan salat dua rakaat dan tidak sekali-kali aku mengalami hadast, melainkan aku berwudhu. sesudahnya, kemudian mengerjakan salat dua rakaat sebagai kewajibanku kepada Allah".

Ketika hukum syariat adzan diperintahkan oleh Allah, orang pertama yang disuruh Rasulullah mengumandangkan adzan ialah Bilal bin Rabbah. Ia dipilih karena suaranya sangat merdu dan lantang. Bilal pun dikenal sebagai muadzin pertama dalam Islam.



Posisinya di zaman Nabi tak tergantikan oleh siapapun, kecuali saat perang saja, atau saat keluar kota bersama Nabi. Karena beliau tak pernah berpisah dengan Nabi, kemanapun Nabi pergi.

Dikisahkan, ketika Nabi Muhammad SAW menemui Allah Ta’ala pada awal 11 Hijrah. Sejak itulah Bilal menyatakan diri tidak akan mengumandangkan adzan lagi. Ketika Khalifah Abu Bakar RA memintanya untuk jadi mu'adzin kembali, dengan hati pilu Bilal berkata: "Biarkan aku jadi muadzin Nabi saja. Nabi telah tiada, maka aku bukan muadzin siapa-siapa lagi."

Abu Bakar terus mendesaknya, dan Bilal pun bertanya: "Dahulu, ketika engkau membebaskanku dari siksaan Umayyah bin Khalaf. Apakah engkau membebaskanmu karena dirimu atau karena Allah?" Abu Bakar pun terdiam. "Jika engkau membebaskanku karena dirimu, maka aku bersedia jadi muadzinmu. Tetapi jika engkau dulu membebaskanku karena Allah, maka biarkan aku dengan keputusanku."



Mendengar itu, Abu Bakar pun tak bisa lagi mendesak Bilal untuk kembali mengumandangkan adzan.
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
وَلَا تُصَلِّ عَلٰٓى اَحَدٍ مِّنۡهُمۡ مَّاتَ اَبَدًا وَّلَا تَقُمۡ عَلٰى قَبۡرِهٖ ؕ اِنَّهُمۡ كَفَرُوۡا بِاللّٰهِ وَرَسُوۡلِهٖ وَمَاتُوۡا وَهُمۡ فٰسِقُوۡنَ‏
Dan janganlah engkau (Muhammad) melaksanakan shalat untuk seseorang yang mati di antara orang-orang munafik, selama-lamanya dan janganlah engkau berdiri mendoakan di atas kuburnya. Sesungguhnya mereka ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.

(QS. At-Taubah:84)
cover bottom ayah
preload video