Kecerdasan Ali bin Abi Thalib Ketika Diuji Kaum Khowarij

loading...
Kecerdasan Ali bin Abi Thalib Ketika Diuji Kaum Khowarij
Kecerdasan Ali bin Abi Thalib Ketika Diuji Kaum Khowarij
Ustaz Miftah el-Banjary
Pakar Ilmu Linguistik Arab dan Tafsir Alqur'an


Pada suatu ketika, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) bersabda: أنا مدينة العلم وعلي بابها (Ana madinatul 'ilmi wa 'Aliyyun baabuha) yang artinya "Aku adalah kota ilmu dan Ali pintu masuknya."

Demi membuktikan kebenaran hadis itu, sekelompok orang-orang Khawarij (pengikut Ali Bin Abi Thalib yang keluar meninggalkan barisan) ingin menguji kecerdasan serta keluasan ilmu Sayyidina Ali bin Abi Thalib radhiallahu 'anhu (RA).

Mereka datang secara berkelompok dan menanyakan satu pertanyaan, "Wahai Ali, manakah lebih utama ilmu atau kah harta?"

Sayyidina Ali menjawab: "Ilmu lebih utama dari harta, sebab ilmu warisan para Nabi dan Rasul, sedangkan harta warisan Fir'aun dan Qarun."

Lantas Sayyidina Ali bin Thalib menyitir beberapa ayat Alqur'an dan hadis Rasulullah SAW. Tak lama kemudian, datang lagi kelompok yang lain dengan pertanyaan yang serupa. "Wahai Ali, manakah lebih utama ilmu ataukah harta?"



Sayyidina Ali bin Abi Thalib menjawab: "Ilmu lebih utama dari harta, sebab bertambahnya harta kau akan semakin sulit menjaganya, sedangkan bertambahnya ilmu dia yang akan menjagamu."

Datang lagi kelompok yang lain dengan pertanyaan yang sama. "Wahai Ali manakah lebih utama ilmu ataukah harta?"

Sayyidina Ali bin Abi Thalib menjawab: "Ilmu lebih utama dari harta, sebab bertambahnya harta kau akan bertambah musuh, sedangkan bertambahnya ilmu kau akan bertambah banyak teman, sahabat dan pengikut."

Ada lagi kelompok lain yang mendatangi Sayyidina Ali dengan pertanyaan yang sama. "Wahai Ali manakah lebih utama ilmu atau kah harta?"

Sayyidina Ali bin Abi Thalib menjawab: "Ilmu lebih utama dari harta, sebab harta bisa membuat orang mencuri/korupsi, sedangkan ilmu bisa membuat orang terhindar dari ketamakan, sikap rakus dan kejahatan."

Terakhir, datang kelompok yang berbeda mengajukan pertanyaan yang persis sama. "Wahai Ali manakah lebih utama ilmu ataukah harta?"

Sayyidina Ali pun menjawab: "Ilmu lebih utama dari harta, sebab kelak di hari kiamat, pemilik harta akan berat menghadapi pertanggungjawaban di akhirat, sedangkan orang alim yang berilmu dia akan mampu memberi syafaat".

Sumber:Kitab Al-Mawaizh Al-Ushfuriyah karya Syeikh Muhammad bin Abu Bakar Ushfury.
(rhs)
cover top ayah
وَلَيۡسَتِ التَّوۡبَةُ لِلَّذِيۡنَ يَعۡمَلُوۡنَ السَّيِّاٰتِ‌ ۚ حَتّٰۤى اِذَا حَضَرَ اَحَدَهُمُ الۡمَوۡتُ قَالَ اِنِّىۡ تُبۡتُ الۡـــٰٔنَ وَلَا الَّذِيۡنَ يَمُوۡتُوۡنَ وَهُمۡ كُفَّارٌ ‌ؕ اُولٰٓٮِٕكَ اَعۡتَدۡنَا لَهُمۡ عَذَابًا اَ لِيۡمًا
Dan tobat itu tidaklah diterima Allah dari mereka yang melakukan kejahatan hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, barulah mengatakan, “Saya benar-benar bertobat sekarang.” Dan tidak pula diterima tobat dari orang-orang yang meninggal sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan azab yang pedih.

(QS. An-Nisa:18)
cover bottom ayah
preload video