Wasiat Berharga Ali bin Abi Thalib kepada Kumail bin Ziyad
Senin, 20 Desember 2021 - 11:59 WIB
loading...
Wasiat Ali bin Abi Thalib kepada Kumail bin Ziyad saat mereka duduk berdua. (Foto/Ilustrasi : Getty Images)
A
A
A
Dalam buku "Uyun Al-Hikayat Min Qashash Ash-Shalihin wa Nawodir Az-Zahidin" karya Imam Ibnul Jauzi mengungkap wasiat Khalifah Ali bin Abi Thalib kepada Kumail bin Ziyad. Wasiat tersebut sangat berharga. Kumail bin Ziyad menyampaikan wasiat itu kepada Ali bin Muhammad Al-Madain dan Ali bin Muhammad menceritakan kembali kepada Ahmad bin Ubaid. Berikut kisahnya:
Baca juga: Muawiyah Menangis Mendengar Kesaksian Dhirar bin Dhamrah tentang Ali bin Abi Thalib
Amirul Mukminin Ali bin Thalib memegang tangan Kumail bin Ziyad dan membawanya berjalan menuju Al-Jabban. Pada saat masuk waktu malam, maka beliau duduk dan berkata:
“Wahai Kumail bin Ziyad, hati ini laksana bejana, dan hati yang paling baik adalah yang paling bisa menampung isi," ujar Ali bin Abi Thalib.
"Ingatlah perkataanku ini," kata Amirul Mukminin kemudian. "Manusia ada tiga macam, seorang alim yang Rabbani, seorang yang belajar karena mengharapkan keselamatan, dan orang yang tidak mendapatkan pelajaran yang berperilaku seperti binatang, yang mengikuti setiap ajakan orang dan berubah-ubah sikapnya sesuai arah mata angin. Mereka tidak mendapatkan pencerahan dengan cahaya ilmu pengetahuan. Mereka juga tidak berlindung ke tempat berlindung yang kokoh," lanjutnya.
Hai Kumail bin Ziyad, ujar Amirul Mukminin lagi, ilmu pengetahuan lebih baik dari harta. Karena ilmu pengetahuan akan menjagamu sementara harta harus engkau jaga.
Harta akan berkurang dengan diberikan ke orang lain, sementara ilmu pengetahuan makin kuat dengan diberikan kepada orang lain. Demikian juga ilmu pengetahuan adalah yang berkuasa, sementara harta adalah yang dikuasai.
"Hai Kumail bin Ziyad," ujar Ali bin Abi Thalib menekankan, "kecintaan kepada orang alim adalah agama yang harus dijalankan."
Ilmu pengetahuan membuat orang yang alim menjadi berlaku taat dalam kehidupannya, dan menjadi orang yang dibicarakan dengan baik setelah kematiannya. Sementara nafkah harta akan habis dengan habisnya harta itu.
Baca juga: Kisah Wafatnya Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Pernyataan Pilu Ali bin Abi Thalib
Baca juga: Muawiyah Menangis Mendengar Kesaksian Dhirar bin Dhamrah tentang Ali bin Abi Thalib
Amirul Mukminin Ali bin Thalib memegang tangan Kumail bin Ziyad dan membawanya berjalan menuju Al-Jabban. Pada saat masuk waktu malam, maka beliau duduk dan berkata:
“Wahai Kumail bin Ziyad, hati ini laksana bejana, dan hati yang paling baik adalah yang paling bisa menampung isi," ujar Ali bin Abi Thalib.
"Ingatlah perkataanku ini," kata Amirul Mukminin kemudian. "Manusia ada tiga macam, seorang alim yang Rabbani, seorang yang belajar karena mengharapkan keselamatan, dan orang yang tidak mendapatkan pelajaran yang berperilaku seperti binatang, yang mengikuti setiap ajakan orang dan berubah-ubah sikapnya sesuai arah mata angin. Mereka tidak mendapatkan pencerahan dengan cahaya ilmu pengetahuan. Mereka juga tidak berlindung ke tempat berlindung yang kokoh," lanjutnya.
Hai Kumail bin Ziyad, ujar Amirul Mukminin lagi, ilmu pengetahuan lebih baik dari harta. Karena ilmu pengetahuan akan menjagamu sementara harta harus engkau jaga.
Harta akan berkurang dengan diberikan ke orang lain, sementara ilmu pengetahuan makin kuat dengan diberikan kepada orang lain. Demikian juga ilmu pengetahuan adalah yang berkuasa, sementara harta adalah yang dikuasai.
"Hai Kumail bin Ziyad," ujar Ali bin Abi Thalib menekankan, "kecintaan kepada orang alim adalah agama yang harus dijalankan."
Ilmu pengetahuan membuat orang yang alim menjadi berlaku taat dalam kehidupannya, dan menjadi orang yang dibicarakan dengan baik setelah kematiannya. Sementara nafkah harta akan habis dengan habisnya harta itu.
Baca juga: Kisah Wafatnya Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Pernyataan Pilu Ali bin Abi Thalib
Lihat Juga :