Benarkah Pahala Bacaan Alqur'an Tidak Sampai kepada Mayit? (3)

loading...
Benarkah Pahala Bacaan Alquran Tidak Sampai kepada Mayit? (3)
Benarkah Pahala Bacaan Alqur'an Tidak Sampai kepada Mayit? (3)
Ustaz Muhammad Ajib
Pengajar Rumah Fiqih Indonesia (RFI)
Lulusan Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta Konsentrasi Ilmu Syariah

Salah satu khilafiyah yang sering dibicarakan masyarakat adalah masalah mengirim pahala bacaan Alqur'an untuk mayit. Sebagian kalangan menolaknya dan menghukuminya sebagai perbuatan bid'ah. Sebagian lainnya menganggapnya sesuatu yang dibolehkan dalam agama.

Sebelumnya telah dipaparkan ulama-ulama yang menyatakan bahwa pahala bacaan Alqur'an sampai kepada mayit. [Baca Juga: Benarkah Pahala Bacaan Alqur'an Tidak Sampai kepada Mayit? (2)]

Adapun ulama yang mengatakan bahwa pahala bacaan Alqur'an itu tidak sampai kepada mayit:
1. Al-Imam Ibnu Katsir
Al-Imam Ibnu Katsir berpendapat bahwa pahala bacaan Alqur'an itu tidak sampai kepada mayit. Hal ini beliau jelaskan di dalam kitab beliau yaitu kitab Tafsirul Quranil Adzim atau yang lebih dikenal dengan tafsir ibnu katsir. Ini kutipan perkataan beliau dalam kitab tafsir juz 7 halaman 465 :

"Allah berfirman: 'Dan tidaklah manusia itu mendapatkan sesuatu kecuali dari apa yang dia kerjakan". Maka Imam Syafi'i menyimpulkan bahwa bacaan Alqur'an itu tidak sampai. Karena Rasulullah SAW tidak pernah menganjurkannya. Bahkan para sahabat pun tidak melakukannya. Seandainya itu adalah perkara yang baik pastilah mereka segera melakukannya."



2. Syeikh Bin Bazz
Syeikh bin Bazz mengatakan bahwa pahala bacaan Alqur'an itu tidak sampai kepada mayit karena memang tidak ada dalil yang menjelaskan hal itu. Berikut ini perkataan beliau:

"Adapun bacaan Alqur'an maka para ulama berbeda pendapat. Pendapat yang rojih adalah bahwa bacaan itu tidak sampai kepada mayit. Sebab Nabi tidak pernah melakukannya dan para sahabat pun juga tidak melakukannya."

Pahala Alqur'an tidak sampai, Apakah benar pendapat Imam Asy-Syafi'i?

Jika kita perhatikan redaksi dari Al-Allamah Ibnu Abi Al-Izz Al-Hanafi dan redaksi Al-Imam An-Nawawi ketika menyebutkan pendapat Al-Imam Asy-Syafi'i maka akan kita temukan kalimat "Al-Masyhur min Mazhabi Asy-Syafii". Ternyata jika kita pahami lebih dalam lagi bahwa kalimat 'Al-Masyhur' ini menunjukkan bahwa disana ada qoul Al-Imam Asy-syafii yang tidak masyhur. Nah, qoul yang tidak masyhur inilah nanti dipahami oleh sebagian kalangan ulama syafiiyah bahwa maksud dari qoul nya Al-Imam Asy-Syafii adalah tidak sampai jika tidak diniatkan bacaannya atau tidak dibaca di hadapan si mayit.

Karena begini, justru di kitab yang lain disebutkan bahwa Al-Imam Asy-Syafi'i menganjurkan seseorang untuk membaca Alqur'an di sisi mayit. Hal ini disebutkan oleh Imam An-Nawawi di dalam kitab Riyadhus Sholihin halaman 295 :
باب الدعاء للميت بعد دفنه والقعود عند قبره ساعة للدعاء له والاستغفار والقراءة
قال الشافعي رحمه الله: ويستحب أن يقرأ عنده شيء من القرآن، وإن ختموا القرآن عنده كان حسنا. رياض الصالحين, ص : 295

Artinya:
Bab doa untuk si mayit dan duduk di kuburan untuk berdoa dan memohonkan ampun dan bacaan. Imam Syafii berkata "dan dianjurkan untuk membacakan Alqur'an di sisi mayit, jika sampai khatam maka itu lebih baik".
halaman ke-1
cover top ayah
وَاذۡكُرِ اسۡمَ رَبِّكَ بُكۡرَةً وَّاَصِيۡلًا
Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang.

(QS. Al-Insan:25)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video