Manusia Unggul dalam Pandangan Al-Qur'an (1)

5 Kriteria SDM Unggul Menurut Al-Qur'an

loading...
5 Kriteria SDM Unggul Menurut Al-Quran
5 Kriteria SDM Unggul Menurut Al-Qur'an
Imam Shamsi Ali
Presiden Nusantara Foundation
Pendiri Pesantren Nur Inka Nusantara Madani USA

Manusia itu makhluk ajaib. Makhluk yang sulit ditebak dan dipastikan. Makhluk yang kerap membingungkan. Sehingga seorang penulis terkenal menuliskan manusia sebagai 'the unknown' (makhluk tak dikenal).

Di satu sisi manusia adalah makhluk penuh potensi. Peciptaanya tersempurna (ahsanu taqwiim). Potensi terbesarnya adalah fitrah (fitratallah) yang disempurnakan oleh kemampuan berpikir (allama Aadam).

Dengan fitrahnya manusia memiliki protensi menjadi makhluk terbaik dan mulia. Bahkan lebih mulia dari para malaikat. Dan dengan akalnya manusia bisa menundukkan alam semesta (taskhiir).



Akan tetapi di sisi lain manusia memiliki pintu-pintu kelemahan (dhu'f) yang rentang menjadikannya terjatuh ke dalam lembah kehinaan yang terendah (asfala saafiliin). Manusia dengan kelemahannya bisa menjadi hewani. Bahkan lebih buruk dari hewan (kal-an'aam bal hum adholl).

Pintu kelemahan manusia ada pada dua kemungkinan. Pintu hawa nafsu yang kerap menjebaknya ke dalam lobang kehinaan. Dan pintu dunia yang memiliki daya tipu yang luar biasa. Di kedua kemungkinan lobang itu manusia sering terjatuh ke lomba kehinaannya.

Di sinilah kemudian dengan kasih sayangnya Allah mengutus para nabi dan menurunkan tuntunannya sebagai petunjuk dan pengingat (dzikra) dalam menjaga kemurnian fitrah manusia.



Al-Qur'an adalah kekuatan yang dahsyat. Dengan Al-Qur'an manusia bisa menghadapi (merajut) gejolak nafsunya di satu sisi. Dan dengannya manusia akan mampu menghadapi tipu daya dunia yang keras.
halaman ke-1 dari 4
cover top ayah
وَاِذَا رَاَيۡتَهُمۡ تُعۡجِبُكَ اَجۡسَامُهُمۡ‌ ؕ وَاِنۡ يَّقُوۡلُوۡا تَسۡمَعۡ لِقَوۡلِهِمۡ‌ ؕ كَاَنَّهُمۡ خُشُبٌ مُّسَنَّدَةٌ   ‌ؕ يَحۡسَبُوۡنَ كُلَّ صَيۡحَةٍ عَلَيۡهِمۡ‌ ؕ هُمُ الۡعَدُوُّ فَاحۡذَرۡهُمۡ‌ ؕ قَاتَلَهُمُ اللّٰهُ‌ اَنّٰى يُـؤۡفَكُوۡنَ
Dan apabila engkau melihat orang-orang munafik, penampilan mereka akan mengagumkanmu. Dan jika mereka berkata, engkau mendengarkan tutur-katanya. Mereka seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa setiap teriakan ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh yang sebenarnya, maka waspadalah terhadap mereka. Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan dari kebenaran?

(QS. Al-Munafiqun:4)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video