Cerita Ustaz Yusuf Mansur Ketika Terlilit Utang, Ini Amalannya!

loading...
Cerita Ustaz Yusuf Mansur Ketika Terlilit Utang, Ini Amalannya!
Cerita Ustaz Yusuf Mansur Ketika Terlilit Utang, Ini Amalannya!
Pengasuh Ponpes Darul Qur'an Tangerang, Ustaz Yusuf Mansur bercerita tentang pengalaman hidunya saat pengajian Jalsatul Itsnain Majelis RasulullahJawa Timur di Kota Surabaya, 20 Januari 2020 yang dihadiri Al Habib Idrus bin Muhammad Alaydrus. Pengalaman tersebut sejalan dengan tema ceramahnya "Mustajabnya Doa di Majelis Ilmu".

"Saya ada cerita pas kuliah dulu ya gitu dah majelis Yasin lewat, majelis Tahlil lewat. Pas kuliah tuh majelis ilmu lewat. Pengalaman spritual, kering saat itu. Saya menjelma menjadi pengusaha saat kuliah, jadi jauh dari majelis. Jangankan majelis yang kayak begini, pengajian di kelas aja ditinggal. Saya menganggap remeh ilmu waktu dulu," kata Ustaz YM, panggilan akrab Yusuf Mansur membuka ceritanya di hadapan jamaah Majelis Rasulullah.

Ketika itu, Allah Ta'ala memberi pelajaran dengan usaha yang bangkrut dan memiliki utang Rp1,4 miliar. Lalu beliau mikir apa jalannya supaya bisa keluar dari masalah ini?

"Saya ingat memori ketika kecil mulai beranjak dewasa. Kalau begitu saya balik ngaji lagi, balik nempel sama yang ngaji lagi. Kebetulan guru-guru masih ada jadi saya masih bisa hadir majelis. Semua majelis saya datangin," kata Ustaz YM.



Untuk melunaskan utangnya yang miliran itu, Ustaz YM ternyata tidak mendatangi pasar atau yang ada hubungannya dengan duit. Tetapi, beliau justru memperbanyak hadir di majelis taklim.

"Pikiran saya enteng mau dikabul doa tempatnya majelis ilmu. Jadi saudara-saudara ke sini tuh nyarinya minimal dua yaitu nyari ilmu berkah dan untuk bermunajat (berdoa)," jelasnya. Di setiap majelis, para Malaikat hadir standby untuk mengangkat doa para jamaah yang hadir.

"Dulu nama saya sempat jelek, mau datang ditutup pintu. Akhirnya Majelis di Kwitang (Jakarta Pusat) hadir, walapun cuma nyender (bersandar) yang penting hadir dah. Yang penting nempel sama yang pada ngaji," tuturnya lagi.



Semua urusan tentu dalam kuasa Allah dan DIA berkehendak untuk mengubah apapun seperti yang DIA kehendaki. Allah Ta'ala berfirman:
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Katakanlah: "Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mu lah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala Sesuatu." (QS. Ali-'Imran: 26)
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
اَوَاَمِنَ اَهۡلُ الۡقُرٰٓى اَنۡ يَّاۡتِيَهُمۡ بَاۡسُنَا ضُحًى وَّهُمۡ يَلۡعَبُوۡنَ
Atau apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang pada pagi hari ketika mereka sedang bermain?

(QS. Al-A’raf:98)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video