Wabah Covis-19 di Saat Bulan Haram, Siklus Semesta Alam?

loading...
Wabah Covis-19 di Saat Bulan Haram, Siklus Semesta Alam?
Wabah Covis-19 di Saat Bulan Haram, Siklus Semesta Alam?
Mochammad Sa'dun Masyhur
Holistic Healing Consulting, Expert and Inventor Medical Quran

Keberadaan virus corona di Indonesia telah menjadi realitas, harus diterima semua pihak, dengan segala konsekuensinya. Realitas ini sekaligus mematahkan spekulasi yang beredar luas, bahwa orang Indonesia kebal virus corona. Ungkapan bahwa daerah tropis aman penyebaran virus yang memiliki nama resmi COVID-19 itu adalah tidak benar.

Bagi masyarakat, sangat penting dipahami bahwa wabah penyakit, termasuk COVID-19, adalah suatu fenomena alam biasa. Tidak perlu panik, tetapi tetap butuh kewaspadaan yang tinggi, dan perlu membekali diri dengan pengetahuan yang tepat dan berguna, termasuk informasi bagaimana fenomena alam ini akan berlanjut. Menariknya, Covid-19 mulai menyerang Tanah Air pada bulan Rajab, kemarin.

Lantas, apa hubungannya dengan bulan Rajab, yang disebut sebagai bulan haram, bulan khusus yang dimuliakan?

Siklus Semesta Alam



Dalam ilmu astronomi, rotasi dan revolusi bulan, bumi dan matahari akan berpengaruh terhadap perubahan rasi bintang. Secara kasat mata dapat dirasakan dan dilihat, perbedaan pancaran gemerlap kerlip bintang di langit, perubahan siang-malam, terjadinya gerhana, pasang surut air laut, perbedaan musim dan iklim, serta perubahan arah dan kecepatan angin. Dengan alat sederhana, dapat juga diukur perubahan gravitasi bumi dan perjalanan waktu.

Seluruh perubahan itu kemudian akan mempengaruhi kehidupan seluruh mahluk hidup. Yakni setiap mahluk yang memiliki sel genetik, yang dalam terminologi Al-Qur'an disebut sebagai tiap-tiap yang bernafs (kullu nafsin).

Perubahan itu akan mempengaruhi terhadap seluruh aspek kehidupan: kelahiran, pertumbuhan, perkawinan, pembuahan dan kematian. Itulah sebabnya hanya pada bulan tertentu bunga-bunga bermekaran warna-warni. Kupu-kupu yang beragam jenisnya, tiba-tiba hadir mengepak-epakkan sayapnya yang indah. Atau pohon-pohon tertentu berbuah hanya pada musim tertentu. Dan sekiranya pohon yang sama itu berbuah setiap waktu, rasa buahnya menjadi berbeda-beda.



Dalam kaitanya dengan perhitungan bulan, Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT) telah menetapkan bahwa jumlah bulan dalam satu tahun sebanyak 12 bulan.
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
وَلَنۡ يُّؤَخِّرَ اللّٰهُ نَفۡسًا اِذَا جَآءَ اَجَلُهَا‌ؕ وَاللّٰهُ خَبِيۡرٌۢ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ
Dan Allah tidak akan menunda kematian seseorang apabila waktunya telah datang. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.

(QS. Al-Munafiqun:11)
cover bottom ayah
preload video