Resep Syar'i Syeikh Prof. Dr. Ibrahim bin Amir ar-Ruhailiy

Begini Cara Melindungi Diri dari Virus Corona bagi Muslim

loading...
Begini Cara Melindungi Diri dari Virus Corona bagi Muslim
Begini Cara Melindungi Diri dari Virus Corona bagi Muslim
CENDEKIAWAN Muslim dari Arab Saudi, Syeikh Prof. Dr. Ibrahim bin Amir ar-Ruhailiy, membagikan resep melindungi diri dari serangan virus corona. Dalam tulisannya yang diterjemahkan Muhammad Sulhan berjudul "Pedoman Syar’i Pelindung Diri Dari Wabah Corona" profesor di Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Universitas Islam Madinah untuk bidang aqidah ini menyebut 12 langkah mengatasi bala tersebut. Tiga langkah pertama adalah bertaubat kepada Allah, bertawakal kepada Allah, berdoa dan berlindung kepada Allah, terakhir membentengi diri dengan kalimat zikir dan doa.

"Seraya memohon pertolongan, taufik dan bimbingan dari Allah, diri ini menyampaikan: Pencegahan datangnya penyakit, penanggulangan pasca terjadinya dan cara pengobatannya merujuk kepada beberapa metode berikut," ujarnya.

Bertaubat kepada Allah
Di antara faktor diangkatnya bala’ adalah dengan melakukan sebab-sebab yang telah ditakdirkan oleh Allah. Yaitu dengan meninggalkan dosa, bertaubat dan tunduk dengan penuh kerendahan diri kepada-Nya dalam rangka menghilangkan bala’. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ

"Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. ar-Ra'du: 11)

Allah Ta’ala juga berfirman:



وَمَا أَرْسَلْنَا فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا أَخَذْنَا أَهْلَهَا بِالْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَضَّرَّعُونَ

Dan Kami tidak mengutus seorang Nabi pun kepada suatu negeri (lalu penduduknya mendustakan Nabi itu), melainkan Kami akan timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan agar mereka tunduk dengan merendahkan diri.” (QS. al-Araf: 94)

Ali bin Abi Thalib radhiyaAllahu ‘anhu (RA) mengatakan: “Tidaklah bala’ turun melainkan karena sebab dosa, dan tidaklah akan diangkat melainkan dengan taubat.”

Bertawakal kepada Allah
Bertawakal kepada Allah subhanahu wa ta'ala (SWT) merupakan sebab paling bermanfaat dan paling manjur dalam mewujudkan berbagai keinginan dan menangkal segala yang tidak disukai. Di antara contohnya adalah dalam hal menangkal berbagai penyakit sebelum datangnya dan mendapatkan kesembuhan setelah kedatangannya. Allah Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
ۚ

"Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya". (QS. At-Talaq : 3)

Allah Ta’ala pun berfirman:


ٱلَّذِينَ قَالَ لَهُمُ ٱلنَّاسُ إِنَّ ٱلنَّاسَ قَدْ جَمَعُوا۟ لَكُمْ فَٱخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَٰنًا وَقَالُوا۟ حَسْبُنَا ٱللَّهُ وَنِعْمَ ٱلْوَكِيلُ


"(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung" (QS. Ali Imran: 173).

فَٱنقَلَبُوا۟ بِنِعْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ وَفَضْلٍ لَّمْ يَمْسَسْهُمْ سُوٓءٌ وَٱتَّبَعُوا۟ رِضْوَٰنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ


"Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar". (QS. Ali Imran: 174)

Dari Ibnu Abbas RA ia berkata: “HasbunaAllah wa ni’mal-wakiil : diucapkan Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam (AS) ketika dilemparkan ke dalam api, dan diucapkan Nabi Muhammad SAW ketika orang-orang berkata: “Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kalian, karena itu takutlah kepada mereka,” ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah (sebagai penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.” (QS. Ali Imran: 173)

Meskipun manfaat tawakal begitu besar, tidak sepatutnya meninggalkan ikhtiar dan hanya bersandar kepada tawakal saja. Namun perlu digabungkan antara tawakal dan ikhtiar yang Allah telah jadikan sebagai sebab dalam mewujudkan harapan dan menolak hal-hal yang tidak diinginkan.

Dari Anas bin Malik bahwasanya ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang untanya. Ia berkata: “Wahai Rasulullah, aku ikat unta ini dan bertawakal, ataukah aku lepas dan bertawakal? Beliau SAWmenjawab: “Ikatlah ia dan bertawakallah.”

Berdoa dan Berlindung kepada Allah
Doa adalah senjata bagi seorang mukmin dalam mendatangkan berbagai kebaikan dan kenikmatan, serta menangkal segala keburukan dan musibah. Di antara contohnya adalah dalam hal mendapatkan kesehatan dan keselamatan dari berbagai penyakit. Allah Ta’ala berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادۡعُوۡنِىۡۤ اَسۡتَجِبۡ لَـكُمۡؕ
halaman ke-1
cover top ayah
وَّمَا هُوَ بِقَوۡلِ شَاعِرٍ‌ؕ قَلِيۡلًا مَّا تُؤۡمِنُوۡنَۙ
Dan Al-Qur'an bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya.

(QS. Al-Haqqah:41)
cover bottom ayah
preload video