Arus mudik, PKB usulkan RS berjalan
Minggu, 12 Agustus 2012 - 14:22 WIB
Arus mudik, PKB usulkan RS berjalan
A
A
A
Sindonews.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusulkan adanya mobile clinic and hospital atau Rumah Sakit (RS) berjalan dalam rangka mengantisipasi besarnya potensi orang sakit di tengah kepadatan arus mudik lebaran tahun 2012 ini.
"Jalur jalan mudik yang padat membutuhkan sentuhan pemerintah agar mereka yang bermudik lebih nyaman. Sentuhan bidang pelayanan kesehatan adalah salah satu yang terpenting," kata Ketua DPP PKB Marwan Ja'far di Jakarta, Minggu (12/8/2012).
Marwan menjelaskan, Mobile Hospital atau rumah sakit berjalan tersebut adalah langkah antisipatif yang tidak boleh dianggap remeh. Sebab jumlah pemudik yang sakit dalam perjalanan sangat banyak dan tidak terdeteksi secara baik, lantaran mereka kurang mendapat perhatian. Padahal jumlah orang sakit saat perjalanan mudik boleh jadi lebih nanyak dibanding angka kecelakaan lalu lintas.
"Makanya kita berharap ada rumah sakit berjalan. Fasilitasnya tentu tidak selengkap rumah sakit permanen. Tapi yang penting dalam rumah sakit berjalan ini dilengkapi peralatan secukupnya. Setidaknya jika butuh tindakan medis ringan korban tidak perlu dibawa ke rumah sakit," ujarnya.
Ketua Fraksi PKB di DPR ini memambahkan, dalam rumah sakit berjalan itu harus ada tenaga medis (dokter dan perawat) serta obat-obatan tersedia cukup memadai. Mobile Hospital ini stand by di lokasi strategis yang dilalui arus mudik.
"Misalnya di pertigaan atau perempatan besar. Bisa juga di kawasan tempat istirahat di jalan tol. Dengan demikian pemudik yang sakit bisa langsung tahu kemama mereka harus berobat," terangnya.
Melalui rumah sakit berjalan pula, Marwan melanjutkan, maka arus mudik akan menjadi lancar. Para pemudik tidak harus memaksakan diri berjalan dengan penyakitnya, ataupun berhenti disembarang jalan, karena akan mengakibatkan kemacetan.
"Intinya rumsah sakit berjalan akan menjadi pengawal stamina dan vitalitas para pemudik jika kelelahan atau karena gangguan perjalanan," tegasnya.
"Jalur jalan mudik yang padat membutuhkan sentuhan pemerintah agar mereka yang bermudik lebih nyaman. Sentuhan bidang pelayanan kesehatan adalah salah satu yang terpenting," kata Ketua DPP PKB Marwan Ja'far di Jakarta, Minggu (12/8/2012).
Marwan menjelaskan, Mobile Hospital atau rumah sakit berjalan tersebut adalah langkah antisipatif yang tidak boleh dianggap remeh. Sebab jumlah pemudik yang sakit dalam perjalanan sangat banyak dan tidak terdeteksi secara baik, lantaran mereka kurang mendapat perhatian. Padahal jumlah orang sakit saat perjalanan mudik boleh jadi lebih nanyak dibanding angka kecelakaan lalu lintas.
"Makanya kita berharap ada rumah sakit berjalan. Fasilitasnya tentu tidak selengkap rumah sakit permanen. Tapi yang penting dalam rumah sakit berjalan ini dilengkapi peralatan secukupnya. Setidaknya jika butuh tindakan medis ringan korban tidak perlu dibawa ke rumah sakit," ujarnya.
Ketua Fraksi PKB di DPR ini memambahkan, dalam rumah sakit berjalan itu harus ada tenaga medis (dokter dan perawat) serta obat-obatan tersedia cukup memadai. Mobile Hospital ini stand by di lokasi strategis yang dilalui arus mudik.
"Misalnya di pertigaan atau perempatan besar. Bisa juga di kawasan tempat istirahat di jalan tol. Dengan demikian pemudik yang sakit bisa langsung tahu kemama mereka harus berobat," terangnya.
Melalui rumah sakit berjalan pula, Marwan melanjutkan, maka arus mudik akan menjadi lancar. Para pemudik tidak harus memaksakan diri berjalan dengan penyakitnya, ataupun berhenti disembarang jalan, karena akan mengakibatkan kemacetan.
"Intinya rumsah sakit berjalan akan menjadi pengawal stamina dan vitalitas para pemudik jika kelelahan atau karena gangguan perjalanan," tegasnya.
(mhd)