Ongkos naik, pemudik tetap bertambah
Minggu, 12 Agustus 2012 - 23:08 WIB
Ongkos naik, pemudik tetap bertambah
A
A
A
Sindonews.com - Menjelang arus mudik hampir seluruh perusahaan otobus (PO) menaikkan tarif demi mendapatkan untung hingga 30 persen. Walau demikian, pemudik masih tetap banyak yang menggunakan bus untuk pulang kampung.
Peningkatan pemudik juga mulai terlihat di Terminal Depok. Terlihat dari peningkatan jumlah pembeli tiket bus di sejumlah agen bus.
Salah satu agen bus Patas PO Dewi Sri tujuan Depok–Purwokerto-Pekalongan, Muh mengatakan, kenaikan jumlah penumpang mulai terjadi, bahkan kenaikan mencapai lebih dari dua kali lipat.
"Pada hari biasa, biasanya hanya 20 tempat duduk yang terjual. Kini, 50 tempat duduk saja sudah dipesan. Sebagai antisipasi membludaknya penumpang, kami memberikan alternatif agar mereka memesan kursi terlebih dahulu dan dibayar Down Payment (DP)," terangnya, kepada wartawan di Depok, Minggu (12/8/20120).
Misalnya untuk kelas ekonomi Rp50.000 menjadi Rp65.000, Kenaikan sudah terjadi beberapa hari kemarin.
Salah seorang pemudik Teguh mengatakan, jika kakaknya sengaja pulang lebih awal ke kampungnya yakni, Kuningan untuk menghindari kemacetan arus mudik.
"Lebih baik pulang sekarang. Kalau pulangnya dekat-dekat lebaran, saya nggak membayangkan betapa susahnya nanti di perjalanan," ujar warga Cijantung, Jakarta Timur tersebut.
Wakil Kepala Terminal Kota Depok Ahmad Ali mengatakan, hingga kini belum ada penambahan jumlah angkutan bus mudik. Saat ini tercatat 90 bus yang siap berangkat.
"Itu berasal dari 21 PO. Kenaikan tarif memang sudah mulai terjadi sebesar 30 persen, itu dari masing – masing PO yang menaikkan, nanti kalau dari Dinas Perhubungan baru akan diumumkan besok soal tariff," katanya.
Peningkatan pemudik juga mulai terlihat di Terminal Depok. Terlihat dari peningkatan jumlah pembeli tiket bus di sejumlah agen bus.
Salah satu agen bus Patas PO Dewi Sri tujuan Depok–Purwokerto-Pekalongan, Muh mengatakan, kenaikan jumlah penumpang mulai terjadi, bahkan kenaikan mencapai lebih dari dua kali lipat.
"Pada hari biasa, biasanya hanya 20 tempat duduk yang terjual. Kini, 50 tempat duduk saja sudah dipesan. Sebagai antisipasi membludaknya penumpang, kami memberikan alternatif agar mereka memesan kursi terlebih dahulu dan dibayar Down Payment (DP)," terangnya, kepada wartawan di Depok, Minggu (12/8/20120).
Misalnya untuk kelas ekonomi Rp50.000 menjadi Rp65.000, Kenaikan sudah terjadi beberapa hari kemarin.
Salah seorang pemudik Teguh mengatakan, jika kakaknya sengaja pulang lebih awal ke kampungnya yakni, Kuningan untuk menghindari kemacetan arus mudik.
"Lebih baik pulang sekarang. Kalau pulangnya dekat-dekat lebaran, saya nggak membayangkan betapa susahnya nanti di perjalanan," ujar warga Cijantung, Jakarta Timur tersebut.
Wakil Kepala Terminal Kota Depok Ahmad Ali mengatakan, hingga kini belum ada penambahan jumlah angkutan bus mudik. Saat ini tercatat 90 bus yang siap berangkat.
"Itu berasal dari 21 PO. Kenaikan tarif memang sudah mulai terjadi sebesar 30 persen, itu dari masing – masing PO yang menaikkan, nanti kalau dari Dinas Perhubungan baru akan diumumkan besok soal tariff," katanya.
(mhd)