SBY minta menteri bantu pemudik Lebaran
Senin, 13 Agustus 2012 - 15:15 WIB
SBY minta menteri bantu pemudik Lebaran
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kepada para pembantunya, yakni menteri terkait agar tak menganggap kegiatan mudik menjelang hari raya Idul Fitri (Lebaran) sebagai kegiatan rutin sekali setahun.
"Meskipun kegiatan mudik Lebaran itu berlangsung setiap tahun dan kita juga memiliki pengalaman yang boleh dikatakan lengkap, bagaimana kita mengamankan dan melayani kegiatan mudik Lebaran itu," ujar Presiden dalam sambutannya di sidang kabinet paripurna, Senin (13/8/2012).
Ditambahkan Presiden, mudik Lebaran tidak boleh dianggap sebagai kegiatan rutin tahunan saja. Tetapi juga harus dianggap sesuatu yang penting, karena menyangkut masyarakat banyak. Untuk itu, dibutuhkan antisipasi yang maksimal demi menekan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas.
"Kalau kita anggap sebagai kegiatan rutin, biasanya kita menganggap ah sudah biasa. Dulu juga sudah pernah, bahkan sudah sering. Di sinilah bisa timbul masalah. Karena bisa menggampangkan sesuatu, padahal selalu ada dinamika, ada persoalan baru, ada perkembangan dari kehidupan masyarakat kita," paparnya.
Dalam persoalan mudik, banyak dinamika. Tiap tahunnya, salah satunya yaitu jumlah kendaraan bermotor yang digunakan untuk mudik Lebaran meningkat sangat tajam. Hal itu tentu berdampak pada lalu lintas dan keselamatan mudik.
Oleh karenanya, SBY meminta agar para menteri dan jajaranya membantu masyarakat dalam mengamankan dan melayani mudik Lebaran. "Marilah kita laksanakan tugas kita, tugas yang mulia membantu saudara-saudara kita mengamankan dan melayani bagi yang akan melakukan mudik Lebaran itu," katanya.
"Meskipun kegiatan mudik Lebaran itu berlangsung setiap tahun dan kita juga memiliki pengalaman yang boleh dikatakan lengkap, bagaimana kita mengamankan dan melayani kegiatan mudik Lebaran itu," ujar Presiden dalam sambutannya di sidang kabinet paripurna, Senin (13/8/2012).
Ditambahkan Presiden, mudik Lebaran tidak boleh dianggap sebagai kegiatan rutin tahunan saja. Tetapi juga harus dianggap sesuatu yang penting, karena menyangkut masyarakat banyak. Untuk itu, dibutuhkan antisipasi yang maksimal demi menekan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas.
"Kalau kita anggap sebagai kegiatan rutin, biasanya kita menganggap ah sudah biasa. Dulu juga sudah pernah, bahkan sudah sering. Di sinilah bisa timbul masalah. Karena bisa menggampangkan sesuatu, padahal selalu ada dinamika, ada persoalan baru, ada perkembangan dari kehidupan masyarakat kita," paparnya.
Dalam persoalan mudik, banyak dinamika. Tiap tahunnya, salah satunya yaitu jumlah kendaraan bermotor yang digunakan untuk mudik Lebaran meningkat sangat tajam. Hal itu tentu berdampak pada lalu lintas dan keselamatan mudik.
Oleh karenanya, SBY meminta agar para menteri dan jajaranya membantu masyarakat dalam mengamankan dan melayani mudik Lebaran. "Marilah kita laksanakan tugas kita, tugas yang mulia membantu saudara-saudara kita mengamankan dan melayani bagi yang akan melakukan mudik Lebaran itu," katanya.
(san)