Mudik Lebaran, sopir bus di Depok tes urine
Senin, 13 Agustus 2012 - 18:51 WIB
Mudik Lebaran, sopir bus di Depok tes urine
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan sopir bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Depok, mengikuti tes urine yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Tes urine dilakukan untuk memastikan tidak ada sopir yang mengkonsumsi narkotika selama mengendarai bus.
"Semuanya dites untuk mengetahui apakah sang sopir sedang dalam keadaan lelah, mabuk, atau sakit dalam mengemudikan bus. Penumpang bus antar kota biasanya merasa khawatir, kalau-kalau pengemudi dari bus yang mereka tumpangi dalam keadaan mabuk, sehingga melalui tes ini diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran para penumpang," ujar Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail saat sidak ke Terminal Depok, Senin (13/08/12).
Lebih lanjut, Nur Mahmudi mengimbau, para pemudik untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap ancaman kejahatan atau tindak kriminalitas, seperti hipnotis yang kerap terjadi.
"Jangan menerima makanan atau minuman dari orang yang tidak dikenal, tes dilakukan untuk mengetahui kelayakan sang pengemudi bus, jika dinyatakan sehat maka sopir tersebut layak untuk mengemudikan bus, tetapi jika dalam keadaan tidak sehat atau kelelahan, maka akan dipulangkan untuk istirahat terlebih dahulu dan digantin supir lainnya. Jika ada yang terbukti mengkonsumsi narkoba, maka sopir tersebut akan diserahkan kepada polisi," terangnya.
Selain melakukan pemeriksaan urine para sopir angkot, Pemkot Depok juga membuka posko kesehatan. Posko kesehatan diadakan untuk para pemudik yang memiliki masalah kesehatan, agar mereka dapat berobat.
"Semuanya dites untuk mengetahui apakah sang sopir sedang dalam keadaan lelah, mabuk, atau sakit dalam mengemudikan bus. Penumpang bus antar kota biasanya merasa khawatir, kalau-kalau pengemudi dari bus yang mereka tumpangi dalam keadaan mabuk, sehingga melalui tes ini diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran para penumpang," ujar Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail saat sidak ke Terminal Depok, Senin (13/08/12).
Lebih lanjut, Nur Mahmudi mengimbau, para pemudik untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap ancaman kejahatan atau tindak kriminalitas, seperti hipnotis yang kerap terjadi.
"Jangan menerima makanan atau minuman dari orang yang tidak dikenal, tes dilakukan untuk mengetahui kelayakan sang pengemudi bus, jika dinyatakan sehat maka sopir tersebut layak untuk mengemudikan bus, tetapi jika dalam keadaan tidak sehat atau kelelahan, maka akan dipulangkan untuk istirahat terlebih dahulu dan digantin supir lainnya. Jika ada yang terbukti mengkonsumsi narkoba, maka sopir tersebut akan diserahkan kepada polisi," terangnya.
Selain melakukan pemeriksaan urine para sopir angkot, Pemkot Depok juga membuka posko kesehatan. Posko kesehatan diadakan untuk para pemudik yang memiliki masalah kesehatan, agar mereka dapat berobat.
(san)