Tes urine, 2 sopir bus positif narkoba
Selasa, 14 Agustus 2012 - 12:03 WIB
Tes urine, 2 sopir bus positif narkoba
A
A
A
Sindonews.com - Petugas gabungan dari Kementerian kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat (Jabar) melakukan tes urine terhadap 50 sopir bus di Terminal Cicaheum, Bandung, Jawa Barat (Jabar). Hasilnya, dua sopir bus dinyatakan positif menggunakan narkoba.
Dua sopir bus di Terminal Cicaheum Bandung dinyatakan potitif memakai alkohol dan narkoba. Untuk itu, dua sopir ini diistirahatkan selama angkutan mudik lebaran.
Kepala Terminal Cicaheum Jujun Juanda menjelaskan, dua orang sopir positif tersebut positif menggunakan narkoba dan alkohol. Untuk itu, keduanya akan diistirahatkan selama angkutan mudik lebaran. Sopir yang dinyatakan positif itu dari bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).
"Selain itu, ada yang positif, juga ditemukan tiga pengemudi yang memiliki darah tinggi dan usianya sudah tua di atas 60 tahun. Semuanya ada lima sopir bus yang kita istirahatkan. Mereka dinilai tidak layak menjalankan bus angkutan Lebaran ini," ungkap Jujun menjelaskan kepada wartawan, Selasa (14/8/2012).
Dalam tes urine tersebut dilakukan rangkaian pemeriksaan fisik lainnya. Jika diketahui kondisi tubuh sopir tidak sehat, maka akan diistirahatkan.
"Proses tes ini rutin dilakukan, terutama saat menjalani angkutan mudik Lebaran. Ini untuk menghindari angka kecelakaan lalu lintas yang penyebab di antaranya adalah sopir sedang di bawah pengaruh obat-obatan atau alkohol," paparnya.
Selanjutnya, hasil tes urine tersebut akan diproses kepada aparat berwenang. Selain tes urine, pihaknya juga menyelenggarakan uji kelaikan armada bus. Di antaranya, pemeriksaan terhadap kelengkapan bus seperti alat pemecah kaca saat terjadi kebakaran dan lain-lain.
Dalam uji kelaikan jalan, bus yang ditindak karena kaca depannya retak, ban vulkanisir atau gundul, hingga masalah administrasi surat kelengkapan bus.
Dua sopir bus di Terminal Cicaheum Bandung dinyatakan potitif memakai alkohol dan narkoba. Untuk itu, dua sopir ini diistirahatkan selama angkutan mudik lebaran.
Kepala Terminal Cicaheum Jujun Juanda menjelaskan, dua orang sopir positif tersebut positif menggunakan narkoba dan alkohol. Untuk itu, keduanya akan diistirahatkan selama angkutan mudik lebaran. Sopir yang dinyatakan positif itu dari bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).
"Selain itu, ada yang positif, juga ditemukan tiga pengemudi yang memiliki darah tinggi dan usianya sudah tua di atas 60 tahun. Semuanya ada lima sopir bus yang kita istirahatkan. Mereka dinilai tidak layak menjalankan bus angkutan Lebaran ini," ungkap Jujun menjelaskan kepada wartawan, Selasa (14/8/2012).
Dalam tes urine tersebut dilakukan rangkaian pemeriksaan fisik lainnya. Jika diketahui kondisi tubuh sopir tidak sehat, maka akan diistirahatkan.
"Proses tes ini rutin dilakukan, terutama saat menjalani angkutan mudik Lebaran. Ini untuk menghindari angka kecelakaan lalu lintas yang penyebab di antaranya adalah sopir sedang di bawah pengaruh obat-obatan atau alkohol," paparnya.
Selanjutnya, hasil tes urine tersebut akan diproses kepada aparat berwenang. Selain tes urine, pihaknya juga menyelenggarakan uji kelaikan armada bus. Di antaranya, pemeriksaan terhadap kelengkapan bus seperti alat pemecah kaca saat terjadi kebakaran dan lain-lain.
Dalam uji kelaikan jalan, bus yang ditindak karena kaca depannya retak, ban vulkanisir atau gundul, hingga masalah administrasi surat kelengkapan bus.
(azh)