5 sekawan terancam tak mudik Lebaran
Selasa, 14 Agustus 2012 - 12:15 WIB
5 sekawan terancam tak mudik Lebaran
A
A
A
Sindonews.com - Untuk pemudik yang akan membeli tiket, sebaiknya lebih teliti lagi untuk memeriksa nama yang tertera pada tiket. Pastikan nama yang tertera pada tiket pemudik sesuai dengan identitas.
Apabila tidak berhati-hati, pemudik bisa batal pulang ke kampung halaman. Perlu diketahui, satu tiket perjalanan dengan satu nama penumpang, berlaku hanya untuk satu orang. Jangan sampai pemudik tidak jadi pulang kampung karena hal seperti itu.
Seperti terjadi kepada lima orang sekawan Dedi, Kholil Mustakim, Kurniado, Nanang, Ragil yang hendak pulang kampung ke daerah Cilacap, Jawa Tengah. Mereka harus terpaksa mengelus dada karena ada kesalahan yang dilakukan oleh salah satu minimarket di daerah Sungai Bambu, Jakarta Utara, dalam melakukan penjualan tiket kereta.
Dedi, salah satu korban menjelaskan, kejadian sekitar satu bulan lalu bermula saat dirinya hendak membeli tiket kereta di salah satu minimarket dekat tempat tinggalnya tersebut. Dedi pun hendak memesan tiket untuk keempat orang temannya tersebut.
"Waktu itu antre panjang sekali, sampai akhirnya tiba giliran saya untuk membeli. Saat itu saya diminta hanya satu KTP untuk prosedur penjualan," kata Dedi kepada Sindonews di Stasiun Senen, Jakarta, Selasa (14/8/2012).
Karena KTP yang diserahkan hanya satu, alhasil kelima tiket tersebut tercetak sesuai KTP yang diberikan atas nama Ragil. Namun mereka tidak mau ambil pusing dengan kejadian tersebut. "Ya mau gimana, kondisinya saat itu sedang mengantre panjang," imbuhnya.
Usai membeli di minimarket, Dedi pun kemudian mendatangi Stasiun Senen untuk menukarkan bukti pembayaran tersebut dengan tiket kereta yang akan mengantarkan mereka, seharusnya besok 19 Agustus 2012 malam. Saat itu, mereka pun tidak mendapatkan masalah berarti dengan satu nama di kelima tiket sekawan itu.
Masalah baru timbul saat mereka mendatangi kembali Stasiun Senen hari ini. Pasalnya mereka mendapatkan info bahwa satu tiket hanya berlaku untuk satu nama. "Saya baru dapat info kalau satu tiket untuk satu nama. Makanya saya dan kawan kawan kemari hari ini," tuturnya.
Saat mendatangi Stasiun Senen, ternyata benar, tiket tersebut hanya berlaku untuk satu nama yakni Ragil. Sedangkan ke empat orang lainnya dianggap tidak berhak untuk sisa empat tiket tersebut. "Padahal saya sudah siap-siap untuk pulang," sesalnya.
Saat ini, Dedi beserta ke empat rekannya tengah melakukan komplain ke PT KAI untuk meminta kejelasan tersebut. Besar harapan, permasalahan tersebut cepat terselesaikan dan mereka bisa ke pulang ke kampung halaman mereka bersama.
Apabila tidak berhati-hati, pemudik bisa batal pulang ke kampung halaman. Perlu diketahui, satu tiket perjalanan dengan satu nama penumpang, berlaku hanya untuk satu orang. Jangan sampai pemudik tidak jadi pulang kampung karena hal seperti itu.
Seperti terjadi kepada lima orang sekawan Dedi, Kholil Mustakim, Kurniado, Nanang, Ragil yang hendak pulang kampung ke daerah Cilacap, Jawa Tengah. Mereka harus terpaksa mengelus dada karena ada kesalahan yang dilakukan oleh salah satu minimarket di daerah Sungai Bambu, Jakarta Utara, dalam melakukan penjualan tiket kereta.
Dedi, salah satu korban menjelaskan, kejadian sekitar satu bulan lalu bermula saat dirinya hendak membeli tiket kereta di salah satu minimarket dekat tempat tinggalnya tersebut. Dedi pun hendak memesan tiket untuk keempat orang temannya tersebut.
"Waktu itu antre panjang sekali, sampai akhirnya tiba giliran saya untuk membeli. Saat itu saya diminta hanya satu KTP untuk prosedur penjualan," kata Dedi kepada Sindonews di Stasiun Senen, Jakarta, Selasa (14/8/2012).
Karena KTP yang diserahkan hanya satu, alhasil kelima tiket tersebut tercetak sesuai KTP yang diberikan atas nama Ragil. Namun mereka tidak mau ambil pusing dengan kejadian tersebut. "Ya mau gimana, kondisinya saat itu sedang mengantre panjang," imbuhnya.
Usai membeli di minimarket, Dedi pun kemudian mendatangi Stasiun Senen untuk menukarkan bukti pembayaran tersebut dengan tiket kereta yang akan mengantarkan mereka, seharusnya besok 19 Agustus 2012 malam. Saat itu, mereka pun tidak mendapatkan masalah berarti dengan satu nama di kelima tiket sekawan itu.
Masalah baru timbul saat mereka mendatangi kembali Stasiun Senen hari ini. Pasalnya mereka mendapatkan info bahwa satu tiket hanya berlaku untuk satu nama. "Saya baru dapat info kalau satu tiket untuk satu nama. Makanya saya dan kawan kawan kemari hari ini," tuturnya.
Saat mendatangi Stasiun Senen, ternyata benar, tiket tersebut hanya berlaku untuk satu nama yakni Ragil. Sedangkan ke empat orang lainnya dianggap tidak berhak untuk sisa empat tiket tersebut. "Padahal saya sudah siap-siap untuk pulang," sesalnya.
Saat ini, Dedi beserta ke empat rekannya tengah melakukan komplain ke PT KAI untuk meminta kejelasan tersebut. Besar harapan, permasalahan tersebut cepat terselesaikan dan mereka bisa ke pulang ke kampung halaman mereka bersama.
(san)