KAI hanguskan 6.000 tiket mudik Lebaran
Rabu, 15 Agustus 2012 - 13:33 WIB
KAI hanguskan 6.000 tiket mudik Lebaran
A
A
A
Sindonews.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menghapus 4.100 tiket kereta yang tidak sesuai dengan identitas calon pemudik Lebaran. Tiket itu, diduga berasal dari para calo yang memborong tiket lebih awal.
Humas PT KAI DAOP I Mateta mengatakan, meski sudah menghapus sebanyak 4.100 tiket, pihaknya yakin masih banyak tiket-tiket lainnya yang kemungkinan telah dibeli dari calo.
"Kemungkinan tiket yang bisa kita nyatakan hangus itu mencapai 5.000 sampai 6.000 tiket, karena tidak sesuai dengan identitas penumpang," kata Mateta saat ditemui di Stasiun Senen, Jakarta, Rabu (15/8/2012).
Ditambahkan dia, 4.100 tiket yang telah dihanguskan berasal dari Stasiun Senen. Mateta meyakini, masih akan ada tiket-tiket lainnya yang berasal dari stasiun lain yang kemungkinan datanya akan berbeda dengan data calon penumpang.
"Ini baru Stasiun Senen dan belum lagi nanti kalau ditambah dengan data dari stasiun lainnya yang bisa bertambah lagi," bebernya.
Mateta menegaskan, upaya ini dimaksudkan semata-mata untuk menekan angka calo yang semakin merebak. Dia menjelaskan, pihaknya tidak bermaksud mempersulit para penumpang yang hendak pulang ke kampung halaman mereka.
"Kita secara bertahap melakukan evaluasi. Ini pokoknya untuk menekan calo, maka kita harus menyesuaikan dengan identitas para penumpang," tegasnya.
Humas PT KAI DAOP I Mateta mengatakan, meski sudah menghapus sebanyak 4.100 tiket, pihaknya yakin masih banyak tiket-tiket lainnya yang kemungkinan telah dibeli dari calo.
"Kemungkinan tiket yang bisa kita nyatakan hangus itu mencapai 5.000 sampai 6.000 tiket, karena tidak sesuai dengan identitas penumpang," kata Mateta saat ditemui di Stasiun Senen, Jakarta, Rabu (15/8/2012).
Ditambahkan dia, 4.100 tiket yang telah dihanguskan berasal dari Stasiun Senen. Mateta meyakini, masih akan ada tiket-tiket lainnya yang berasal dari stasiun lain yang kemungkinan datanya akan berbeda dengan data calon penumpang.
"Ini baru Stasiun Senen dan belum lagi nanti kalau ditambah dengan data dari stasiun lainnya yang bisa bertambah lagi," bebernya.
Mateta menegaskan, upaya ini dimaksudkan semata-mata untuk menekan angka calo yang semakin merebak. Dia menjelaskan, pihaknya tidak bermaksud mempersulit para penumpang yang hendak pulang ke kampung halaman mereka.
"Kita secara bertahap melakukan evaluasi. Ini pokoknya untuk menekan calo, maka kita harus menyesuaikan dengan identitas para penumpang," tegasnya.
(san)