Tiga bulan, ratusan calo di Stasiun Senen diamankan
Kamis, 16 Agustus 2012 - 13:22 WIB
Tiga bulan, ratusan calo di Stasiun Senen diamankan
A
A
A
Sindonews.com - Selama tiga bulan belakangan ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah mengamankan ratusan calo yang beroperasi di Stasiun Pasar Senen. PT KAI berupaya mempersempit ruang gerak calo dengan menerapkan sistim boarding pass.
Menurut Humas DAOP I PT KAI Mateta Rizalulhaq, dirinya sudah melakukan upaya maksimal pemberantasan calo di setiap stasiun. Salah satunya adalah dengan sistem boarding pass yang sedang diberlakukan.
Menurutnya, PT KAI sudah berupaya cukup maksimal dalam pemberantasan calo. Namun, dalam beberapa waktu terakhir mereka baru bisa menangkap beberapa orang yang dianggap melakukan upaya percaloan.
“Selama tiga bulan terakhir ini kita sudah mengamankan seratusan orang yang diduga calo,“ kata Mateta saat ditemui di Stasiun Senen, Jakarta, Kamis (16/8/2012).
Para calo ini biasa beroperasi di beberapa tempat yang tak jauh dari loket resmi. Biasanya jika mereka melihat antrean di loket agak panjang, para calo ini akan menawarkan tiketnya.
Umumnya, para calo menjual tiket hanya untuk kelas ekonomi dan ekonomi AC. “Mereka tidak mungkin bisa masuk untuk menjual tiket kelas eksekutif dan bisnis. Faktor keamanan yang sulit menjadi pertimbangan mereka untuk melakukan praktek calo,“ ungkapnya.
Namun, Mateta mengakui dirinya tidak bisa berbuat banyak untuk menindak calo tersebut.
“Kita sudah melakukan cara maksimal, dengan menangkap mereka kemudian kita harus serahkan mereka kepada aparat penegak hukum. Jadi kita tidak bisa mengambil insiatif penegakan hukum,“ jelasnya.
Mateta juga mengatakan, penegak hukum pun ternyata juga mempunyai kesulitan untuk menindak calo tersebut. Pasalnya, ada kelemahan yang selama ini menjadi kesulitan untuk memberi efek jera terhadap para calo.
“Kesulitannya, tidak ada korban yang mau dijadikan saksi. Jadi, susah untuk membuktikan kesalahan calo itu,“ pungkasnya.
Menurut Humas DAOP I PT KAI Mateta Rizalulhaq, dirinya sudah melakukan upaya maksimal pemberantasan calo di setiap stasiun. Salah satunya adalah dengan sistem boarding pass yang sedang diberlakukan.
Menurutnya, PT KAI sudah berupaya cukup maksimal dalam pemberantasan calo. Namun, dalam beberapa waktu terakhir mereka baru bisa menangkap beberapa orang yang dianggap melakukan upaya percaloan.
“Selama tiga bulan terakhir ini kita sudah mengamankan seratusan orang yang diduga calo,“ kata Mateta saat ditemui di Stasiun Senen, Jakarta, Kamis (16/8/2012).
Para calo ini biasa beroperasi di beberapa tempat yang tak jauh dari loket resmi. Biasanya jika mereka melihat antrean di loket agak panjang, para calo ini akan menawarkan tiketnya.
Umumnya, para calo menjual tiket hanya untuk kelas ekonomi dan ekonomi AC. “Mereka tidak mungkin bisa masuk untuk menjual tiket kelas eksekutif dan bisnis. Faktor keamanan yang sulit menjadi pertimbangan mereka untuk melakukan praktek calo,“ ungkapnya.
Namun, Mateta mengakui dirinya tidak bisa berbuat banyak untuk menindak calo tersebut.
“Kita sudah melakukan cara maksimal, dengan menangkap mereka kemudian kita harus serahkan mereka kepada aparat penegak hukum. Jadi kita tidak bisa mengambil insiatif penegakan hukum,“ jelasnya.
Mateta juga mengatakan, penegak hukum pun ternyata juga mempunyai kesulitan untuk menindak calo tersebut. Pasalnya, ada kelemahan yang selama ini menjadi kesulitan untuk memberi efek jera terhadap para calo.
“Kesulitannya, tidak ada korban yang mau dijadikan saksi. Jadi, susah untuk membuktikan kesalahan calo itu,“ pungkasnya.
(ysw)