Uji kelayakan kendaraan belum maksimal
Kamis, 16 Agustus 2012 - 18:40 WIB
Uji kelayakan kendaraan belum maksimal
A
A
A
Sindonews.com - Pemeriksaan kelayakan kendaraan di Terminal Pulogadung dinilai belum maksimal untuk mengetahui seberapa layak bus yang digunakan untuk mengangkut pemudik menuju kota tujuan.
J Ariwibowo, salah seorang penguji kelayakan kendaraan mengatakan, hingga kini pihaknya belum maksimal dalam menguji kelayakan kendaraan yang digunakan untuk mengangkut pemudik di terminal Pulogadung. Pasalnya, banyak faktor yang pada akhirnya membuat tim penguji dan pemeriksa kelayakan kendaraan tidak melakukan tugasnya dengan maksimal.
"Mau bagaimana lagi, kami saja kerja 12 jam. Akhirnya kami sifatnya hanya memeriksa yang penting-penting, dan juga memberikan hanya memberikan imbauan," katanya saat ditemui di Poskotis pemeriksaan kelayakan jalan di Terminal Pulogadung, Jakarta, Kamis (16/8/2012).
Dia mengungkapkan, dalam menguji bus dan kendaraan lain, pihaknya hanya melihat kelayakan rem dari kendaraan yang diperiksanya. Sebab, rem merupakan salah satu faktor penentu keselamatan dari kendaraan.
"Kalau dengan rem, kami tidak ada kompromi. Kalau bermasalah akan kami kembalikan ke PO (Perusahaan Otobus) tersebut," ujarnya.
Menurutnya, hingga kini pihaknya terus melakukan pendekatan kepada para sopir bus, untuk aktif menjaga kelayakan busnya. "Pokoknya kalau masih bisa ditolerir, kita hanya akan imbau. Tapi kalau sudah sangat bermasalah, baru kita tilang atau kembalikan ke PO karena tidak layak jalan," tandasnya.
J Ariwibowo, salah seorang penguji kelayakan kendaraan mengatakan, hingga kini pihaknya belum maksimal dalam menguji kelayakan kendaraan yang digunakan untuk mengangkut pemudik di terminal Pulogadung. Pasalnya, banyak faktor yang pada akhirnya membuat tim penguji dan pemeriksa kelayakan kendaraan tidak melakukan tugasnya dengan maksimal.
"Mau bagaimana lagi, kami saja kerja 12 jam. Akhirnya kami sifatnya hanya memeriksa yang penting-penting, dan juga memberikan hanya memberikan imbauan," katanya saat ditemui di Poskotis pemeriksaan kelayakan jalan di Terminal Pulogadung, Jakarta, Kamis (16/8/2012).
Dia mengungkapkan, dalam menguji bus dan kendaraan lain, pihaknya hanya melihat kelayakan rem dari kendaraan yang diperiksanya. Sebab, rem merupakan salah satu faktor penentu keselamatan dari kendaraan.
"Kalau dengan rem, kami tidak ada kompromi. Kalau bermasalah akan kami kembalikan ke PO (Perusahaan Otobus) tersebut," ujarnya.
Menurutnya, hingga kini pihaknya terus melakukan pendekatan kepada para sopir bus, untuk aktif menjaga kelayakan busnya. "Pokoknya kalau masih bisa ditolerir, kita hanya akan imbau. Tapi kalau sudah sangat bermasalah, baru kita tilang atau kembalikan ke PO karena tidak layak jalan," tandasnya.
(lil)