Pasar tumpah meluber, Pantura padat merayap
Jum'at, 24 Agustus 2012 - 20:00 WIB
Pasar tumpah meluber, Pantura padat merayap
A
A
A
Sindonews.com - Arus balik kendaraan yang melintas di jalur utama Pantura Indramayu menuju Jakarta terus meningkat memasuki H+5, hari ini. Dalam arus balik, sejumlah pasar tumpah menjadi sumber hambatan arus lalu lintas.
Pasar tumpah di kawasan Eretan Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu misalnya, sempat membuat antrean kendaraan mencapai 3 kilometer pada pagi hari. Aktivitas pasar tumpah yang berlangsung saat meningkatnya jumlah arus balik kendaraan membuat arus kendaraan padat merayap.
Kendaraan roda empat menuju Jakarta tetap berada di badan jalan, sedangkan sebagian kendaraan roda dua memilih untuk melaju di bahu jalan.
Sejumlah upaya dilakukan, mulai dari kanalisasi hingga bantuan pengaturan arus dan penyeberangan orang oleh petugas kepolisian untuk mengatasi kepadatan arus kendaraan. Median jalan dibatasi oleh sekat bambu agar penyeberang jalan tidak melintas di sembarang tempat. Kemudian di titik penyeberangan, polisi bertugas untuk menyeberangkan saat orang yang terkumpul dalam jumlah tertentu.
Namun tetap saja, kepadatan aktivitas di titik tersebut membuat laju kendaraan melambat. Saat arus kendaraan tengah padat, kondisi ini membuat antrean kendaraan sulit terhindarkan.
Pasar Eretan ini hanya salah satu dari 10 titik rawan kemacetan yang mendapat perhatian lebih selama arus mudik dan arus balik tahun ini.
Sembilan titik rawan macet lainnya adalah Pasar Sukra, Yogya Patrol, Pasar Parean, Pasar Cilet, Pasar Bangkir, Pasar Jatibarang, Pasar Kertasemaya, dan Pasar Karangampel. Seluruh pasar tersebut memiliki karakter aktivitas yang kurang lebih sama.
Selain pasar, potensi hambatan arus juga berasal dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), rumah makan serta masjid. Kendaraan yang akan masuk ke tempat tersebut membuat kendaraan di belakangnya ikut melambat.
Khusus untuk SPBU, sejumlah petugas polisi ditempatkan agar antrean kendaraan yang mengisi bahan bakar tidak sampai memakan badan jalan. Sebagai catatan, di sepanjang jalur pantura terdapat 23 SPBU, 24 masjid, 18 rumah makan besar. Itu belum dihitung dengan rumah makan berskala kecil, atau tempat istirahat dadakan yang dibuat oleh warga.
Berkaitan dengan arus balik, volume kendaraan diperkirakan masih akan terus meningkat. Data Posko penghitungan Dishubkominfo kabupaten Indramayu menunjukkan, pada Senin 21 Agustus atau H+1, tercatat 57.853 kendaraan melintas ke arah Jakarta.
Angka tersebut meningkat hingga 123.145 pada H+2. Terakhir pada H+3 volume menjadi 167.279 kendaraan, dengan dominasi pengendara roda dua, yaitu 90.234 kendaraan.
Sementara itu total arus kendaraan yang melintas dari arah Cirebon menuju Jakarta sebesar 109.454 kendaraan pada H+4. Sementara itu pada H+5 naik menjadi menjadi 209.134.
"Potensi peningkatan arus kendaraan balik ke Jakarta akan bertambah hingga akhir pekan nanti," ungkap petugas dishubkominfo Kabupaten Indramayu, Yayan Indrayani.
Pasar tumpah di kawasan Eretan Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu misalnya, sempat membuat antrean kendaraan mencapai 3 kilometer pada pagi hari. Aktivitas pasar tumpah yang berlangsung saat meningkatnya jumlah arus balik kendaraan membuat arus kendaraan padat merayap.
Kendaraan roda empat menuju Jakarta tetap berada di badan jalan, sedangkan sebagian kendaraan roda dua memilih untuk melaju di bahu jalan.
Sejumlah upaya dilakukan, mulai dari kanalisasi hingga bantuan pengaturan arus dan penyeberangan orang oleh petugas kepolisian untuk mengatasi kepadatan arus kendaraan. Median jalan dibatasi oleh sekat bambu agar penyeberang jalan tidak melintas di sembarang tempat. Kemudian di titik penyeberangan, polisi bertugas untuk menyeberangkan saat orang yang terkumpul dalam jumlah tertentu.
Namun tetap saja, kepadatan aktivitas di titik tersebut membuat laju kendaraan melambat. Saat arus kendaraan tengah padat, kondisi ini membuat antrean kendaraan sulit terhindarkan.
Pasar Eretan ini hanya salah satu dari 10 titik rawan kemacetan yang mendapat perhatian lebih selama arus mudik dan arus balik tahun ini.
Sembilan titik rawan macet lainnya adalah Pasar Sukra, Yogya Patrol, Pasar Parean, Pasar Cilet, Pasar Bangkir, Pasar Jatibarang, Pasar Kertasemaya, dan Pasar Karangampel. Seluruh pasar tersebut memiliki karakter aktivitas yang kurang lebih sama.
Selain pasar, potensi hambatan arus juga berasal dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), rumah makan serta masjid. Kendaraan yang akan masuk ke tempat tersebut membuat kendaraan di belakangnya ikut melambat.
Khusus untuk SPBU, sejumlah petugas polisi ditempatkan agar antrean kendaraan yang mengisi bahan bakar tidak sampai memakan badan jalan. Sebagai catatan, di sepanjang jalur pantura terdapat 23 SPBU, 24 masjid, 18 rumah makan besar. Itu belum dihitung dengan rumah makan berskala kecil, atau tempat istirahat dadakan yang dibuat oleh warga.
Berkaitan dengan arus balik, volume kendaraan diperkirakan masih akan terus meningkat. Data Posko penghitungan Dishubkominfo kabupaten Indramayu menunjukkan, pada Senin 21 Agustus atau H+1, tercatat 57.853 kendaraan melintas ke arah Jakarta.
Angka tersebut meningkat hingga 123.145 pada H+2. Terakhir pada H+3 volume menjadi 167.279 kendaraan, dengan dominasi pengendara roda dua, yaitu 90.234 kendaraan.
Sementara itu total arus kendaraan yang melintas dari arah Cirebon menuju Jakarta sebesar 109.454 kendaraan pada H+4. Sementara itu pada H+5 naik menjadi menjadi 209.134.
"Potensi peningkatan arus kendaraan balik ke Jakarta akan bertambah hingga akhir pekan nanti," ungkap petugas dishubkominfo Kabupaten Indramayu, Yayan Indrayani.
(hyk)