Tiket KA Ekonomi naik 3 kali lipat
Senin, 27 Agustus 2012 - 17:36 WIB
Tiket KA Ekonomi naik 3 kali lipat
A
A
A
Sindonews.com - Stasiun Kereta Api (KA) Senen akan mengenakan harga tambahan tiga kali lipat kepada para penumpang yang akan membeli tiket untuk kereta ekonomi keberangkatan hari ini.
Kepala Stasiun Senen Udin Saefudin mengatakan, kenaikan tersebut dilakukan karena tiket ekonomi hari ini telah laris terjual. Pihaknya juga mengaku sudah menyiapkan alternatif untuk mengantisipasi hal tersebut dengan konsekuensi adanya biaya tambahan.
"Kami menambahkan gerbong komersil dengan harga tiga kali lipat. Itu untuk mengangkut penumpang yang memesan tiket ekonomi dan mau berangkat hari ini juga," ujar Syaefudin saat ditemui di Stasiun Senen, Jakarta, Senin (27/8/2012).
Syaefudin menjelaskan, kenaikan itu sendiri dikarenakan gerbong tambahan itu dilengkapi dengan fasilitas seperti gerbong ekonomi AC. Dengan alasan itulah, pihaknya pun kemudian membenarkan tindakan untuk menaikan harga tiket tersebut.
"Kalau ekonomi kan flat, jumlahnya dan itu sudah habis. Ekonomi AC kan baru. Wajar dong kita naikkan. Kan dia komersil. Harga tiketnya bisa tiga kali lipat, dari harga tiket biasa. Gerbongnya beda dan pelayanannya beda," jelasnya.
Syaefudin menambahkan, kenaikan harga tersebut memang jauh berbeda. Jika untuk Matar Maja non AC hanya seharga Rp51.000, namun untuk Matar Maja AC, penumpang dipungut biaya mencapai Rp210.000.
Kepala Stasiun Senen Udin Saefudin mengatakan, kenaikan tersebut dilakukan karena tiket ekonomi hari ini telah laris terjual. Pihaknya juga mengaku sudah menyiapkan alternatif untuk mengantisipasi hal tersebut dengan konsekuensi adanya biaya tambahan.
"Kami menambahkan gerbong komersil dengan harga tiga kali lipat. Itu untuk mengangkut penumpang yang memesan tiket ekonomi dan mau berangkat hari ini juga," ujar Syaefudin saat ditemui di Stasiun Senen, Jakarta, Senin (27/8/2012).
Syaefudin menjelaskan, kenaikan itu sendiri dikarenakan gerbong tambahan itu dilengkapi dengan fasilitas seperti gerbong ekonomi AC. Dengan alasan itulah, pihaknya pun kemudian membenarkan tindakan untuk menaikan harga tiket tersebut.
"Kalau ekonomi kan flat, jumlahnya dan itu sudah habis. Ekonomi AC kan baru. Wajar dong kita naikkan. Kan dia komersil. Harga tiketnya bisa tiga kali lipat, dari harga tiket biasa. Gerbongnya beda dan pelayanannya beda," jelasnya.
Syaefudin menambahkan, kenaikan harga tersebut memang jauh berbeda. Jika untuk Matar Maja non AC hanya seharga Rp51.000, namun untuk Matar Maja AC, penumpang dipungut biaya mencapai Rp210.000.
(san)