Kisah Lahirnya Ali bin Abi Thalib di Bulan Rajab: Nama Sebelumnya Bermakna Singa
Jum'at, 03 Februari 2023 - 10:18 WIB
Ali berkata, “Tetapi, dia meninggal dalam keadaan musyrik.”
Rasul tetap berkata, “Pergilah, kuburkan dia!”
Setelah menguburkannya, Ali pun mendatangi Nabi dan beliau bersabda, "Pergilah, mandilah engkau. Janganlah berbuat sesuatu sampai engkau datang kepadaku."
Ali kemudian mandi dan kembali mendatangi beliau. Ali melihat beliau berdoa dengan beberapa doa yang ia tidak suka apabila doa itu diganti dengan seluruh kekayaan yang ada di permukaan bumi.
Baca juga: Kisah Detail Ashhabul Kahfi Berdasar Cerita Ali bin Abu Thalib
Tidur di Atas Pembaringan Nabi
Pada suatu malam, tatkala kaum kafir Quraisy mengepung rumah Nabi SAW, Rasulullah SAW berkata kepada Ali, “Tidurlah di pembaringanku. Tutuplah tubuhmu dengan selimut hijauku.Tidurlah dengan mengenakannya. Sesungguhnya tidak akan terjadi sesuatu hal buruk kepadamu dari mereka.”
Ali pun kemudian tidur di pembaringan Rasulullah SAW. Sementara itu, kaum Quraisy berselisih dan masih berdebat tentang siapa yang akan menyerang pemilik pembaringan dan menangkapnya hingga shubuh tiba.
Namun, mereka mendapati yang tertidur adalah Ali! Mereka pun gencar menanyainya, tetapi Ali menjawab, “Tidak tahu.” Maka, sadarlah mereka bahwa Muhammad SAW telah lolos.
Mereka pun menimpakan kemarahan kepada Ali dan memukulinya, lalu membawanya ke Masjid Al-Haram serta mengurungnya selama beberapa saat, kemudian meninggalkannya.
Ali menahan semua penderitaan yang dialaminya untuk membela agama Allah SWT. Namun, ketika mengetahui bahwa Rasulullah SAW selamat, kegembiraan di dalam hatinya jauh lebih besar daripada semua rasa sakit dan derita yang menerpa tubuhnya.
Oleh karena itulah, dia tidak menjadi lemah dan putus asa. Dia justru semakin bersikukuh tutup mulut tentang keberadaan Rasulullah SAW.
Ali kemudian tinggal di Mekkah selama beberapa hari. Dia berkeliling menelusuri setiap jalan untuk menemui para pemilik barang yang pernah menitipkan barangnya kepada Rasulullah SAW. Setelah semua amanat ditunaikan, sehingga terbebaslah tanggungan Rasulullah SAW, Ali pun bersiap pergi menyusul Rasulullah Saw., setelah tiga malam dia habiskan di Mekkah.
Baca juga: Jalaluddin Rumi: Ketika Musuh Meludahi Wajah Ali bin Abu Thalib
Rasul tetap berkata, “Pergilah, kuburkan dia!”
Setelah menguburkannya, Ali pun mendatangi Nabi dan beliau bersabda, "Pergilah, mandilah engkau. Janganlah berbuat sesuatu sampai engkau datang kepadaku."
Ali kemudian mandi dan kembali mendatangi beliau. Ali melihat beliau berdoa dengan beberapa doa yang ia tidak suka apabila doa itu diganti dengan seluruh kekayaan yang ada di permukaan bumi.
Baca juga: Kisah Detail Ashhabul Kahfi Berdasar Cerita Ali bin Abu Thalib
Tidur di Atas Pembaringan Nabi
Pada suatu malam, tatkala kaum kafir Quraisy mengepung rumah Nabi SAW, Rasulullah SAW berkata kepada Ali, “Tidurlah di pembaringanku. Tutuplah tubuhmu dengan selimut hijauku.Tidurlah dengan mengenakannya. Sesungguhnya tidak akan terjadi sesuatu hal buruk kepadamu dari mereka.”
Ali pun kemudian tidur di pembaringan Rasulullah SAW. Sementara itu, kaum Quraisy berselisih dan masih berdebat tentang siapa yang akan menyerang pemilik pembaringan dan menangkapnya hingga shubuh tiba.
Namun, mereka mendapati yang tertidur adalah Ali! Mereka pun gencar menanyainya, tetapi Ali menjawab, “Tidak tahu.” Maka, sadarlah mereka bahwa Muhammad SAW telah lolos.
Mereka pun menimpakan kemarahan kepada Ali dan memukulinya, lalu membawanya ke Masjid Al-Haram serta mengurungnya selama beberapa saat, kemudian meninggalkannya.
Ali menahan semua penderitaan yang dialaminya untuk membela agama Allah SWT. Namun, ketika mengetahui bahwa Rasulullah SAW selamat, kegembiraan di dalam hatinya jauh lebih besar daripada semua rasa sakit dan derita yang menerpa tubuhnya.
Oleh karena itulah, dia tidak menjadi lemah dan putus asa. Dia justru semakin bersikukuh tutup mulut tentang keberadaan Rasulullah SAW.
Ali kemudian tinggal di Mekkah selama beberapa hari. Dia berkeliling menelusuri setiap jalan untuk menemui para pemilik barang yang pernah menitipkan barangnya kepada Rasulullah SAW. Setelah semua amanat ditunaikan, sehingga terbebaslah tanggungan Rasulullah SAW, Ali pun bersiap pergi menyusul Rasulullah Saw., setelah tiga malam dia habiskan di Mekkah.
Baca juga: Jalaluddin Rumi: Ketika Musuh Meludahi Wajah Ali bin Abu Thalib
(mhy)
Lihat Juga :