Kisah Lahirnya Ali bin Abi Thalib di Bulan Rajab: Nama Sebelumnya Bermakna Singa

Jum'at, 03 Februari 2023 - 10:18 WIB
Nabi SAW menjawab, “Inilah agama Allah dan untuk itu Dia mengutus utusan-Nya. Aku mengajak engkau untuk masuk ke jalan Allah Yang Maha Esa, yang tidak ada sekutu bagi-Nya, dan hendaklah engkau kafir kepada patung Latta dan Uzza.”

Ali berkata, “Sesungguhnya ajakan ini sama sekali belum pernah aku dengar sampai hari ini. Karena itu, aku harus berunding dengan ayahku, Abu Thalib. Sebab, aku tidak dapat memutuskan sesuatu tanpa dia.”

Kala itu, Nabi SAW mencegahnya karena khawatir kabar ajarannya akan menyebar sebelum diperintahkan Allah untuk disiarkan. Beliau berkata, "Ali, jika engkau belum mau masuk Islam, sembunyikanlah dahulu kabar ini!"

Suatu malam, Allah SWT membukakan pintu hati Ali untuk masuk Islam. Dia segera menemui Nabi dan berkata, “Bagaimanakah ajakan yang engkau tawarkan itu, Muhammad?”

Nabi menjawab, “Hendaklah engkau bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Allah dan tidak ada sekutu bagiNya dan hendaklah engkau kafir terhadap patung Latta dan Uzza.” ‘Ali pun menerima Islam, tetapi masih merahasiakan kepada ayahnya.

Baca juga: Ini Mengapa Ali Bin Abu Thalib Ditinggalkan Banyak Pengikutnya

Sebagian ulama menyatakan apabila telah datang waktu sholat, Rasulullah SAW keluar menuju syi‘b Kota Mekkah. Ali ibn Abi Thalib pun turut bersama beliau. Dia keluar dengan sembunyi-sembunyi karena khawatir diketahui oleh ayahnya, Abu Thalib, paman-pamannya, dan warga lainnya. Di sana, mereka berdua melakukan sholat. Jika waktu petang tiba, mereka kembali ke sana dan berdiam selama beberapa waktu.

Suatu hari, Abu Thalib memergoki mereka tengah melakukan sholat. Lalu Abu Thalib bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai anak saudaraku, agama apa yang engkau berpegang dengannya?”

Beliau menjawab, “Wahai Pamanku, ini adalah agama Allah, para malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, dan agama bapak kita, Ibrahim.” Atau sebagaimana sabda beliau, “Allah mengutusku sebagai rasul-Nya membawa agama ini kepada para hamba. Dan engkau, wahai Pamanku, yang paling berhak untuk aku beri nasihat dan aku ajak menuju petunjuk. Engkaulah yang paling wajib untuk mengikutiku dan menolongku atas dakwah ini.”

Abu Thalib berkata, “Wahai anak saudaraku, aku tidak bisa meninggalkan agama nenek moyangku dan adat istiadat yang sudah berlaku. Namun, demi Allah! Tidak akan kubiarkan sesuatu yang tidak kau sukai menimpa dirimu selama aku hidup!”

Para ulama lainnya menyebutkan bahwa Abu Thalib berkata kepada Ali, "Anakku, agama apa yang engkau anut ini?” Ali menjawab, “Wahai Ayah, aku telah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Aku telah membenarkan apa yang dibawanya. Aku telah mengikutinya dan sholat bersamanya.”

Baca juga: Ujian Buat Umar bin Khattab, Ali bin Abu Thalib yang Menjawab

Mendengar itu, Abu Thalib berkata, “Wahai Anakku, Muhammad tidak akan mengajakmu, kecuali pada kebaikan. Maka ikutlah dengannya.”

Tatkala Abu Thalib wafat, Ali ibn Abi Thalib mendatangi Nabi SAW dan berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ayahku telah meninggal.”

Nabi SAW menjawab, “Pergilah, kuburkan dia!”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!