Sultan Selim I, Penguasa Turki Utsmani yang Dijuluki Pelayan Dua Tanah Suci
Minggu, 05 Februari 2023 - 05:10 WIB
Sultan Selim I Yavuz dikenal sebagai pemimpin berpengaruh dalam perluasan wilayah kekuasaan Dinasti Turki Utsmani. Beliau juga digelari pelayan dua Tanah Suci. Foto/dok Turkinesia
Sosok Sultan Selim I mungkin terdengar asing di telinga masyarakat awam. Padahal, beliau termasuk salah satu penguasa Dinasti Turki Utsmani yang sangat berpengaruh di zamannya.
Selim I merupakan Sultan Dinasti Turki Utsmani ke-9 yang berkuasa pada Tahun 1512-1520 M. Watak dan kepribadiannya yang keras dan berapi-api membuatnya dijuluki Yavuz Sultan Selim. Yavuz dimaknai dengan keras, teguh, atau tegas.
Baca Juga: Kisah Sultan Osman Ghazi, Pendiri Dinasti Turki Utsmani
Meski masa jabatannya terbilang singkat, namun kepemimpinannya memberi pengaruh besar dalam sejarah peradaban Islam. Kemenangannya dalam pertempuran Chaldiran berhasil membendung gerakan Syiah yang bangkit seiring menguatnya Wangsa Safawiyah di kawasan Iran sekitarnya.
Kemudian penaklukan Dinasti Mamluk (Mesir) menjadikan kekuasaan Turki Utsmani meluas hingga ke kawasan Syam, Mesir, dan Hijaz (Arab Saudi). Jatuhnya Mamluk menjadikan kepemimpinan di Dua Tanah Suci, Mekkah dan Madinah yang berada di wilayah Hijaz beralih ke tangan Turki Utsmani.
Sultan Selim I kemudian menyandang gelar Ḫadimul Haromain (ادم الحرمين الشريفين) atau pelayan/penjaga Dua Tanah Suci/Haram". Gelar ini diturunkan kepada para penerusnya.
Memilik Watak Keras dan Berapi-api
Mengutip informasi dari Skripsi "Kebijakan Pemerintahan Sultan Salim I" karya Sobari, dari sekian banyak penguasa Turki Utsmani yang pernah memimpin, salah satu yang cukup berpengaruh adalah Selim I.
Beliau merupakan putra dari Bayazid II dan Kul-Bahar Khatun. Sultan Selim I memerintah sejak Tahun 918 H atau sekitar Tahun 1512 M. Dalam riwayat kepemimpinannya, Selim I memiliki julukan Yavuz (bahasa Turki) yang berarti keras. Hal ini didasarkan karena dia tidak segan menyingkirkan orang terdekatnya demi kelangsungan Dinasti Utsmaniyah.
Selim I merupakan Sultan Dinasti Turki Utsmani ke-9 yang berkuasa pada Tahun 1512-1520 M. Watak dan kepribadiannya yang keras dan berapi-api membuatnya dijuluki Yavuz Sultan Selim. Yavuz dimaknai dengan keras, teguh, atau tegas.
Baca Juga: Kisah Sultan Osman Ghazi, Pendiri Dinasti Turki Utsmani
Meski masa jabatannya terbilang singkat, namun kepemimpinannya memberi pengaruh besar dalam sejarah peradaban Islam. Kemenangannya dalam pertempuran Chaldiran berhasil membendung gerakan Syiah yang bangkit seiring menguatnya Wangsa Safawiyah di kawasan Iran sekitarnya.
Kemudian penaklukan Dinasti Mamluk (Mesir) menjadikan kekuasaan Turki Utsmani meluas hingga ke kawasan Syam, Mesir, dan Hijaz (Arab Saudi). Jatuhnya Mamluk menjadikan kepemimpinan di Dua Tanah Suci, Mekkah dan Madinah yang berada di wilayah Hijaz beralih ke tangan Turki Utsmani.
Sultan Selim I kemudian menyandang gelar Ḫadimul Haromain (ادم الحرمين الشريفين) atau pelayan/penjaga Dua Tanah Suci/Haram". Gelar ini diturunkan kepada para penerusnya.
Memilik Watak Keras dan Berapi-api
Mengutip informasi dari Skripsi "Kebijakan Pemerintahan Sultan Salim I" karya Sobari, dari sekian banyak penguasa Turki Utsmani yang pernah memimpin, salah satu yang cukup berpengaruh adalah Selim I.
Beliau merupakan putra dari Bayazid II dan Kul-Bahar Khatun. Sultan Selim I memerintah sejak Tahun 918 H atau sekitar Tahun 1512 M. Dalam riwayat kepemimpinannya, Selim I memiliki julukan Yavuz (bahasa Turki) yang berarti keras. Hal ini didasarkan karena dia tidak segan menyingkirkan orang terdekatnya demi kelangsungan Dinasti Utsmaniyah.
Lihat Juga :