Usaha Mencari Kebenaran: Jihad, Ittihad dan Mujahadah
Kamis, 09 Februari 2023 - 09:35 WIB
"Dalam kesungguhan mencari dan menemukan jalan itu kita tidak perlu takut membuat kekeliruan, asalkan tak disengaja, karena kekeliruan pun, yang toh tidak akan kita sadari pada saat mengalaminya sendiri, masih akan memberi kebahagiaan, meskipun tidak sepenuhnya," tutur Cak Nur.
Inilah makna penegasan Nabi bahwa barangsiapa berusaha dengan sungguh-sungguh, lalu ia menempuh jalan yang (ternyata) benar, ia akan mendapatkan pahala ganda, dan jika (ternyata) keliru, maka ia masih mendapatkan satu pahala (sebuah Hadist terkenal).
Cak Nur menjelaskan sesungguhnya dalam Al-Qur'an dilukiskan bahwa berusaha secara dinamis, mencari dan menemukan jalan ke arah Kebenaran itu sendiri, sudah merupakan sumber mata air pengalaman kebahagiaan yang tinggi.
Al-Qur'an melukiskan bahwa dalam surga, yaitu dalam tempat dan lingkungan pengalaman kebahagiaan sejati, para penghuninya akan diberi minum yang sejuk dan amat menyegarkan yang airnya diambil dari mata air yang bernama "salsabil-an" atau "sal sabil-an."
Baca juga: Bila Ihsan Diwujudkan Secara Nyata dalam Tasawuf Menurut Cak Nur
Sebuah metafor, alegori atau makna kiasan yang sungguh indah; karena perkataan Arab sal sabil-a itu tidak lain arti harfiahnya ialah "tanyalah jalan".
Mereka (yang bahagia) di sana disajikan minuman dalam piala yang ramuannya ialah zanjabil, dari mata air yang ada, yang disebut salsabil. ( QS al-Insan/76 :17-18)
Inilah makna penegasan Nabi bahwa barangsiapa berusaha dengan sungguh-sungguh, lalu ia menempuh jalan yang (ternyata) benar, ia akan mendapatkan pahala ganda, dan jika (ternyata) keliru, maka ia masih mendapatkan satu pahala (sebuah Hadist terkenal).
Cak Nur menjelaskan sesungguhnya dalam Al-Qur'an dilukiskan bahwa berusaha secara dinamis, mencari dan menemukan jalan ke arah Kebenaran itu sendiri, sudah merupakan sumber mata air pengalaman kebahagiaan yang tinggi.
Al-Qur'an melukiskan bahwa dalam surga, yaitu dalam tempat dan lingkungan pengalaman kebahagiaan sejati, para penghuninya akan diberi minum yang sejuk dan amat menyegarkan yang airnya diambil dari mata air yang bernama "salsabil-an" atau "sal sabil-an."
Baca juga: Bila Ihsan Diwujudkan Secara Nyata dalam Tasawuf Menurut Cak Nur
Sebuah metafor, alegori atau makna kiasan yang sungguh indah; karena perkataan Arab sal sabil-a itu tidak lain arti harfiahnya ialah "tanyalah jalan".
Mereka (yang bahagia) di sana disajikan minuman dalam piala yang ramuannya ialah zanjabil, dari mata air yang ada, yang disebut salsabil. ( QS al-Insan/76 :17-18)
(mhy)
Lihat Juga :