Cara Tarekat Naqsabandiyah Menentukan Awal dan Akhir Bulan Ramadhan

Senin, 27 Februari 2023 - 17:55 WIB
هَلۡ فِىۡ ذٰلِكَ قَسَمٌ لِّذِىۡ حِجۡرٍؕ

"Demi fajar, demi malam yang sepuluh, demi yang genap dan yang ganjil, demi malam apabila berlalu, adakan pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat di terima)bagi orang-orang yang berakal ( QS Al Fajr : 1-5)

Baca juga: Begini Bentuk Hilal dan Cara Melihatnya

Sedangkan metode rukyat pada tarekat ini ada berapa tahap. Untuk menentukan awal bulan Ramdhan, bulan dilihat pada bulan Sya’ban dengan cara melihat bulan pada saat Maghrib. Jika bulan kelihatan setengah, hitungan bulan pada saat itu adalah 8 hari. Maka awal bulan Sya’ban sudah diketahui dengan cara menghitung delapan hari ke belakang.

Sama halnya pada saat Maghrib bulan kembali dilihat pada jam 12 malam. Jika posisi bulan berada di atas kepala, maka hitungan bulan pada saat itu adalah 15 hari, hanya dengan menghitung lima belas hari ke belakang maka awal bulan Sya’ban sudah di ketahui.

Jika awal Sya’ban sudah di ketahui maka untuk menentukan awal Ramadhan dengan cara menghitung 29 hari dari awal Sya’ban. Karena diyakini bulan Sya’ban selalu jumlah harinya 29 hari dan Ramadhan 30 hari.

Di samping itu juga cara melihat bulan, seperti malam ke-20 mereka melihat di waktu fajar ternyata bulan setengah lingkaran. Di waktu subuh di ubun-ubun sudah sah malamnya 22. Karena tahun Hijriyah berbeda dengan malam tahun masehi jam nol-nolnya jam 12 malam. Tahun hijriyah dari fajar sampai maghrib. Dari fajar ini mereka sudah memakai rukyah dan hisab malam yang berlalu.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!