10 Ragam Tradisi Menyambut Kedatangan Ramadan di Indonesia

Rabu, 15 Maret 2023 - 12:58 WIB
Tradisi Dugderan di Semarang. Foto/Ilustrasi: Inews
Masyarakat Indonesia menyambut bulan suci Ramadan dengan beragam tradisi. Shabri Shaleh Anwar dalam buku berjudul "Ramadhan Pembangkit Esensi Insan" menyebutkan beberapa tradisi tersebut. Setidaknya ada10 tradisi di berbagai daerah. Tradisi ini berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Pertama, di Kota Semarang misalnya ada tradisi “Dugderan”. Kata “Dug” diambil dari suara bedug masjid yang ditabuh berkali-kali sebagai tanda datangnya awal bulan Ramadhan. Sedangkan “Der” berasal dari suara dentuman meriam yang disulutkan bersamaan dengan tabuhan bedug. Tradisi ini sudah berusia ratusan tahun. Biasanya digelar 1-2 minggu sebelum puasa.

Kedua, lain lagi di daerah Klaten, Boyolali, Salatiga dan Yogyakarta. Ada tradisi melakukan upacara berendam atau mandi di sumur atau sumber mata air di tempat keramat yang disebut “Padusa”.

Maknanya, supaya jiwa dan raga seseorang yang akan melakukan puasa bersih secara lahir batin.

Baca juga: Tradisi Menyambut Ramadhan, Apakah Termasuk Bid'ah?

Ketiga, sedangkan warga Kabupaten Kuantan Singingi, Riau memiliki tradisi tahunan yakni pesta jalur pacu (Pacu Jalur). Acara lomba dayung yang digelar sebelum Ramadhan dan ditutup dengan Balimau Kasai (bersuci).

Keempat, di Aceh ada tradisi Meugang. Mereka menyembelih kerbau dan dagingnya dimakan menjelang puasa. Kerbau dibeli secara patungan. Biasanya orang yang lebih mampu turut memberi sumbangan agar fakir miskin pun bisa menikmati kebersamaan ini.

Kelima, di Surabaya ada tradisi memakan kue apem. Nama “apem” dipercaya berasal dari kata “afwan” dalam bahasa Arab yang artinya maaf. Secara simbolis makan kue ini bisa diartikan mohon maaf kepada keluarga, sanak saudara, handaitolan, tetangg, kerabat dan teman. Setelah makan apem, biasanya bersalam-salaman saling minta maaf dan melanjutkan acara tahlilan.

Keenam, di Banyumas ada tradisi yang disebut ‘Perlon Unggahan’. Berbagai makanan tersedia, tapi yang tidak boleh absen adalah nasi bungkus, serundeng sapi, dan sayur becek. Serundenga sapi dan sayur becek harus disiapkan laku-laki dan jumlah mereka harus 12 orang, karena banyaknya kambing dan sapi yang disembelih.

Baca juga: Baca juga: 7 Persiapan Menyambut Ramadhan, Nomor 2 Wajib Ditunaikan
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!