Al-Fatih Siapkan 400 Kapal dan 250.000 Mujahid untuk Kuasai Konstantinopel

Jum'at, 17 Juli 2020 - 20:12 WIB
Di antara meriam yang sangat penting adalah meriam Sultan Muhammad yang sangat terkenal. Meriam ini berbobot ratusan ton dan membutuhkan ratusan lembu untuk menariknya.

Sultan sendiri melakukan pengawasan langsung pembuatan meriam ini, serta dia sendiri yang melihat uji cobanya. Hal ini merupakan upaya menyempumakan syarat-syarat jihad. Allah SWT berfirman:

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)". (QS Al-Anfal: 60)

Baca juga: Erdogan: Jadi Masjid, Salat Pertama di Hagia Sophia 24 Juli

Sultan juga memberi perhatian besar kepada penguatan armada laut Utsmani dengan membuat banyak kapal.

Kota Konstantinopel adalah sebuah kota laut, yang tidak mungkin bisa dikepung kecuali dengan menggunakan kapal-kapal untuk melakukan tugas itu. Sultan menyiapkan sekitar 400 buah kapal untuk kepentingan itu.

Baca juga: Hagia Sophia, Lebih dari Sekadar Tempat Ibadah

Sebelum melakukan serangan ke Kota Konstantinopel, Sultan melakukan perjanjian dengan beberapa negara rival, dengan tujuan agar dia bisa berkonsentrasi menghadapi satu musuh. Maka dijalinlah perjanjian dengan negara Galata yang berbatasan dengan Konstantinopel dari arah timur; yang dipisahkan dengan Selat Tanduk Emas.

Dia juga menjalin perjanjian dengan negara Majd dan Venezia, dua negara yang berbatasan dengan negara-negara Eropa. Namun negara-negara ini ternyata tidak mempedulikan perjanjian. Tatkala Sultan Muhammad mulai beroperasi di Konstantinopel, pasukan negara-negara tersebut malah datang ke Konstantinopel, ikut membantu mempertahankan Konstantinopel!“

Baca juga: Jalan Panjang Konstantinopel, Hagia Shophia, dan Muhammad Al-Fatih

Sebuah bantuan yang mereka lakukan untuk saudara-saudara seiman dalam Nasrani. Mereka melupakan perjanjian yang telah disepakati.

Godaan

Saat gencar-gencarnya Sultan Muhammad mempersiapkan diri melakukan penaklukan, Kaisar Byzantium berusaha mati-matian mengalihkan perhatian Sultan dari target yang dia inginkan, dengan cara memberikan harta dan hadiah yang bermacam-macam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!