Memaknai Keberkahan Ramadan (2): Bulan Muhasabah Merenungi Kandungan Al-Qur'an

Selasa, 28 Maret 2023 - 06:05 WIB
Puasa menjadi dasar perenungan yang esensial. Karena dengan puasa manusia melepaskan diri dari kungkungan-kungkungan kesementaraan yang kerap menjadi hijab antara diri dan Kesadarannya. Hanya ketika manusia melepaskan diri dari belenggu dunianya akan mampu melakukan perenungan-perenungan secara sehat dan benar.

Karenanya dengan segala motivasi yang ada untuk melakukan ragam ritual yang ada di bulan Ramadan ini, harusnya juga dimaksimalkan untuk melakukan perenungan-perenungan itu. Perenungan yang tentunya bersumber samawi dengan memaksimalkan potensi Iqra.

Mari rebut keberkahan (keutamaan) Ramadan dengan mengikat diri dengan Al-Qur'an sebagai dasar perenungan. Akal pikiran manusia boleh melanglang buana ke mana saja. Asal pijakannya tetap kepada inspirasi samawi (Al-Qur'an).

Ubah kebiasaan membatasi diri dalam berinteraksi dengan Al-Qur'an pada dimensi ritual semata. Membaca sambil hitung-hitungan dengan Allah. Benar, membaca satu huruf itu sepuluh pahala. Dan di bulan Ramadan dilipatgandakan. Tapi mari kita "go beyond the ritual blessings". Menjadikan bulan keberkahan ini dengan merenungi tentang diri dan kehidupan melalui "tadabbur, ta'aqqul dan tafakkur" ayat-ayat Allah.

Semoga Al-Qur'an menjadi rahmah, pelipur lara, menjadi pembela bagi pembacanya di hari tiada pembelaan kecuali dari Allah Ta'ala. Aamin.

Baca Juga: Memaknai Keberkahan Ramadan (1): Sering Kali Dipahami Terbatas pada Aspek Ritual
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!