Memaknai Keberkahan Ramadan (7): Puasa Ingatkan Manusia kepada Akhirat
Sabtu, 01 April 2023 - 23:51 WIB
Di sinilah puasa hadir sebagai keberkahan untuk mengingatkan manusia bahwa dunia bukan segalanya. Bahwa kehidupan ini lebih dari batasan-batasan fisikal semata. Di balik dinding-dinding material duniawi ini ada yang lebih penting dan menjadi orientasi kehidupan. Itulah pengabdian kepada Allah dan bertujuan mencari kebahagiaan ukhrawi.
Meninggalkan makan, minum, dan segala kesenangan dan kenyamanan hidup sementara menjadi pengingat, bahkan latihan untuk membangun kesadaran tentang orientasi kehidupan yang sesungguhnya. Dunia yang sangat dahsyat dalam daya tarik yang menipu itu perlu ditanggalkan dan ditaklukkan demi terbangunnya kembali kesadaran orientasi hidup yang benar.
Jika tidak maka manusia akan terus terbuai dan lupa akan realita kehidupan dunia yang sementara dan terbatas ini. Hal yang diingatkan oleh Al-Qur'an : "Kamu dijadikan lupa oleh takaatsur (memperbanyak harta). Sehingga kamu masuk ke dalam kubur."
Manusia yang tidak sadar tentang kesementaraan dunia dan orientasi hidup yang benar hanya akan disadarkan oleh kematian. Dan kesadaran yang hadir dengan kematian hanya menjadi bagian dari musibah besar bagi manusia. Sebuah kesadaran yang tidak akan lagi terestorasi (terkoreksi) untuk menjadikan seseorang itu kembali ke orientasi hidup yang benar.
Karenanya puasa Ramadan sungguh menjadi keberkahan dalam merestorasi orientasi kehidupan itu. Puasa Ramadan menjadi jalan yang mengantar manusia kepada kesadarannya tentang dunia sesungguhnya, sekaligus membagun orientasi kehidupan yang benar.
(Bersambung)!
Baca Juga: Memaknai Keberkahan Ramadan (6): Kemuliaan Seseorang Ditentukan Nilai Spiritualitasnya
Meninggalkan makan, minum, dan segala kesenangan dan kenyamanan hidup sementara menjadi pengingat, bahkan latihan untuk membangun kesadaran tentang orientasi kehidupan yang sesungguhnya. Dunia yang sangat dahsyat dalam daya tarik yang menipu itu perlu ditanggalkan dan ditaklukkan demi terbangunnya kembali kesadaran orientasi hidup yang benar.
Jika tidak maka manusia akan terus terbuai dan lupa akan realita kehidupan dunia yang sementara dan terbatas ini. Hal yang diingatkan oleh Al-Qur'an : "Kamu dijadikan lupa oleh takaatsur (memperbanyak harta). Sehingga kamu masuk ke dalam kubur."
Manusia yang tidak sadar tentang kesementaraan dunia dan orientasi hidup yang benar hanya akan disadarkan oleh kematian. Dan kesadaran yang hadir dengan kematian hanya menjadi bagian dari musibah besar bagi manusia. Sebuah kesadaran yang tidak akan lagi terestorasi (terkoreksi) untuk menjadikan seseorang itu kembali ke orientasi hidup yang benar.
Karenanya puasa Ramadan sungguh menjadi keberkahan dalam merestorasi orientasi kehidupan itu. Puasa Ramadan menjadi jalan yang mengantar manusia kepada kesadarannya tentang dunia sesungguhnya, sekaligus membagun orientasi kehidupan yang benar.
(Bersambung)!
Baca Juga: Memaknai Keberkahan Ramadan (6): Kemuliaan Seseorang Ditentukan Nilai Spiritualitasnya
(rhs)
Lihat Juga :