Lailatulqadar: Rasulullah SAW Mengencangkan Kain Bawahnya, Menghidupkan Malamnya

Senin, 10 April 2023 - 08:43 WIB
Baca juga: Bagaimana Cara Mendapatkan Malam Lailatulqadar? Begini Menurut Gus Baha

Hadis fi'li ataupun qauli telah menerangkan 10 hari terakhir Ramadhan itu masa yang sangat penting disamping 10 hari pertama dan kedua di bulan Ramadhan. Pada waktu ini terbukanya pintu-pintu rahmat dan pintu surga serta tertutupnya pintu neraka di bulan suci Ramadan. Pada saat ini pula diisyaratkan turunnya lailatul qadar .

Kendati demikian, tidak ada yang mengetahui dengan pasti kapan waktu turunnya lailatul qadar. Karena itu, umat Islam hanya bisa berikhtiar dengan terus mendekatkan diri kepada Allah untuk meraih malam yang lebih baik dari seribu bulan itu.

Nabi Muhammad SAW menghidupkan malamnya. Meleknya (terjaga) lebih banyak dari pada meremnya (tidur).

Banyak hal untuk “menghidupkan malam”. Misal, salat malam di rumah maupun di masjid.

Baca juga: Mengapa Ada Sebutan Malam Lailatulqadar, Ini 3 Alasannya

Diriwayatkan, Ibnu Abbas ra mengikuti salat di rumah Rasulullah SAW. Begini kisahnya: “Saya pernah mengikuti salat (qiyamul lail) Rasulullah SAW di rumah beliau. Di rakaat pertama, Rasulullah membaca surat al-Baqarah …”

“…Kupikir habis (baca) al-Baqarah rukuk, ternyata disambung Ali-Imran . Aku pikir habis Ali-Imran rukuk, ternyata disambung an-Nisa. Kupikir habis an-Nisa rukuk, ternyata disambung al-Maidah. Aku pikir habis al-Maidah rukuk, ternyata disambung al-An’am setelah itu.”

Setelah itu, Ibnu Abbas kapok mengikuti salat Rasulullah yang di rumah. “Lebih baik aku ikuti yang di masjid,” ungkapnya.

Rasulullah SAW memperpendek bacaannya saat salat di masjid, supaya tidak membebani para sahabat. Saat salat di rumah, berdiri lama sekali.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!