3 Amalan Utama pada 10 Hari Terakhir Ramadan

Jum'at, 14 April 2023 - 22:46 WIB
Amalan kedua di 10 hari terakhir adalah memperbanyak tilawah (membaca) Al-Qur'an. Ibadah ini dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja kecuali tempat-tempat yang dilarang.

Jika membaca 1 huruf dari Al-Qur'an diganjar 10 kebaikan (rahmat) dari Allah, maka pada bulan Ramadan ganjarannya bisa berlipat ganda mencapai 700 kali lipat.

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أجود الناس ، وكان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل ، وكان يلقاه في كل ليلة من رمضان فيُدارسه القرآن ، فالرسول الله صلى الله عليه وسلم أجودُ بالخير من الريح المرسَلة

Artinya: "Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al-Qur'an. Dan kedermawanan Rasulullah melebihi angin berembus." (HR Al-Bukhari)

Imam Syarafuddin An-Nawawi menjelaskan bahwa membaca Al-Qur'an di akhir malam lebih baik ketimbang awal malam. Syaikh Sayid Abu Bakar Syatha dalam I'anatut Thalibin menerangkan bahwa membaca Al-Qur'an pada malam hari lebih utama daripada siang hari karena lebih fokus dan lebih khusyu'.

3. Iktikaf

Amalan berikutnya adalah iktikaf atau berdiam diri di masjid untuk beribadah. Dalam Shahih Muslim, Sayidah Aisyah menyaksikan Rasulullah SAW beribadah hingga menjelang Subuh. Dalam riwayat lain, beliau selalu membangunkan keluarganya pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Hal itu menunjukkan betapa istimewanya malam-malam tersebut.

Rasulullah SAW juga mengencangkan ikat pinggangnya pada malam-malam dan fokus menjalankan qiyam Ramadan.

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ ابْنِ عُبَيْدِ بْنِ نِسْطَاسٍ يَعْنِي أَبَا يَعْفُورٍ، عَنْ مُسْلِمٍ، عَنْ مَسْرُوقٍ، عَنْ عَائِشَةَ تَذْكُرُ، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كَانَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ أَحْيَا اللَّيْلَ .وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ. قَالَ سُفْيَانُ: وَاحِدَةٌ مِنْ آخِرِ وَجَدَّ

"Telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Ibnu Ubaid bin Nisthasin, yaitu Abu Ya'fur, dari Muslim dari Masyruq, dari Aisyah, pernah bercerita mengenai Nabi shollallahu 'alaihi wasallam: "Apabila telah memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan beliau selalu bangun malam dan membangunkan keluarganya, dan mengencangkan sarungnya". Sufyan berkata: "Pada satu malam dari sepuluh hari terakhir tersebut beliau bersungguh-sungguh (dalam beribadah)." (HR Ahmad 23001)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!