Khutbah Jumat Terakhir Ramadan: Menyempurnakan Puasa dengan Zakat Fitrah

Jum'at, 21 April 2023 - 14:13 WIB
Keluarkanlah zakat fitrah itu dengan makanan pokok yang ada di negeri kita, sehingga menjadi afdhal dalam mengeluarkannya, bertambah nilai ibadahnya dan menjadi sempurna ibadah puasanya. Sabda Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Bukhari:

فَرَضَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ، أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ، وَالذَّكَرِ وَالأُنْثَى، وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلاَةِ


"Rasulullah SAW mewajibkan zakat fithri dengan satu sha' kurma atau satu sha' gandum bagi setiap muslim yang merdeka maupun budak, laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun dewasa. Zakat tersebut diperintahkan dikeluarkan sebelum orang-orang keluar untuk melaksanakan salat Ied. (HR Al-Bukhari)

Kaum muslimin rahimakumullah!

Selalu ada hikmah di balik perintah melaksanakan syariat, termasuk menunaikan zakat fitrah, begitu besar faedah dan manfaatnya, terlebih lagi ditunaikan pada saat situasi ekonomi sangat sulit dewasa ini. Bahan makanan pokok yang kita berikan kepada kaum dhuafa, dapat membantu dan menolong mereka, apalagi saat ini kita baru beranjak dari keterpurukan masa pandemi Covid-19 yang telah memporakporandakan sendi-sendi ekonomi bangsa kita.

Dengan zakat fitrah, kita telah menyelamatkan atau paling tidak meringankan sedikit beban hidup orang yang kelaparan pada masa-masa darurat dan pailit karena kehilangan pekerjaan. Zakat fitrah dapat menutup kekurangan, laksana sujud sahwi dalam shalat. Imam Syafi'i berkata: Zakat fitrah dan sujud sahwi itu memiliki kesamaan, yakni sama-sama menutup kekurangan-kekurangan dalam ibadah.

Mengeluarkan zakat fitrah dapat mencelupmu menjadi hamba-hamba Allah yang bersih dan suci. Keluarkanlah zakat fitrahmu dengan makanan pokok yang biasa kamu makan seberat 1 sha' kurang lebih 2,50 gram atau 2,75 gram beras. Tunaikanlah sampai batas waktu terakhir sebelum khatib naik mimbar untuk berkhutbah di Hari raya Idulfitri.

Kaum muslimin rahimakumullah!

Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang senantiasa berusaha untuk menyempurnakan ibadah dengan amaliah yang sesuai dengan tuntunan syariah dan sunnah Rasulullah SAW. Aamiiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ


Baca Juga: Khutbah Jumat: 5 Keistimewaan Umat Muslim di Bulan Ramadhan
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!