Kisah Nabi Musa Tak Sengaja Membunuh Orang Mesir dan Menikahi Putri Nabi Syuaib

Rabu, 03 Mei 2023 - 06:30 WIB
Salah satu kisah Nabi Musa yang fenomenal yaitu ketika beliau tak sengaja membunuh orang Mesir dan kemudian menikah dengan putri Nabi Syuaib. Foto ilustrasi/dok Channel Abot Story
Kisah Nabi Musa 'alaihissalam termasuk di antara kisah-kisah fenomenal. Dari 124.000 Nabi dan 313 Rasul, Nabi Musa termasuk Ulul Azmi yaitu Rasul pilihan yang diberi keteguhan, kesabaran dan kemantapan hati.

Nabi Musa diutus untuk menyelamatkan Bani Israil dari kekezaman Fir'aun Raja Mesir. Kisah Nabi Musa dalam Al-Qur'an diceritakan dalam 30 surat. Para ahli tafsir menghitung, nama Nabi Musa disebut 136 kali dalam Al-Qur'an.

Salah satu kisah Nabi Musa yang fenomenal yaitu ketika beliau tak sengaja membunuh orang Mesir dan kemudian menikah dengan putri Nabi Syuaib 'alaihissalam dalam masa pelariannya.

Kisah ini diceritakan oleh Ach Khatib (Institut Ilmu Keislaman Annuqayah Sumenep) dalam Jurnalnya "Implementasi Nilai-nilai Profetik pada Kisah Nabi Musa dalam Al-Qur'an".

Tak Sengaja Membunuh Orang Mesir

Dikisahkan dalam satu perjalanan, Nabi Musa memasuki Kota Memphis. Di kota ini, Nabi Musa menjumpai dua orang yang sedang berkelahi. Satu orang berasal dari Bani Israil dan satunya lagi adalah orang Mesir yang kebetulan rakyat Fir'aun. Kal itu beliau belum diangkat menjadi Nabi.

Musa pun menolong kaum Bani Israil itu dengan meninju orang Mesir tersebut. Sebenarnya Nabi Musa tidak bermaksud membunuh orang Mesir itu, tapi Qadarullah orang Mesir itu mati. Tak bisa dibayangkan bagaimana kuatnya Musa bisa membunuh orang Mesir itu hanya dengan meninju saja.

Terbunuh oleh pukulan Musa, beliau sadar dan menyesali perbuatannya. Musa segera memohon ampunan Allah atas dosa yang baru saja dilakukannya itu. Beliau pun menjadi sangat awas khawatir diketahui oleh pemerintah yang menyebabkannya berurusan dengan masalah hukum.

Musa tidak menyangka kalau persitiwa itu diketahui oleh penguasa setempat. Penguasa setempat pun melakukan rapat koordinasi untuk menjatuhlan sanksi kepada Musa. Singkat cerita, tidak ada jalan lain bagi Musa kecuali harus pergi dari Kota Memphis.

Musa pun pergi menuju Madyan. Pelariannya ke Madyan dilakukan dalam suasana mencekam penuh kehati-hatian karena menghindari pengejaran dari penguasa Kota Memphis yang hendak menangkap dan memberinya sanksi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!